WSBK Australia: Rea Tak Berani Bertaruh seperti Bautista

Jonathan Rea tidak siap melakukan pertaruhan "gila" yang sama dengan Alvaro Bautista dalam Superpole Race WSBK Australia, di Phillip Island, Minggu.

WSBK Australia: Rea Tak Berani Bertaruh seperti Bautista

Juara dunia World Superbike (WSBK) 2022 merupakan satu-satunya yang ambil risiko menggunakan ban slick sejak awal sprint 10 lap. Pertaruhan itu terbayar dengan Bautista maju dari posisi ke-16 hingga memenangi balapan.

Rea dan Toprak Razgatlioglu menghabiskan sebagian besar balapan di depan, setelah memilih kombinasi ban depan basah dan ban belakang intermediate. Tetapi, keduanya tidak berdaya mencegah Bautista merebut keunggulan pada bagian akhir, di mana trek hampir sepenuhnya kering.

Melihat kembali balapan tersebut, Rea mengakui bahwa dia bahkan tidak mempertimbangkan untuk menggunakan ban slick meskipun dia kesulitan mengontrol ban depan basahnya hingga akhir balapan.

Baca Juga:

"Alvaro berada di samping saya di grid dan saya melihat dia menggunakan ban slick. Pada saat itu, saya tidak yakin apakah itu keputusan yang tepat atau tidak," kata Rea kepada situs resmi World Superbike. "Mereka jelas membuat keputusan yang tepat, tetapi itu adalah keputusan yang sulit, dan saya tidak siap untuk melakukannya.

"Kami tidak punya perlindungan ketika dia datang, dia memiliki traksi lebih besar, dan dia bisa mengulur waktu. Permainan yang adil. Sayang sekali itu adalah adu strategi ban, akan menyenangkan untuk bertarung."

Sementara itu, Bautista mengatakan bahwa kekecewaan terhadap set-up basah pada Race 1, yang membuatnya finis kelima, jadi dasar start dengan ban slick. Selain itu, ia tak terbebani karena sudah menggenggam titel di WSBK Indonesia, pekan sebelumnya.

Meskipun turun drastis dari grid terdepan, ia adalah pembalap tercepat di pertengahan lalu melewati Rea dan Razgatlioglu pada lap kedua dari belakang sebelum mencapai kemenangan.

 

"Dengan pengalaman yang saya miliki dari tahun-tahun MotoGP saya, saya tahu itu trek mengering dengan sangat cepat," ucapnya. "Ketika pergi ke grid, kami memasang setup basah pada motor, tetapi saya melihat awan melintas. Saya memberitahu Giulio [Nava, kepala kru] agar bersiap-siap mengganti motor ke ban kering ketika saya tiba di grid.

"Di grid, saya melihat lebih banyak air di lintasan daripada yang saya harapkan dan saya ragu. Giulio mengatakan mungkin bagian depan basah dan belakang intermediate bisa menjadi pilihan, tetapi biasanya ketika saya menggunakan intermediate, saya kalah, perasaan terlalu mengesalkan.

"Ketika kami melakukan lap pemanasan, lintasannya banyak mengering, dan saya hanya perlu melakukan tiga lap dengan hati-hati dan kemudian saya bisa mengebut.

“Saya tidak akan rugi apa-apa, kejuaraan sudah ada di tangan kami, jadi saya hanya melakukannya karena ingin bersenang-senang. Saya tidak memiliki perasaan yang baik dengan set-up basah kami saat kering. Saya lebih suka berjuang di awal dan bisa menikmati lap-lap terakhir."

Rea: Kekalahan Race 2 "kisah musim kami"

Rea kembali memiliki kesempatan untuk mengalahkan Bautista pada Race 2 di Phillip Island. Ini merupakan balapan pertama di akhir pekan yang dilaksanakan dalam kondisi kering sepenuhnya.

Namun, pembalap Aruba.it Ducati itulah yang memegang keunggulan ketika bendera merah dikibarkan pada lap ke-18 dari 22 lap menyusul kecelakaan Eugene Laverty dan Xavi Fores di Tikungan 1. Ia memberi Bautista kemenangan ke-16 pada tahun 2022.

 

Rea setidaknya telah mematahkan rekor panjang tanpa kemenangannya di Race 1, Sabtu. Meski begitu, pembalap Irlandia Utara frustrasi karena kalah dalam duel di trek lurus dengan Bautista.

"Dengan Alvaro, saya merasa lebih kuat di mana-mana kecuali di lintasan lurus start/finish, mereka mengambil begitu banyak waktu di sana," Rea menjelaskan. "Tapi, Tikungan 1, 2, bahkan 3, di mana kami benar-benar kesulitan di masa lalu, saya memiliki lebih banyak grip dan [degradasi] ban sangat linier.

"Ini adalah kisah musim kami, sungguh. Yang pasti, Ducati telah menjadi referensi tahun ini, ini merupakan peringatan bahwa kami perlu meningkatkan diri. Kombinasi Alvaro dan motornya, dia menjalani musim yang fenomenal. 2022 adalah tentang dia.

"Kami bisa puas dengan tahun kami, tapi kami ingin meningkatkan diri. Jadi kami kembali pada tahun 2023 dengan motivasi yang tinggi dan mencoba untuk sedikit lebih baik."

dibagikan
komentar
Crash pada Balapan WSBK Perpisahan, Laverty Dirawat di Rumah Sakit
Artikel sebelumnya

Crash pada Balapan WSBK Perpisahan, Laverty Dirawat di Rumah Sakit

Artikel berikutnya

Eks Rider MotoGP, Danilo Petrucci Pendatang Baru di WSBK

Eks Rider MotoGP, Danilo Petrucci Pendatang Baru di WSBK