WorldSBK takkan adopsi elektronik ala MotoGP

dibagikan
komentar
WorldSBK takkan adopsi elektronik ala MotoGP
Oleh: Lewis Duncan
Co-author: Sebastian Fränzschky
7 Agt 2018 12.04

Direktur Teknis, Scott Smart, khawatir penerapan kontrol piranti elektronik seperti MotoGP bakal menyebabkan ketimpangan di World Superbike.

WorldSBK merilis perubahan regulasi 2018 demi meredam dominasi Kawasaki, dan berupaya membuat kejuaraan lebih kompetitif, salah satunya adalah batas putaran mesin (rev limit).

Sayangnya, aturan baru tersebut tidak mempengaruhi hegemoni Jonathan Rea. Sang tiga kali juara dunia mampu menorehkan 10 kemenangan, bahkan kini unggul 92 poin dengan empat balapan tersisa.

Kendati demikian, dominannya Rea juga dibarengi penampilan apik duet Yamaha: Michael van der Mark dan Alex Lowes, juga rekan setim Tom Sykes, serta duo Ducati: Chaz Davies dan Marco Melandri. Mereka semua berhasil menggenggam podium tertinggi.

Baca Juga:

Bicara soal regulasi Electronik Control Unit (ECU) tunggal yang diterapkan di MotoGP, Smart meyakini, perubahan aturan akan menimbulkan dampak negatif pada tim-tim papan tengah WorldSBK.

“Beberapa tim lebih kecil harus belajar bagaimana menggunakan software yang benar-benar baru,” ucap Smart kepada Motorsport.com.

“Ini akan memiliki efek negatif pada tim di barisan belakang, sementara tim teratas sudah memiliki pengetahuan tentang cara kerja elektronik. Para tim akan lebih timpang.

“Di masa depan akan ada lebih banyak motor dengan komponen elektronik tambahan. Solusi elektronik yang lebih komprehensif diperlukan untuk mengontrol motor-motor ini.

“Sejauh ini, tidak ada standar elektronik yang bisa memenuhi persyaratan. Jadi, di masa depan, bisa akan ada Superbike yang tidak berjalan tepat dengan standar elektronik MotoGP. 

“Saat ini, tidak ada ECU yang bisa menanganinya,” tandasnya.

Smart sendiri tidak menolak mentah-mentah kemungkinan WorldSBK mengeksplorasi spek elektronik pada masa yang akan datang. Namun ia merasa, regulasi sekarang bekerja dengan baik. 

“Dalam waktu dua atau tiga tahun, kami bisa melihat solusinya lagi,” tuturnya ketika ditanya apakah spek ECU bisa digunakan di masa depan.

“Saat ini, batas putaran mesin dan aturan lainnya bekerja baik, serta memastikan peluang sama (bagi semua tim),” pungkas Smart.

Slider
List

Michael van der Mark, Pata Yamaha

Michael van der Mark, Pata Yamaha
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Xavi Fores, Barni Racing Team

Xavi Fores, Barni Racing Team
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jonathan Rea, Kawasaki Racing

Jonathan Rea, Kawasaki Racing
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Yonny Hernandez, Pedercini Racing, Toprak Razgatlioglu, Kawasaki Puccetti Racing

Yonny Hernandez, Pedercini Racing, Toprak Razgatlioglu, Kawasaki Puccetti Racing
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Leon Camier, Honda WSBK Team, Loris Baz, Althea Racing

Leon Camier, Honda WSBK Team, Loris Baz, Althea Racing
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Lorenzo Savadori, Milwaukee Aprilia

Lorenzo Savadori, Milwaukee Aprilia
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Start

Start
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Start

Start
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jake Gagne, Honda WSBK Team, Patrick Jacobsen, Triple M Racing

Jake Gagne, Honda WSBK Team, Patrick Jacobsen, Triple M Racing
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Eugene Laverty, Milwaukee Aprilia, Lorenzo Savadori, Milwaukee Aprilia

Eugene Laverty, Milwaukee Aprilia, Lorenzo Savadori, Milwaukee Aprilia
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Artikel World Superbike berikutnya
Haslam resmi digaet sebagai rekan setim Rea

Artikel sebelumnya

Haslam resmi digaet sebagai rekan setim Rea

Next article

Barbera hijrah ke ajang World Supersport

Barbera hijrah ke ajang World Supersport
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan World Superbike
Penulis Lewis Duncan
Tipe artikel Breaking news