Saat Camier Kehilangan Makna Balapan

Kini menjabat Team Manager Honda World Superbike (WSBK), Leon Camier mengungkapkan, bahwa dia kehilangan motivasi untuk terus membalap di level teratas usai serangkaian cedera dalam tiga tahun terakhir.

Saat Camier Kehilangan Makna Balapan

Camier, secara reguler berada di paddock WSBK sejak 2010, telah memutuskan gantung helm untuk mengambil peran sebagai Team Manager di tim Honda, pabrikan yang pernah dibelanya pada 2018 dan 2019.

Meski menunjukkan kecepatan ketika menggeber CBR1000R, pembalap Inggris itu dipaksa absen beberapa balapan dua tahun lalu setelah patah tulang rusuk di Aragon. Dia kemudian melewatkan sebagian besar musim karena cedera bahu setahun berikutnya.

Kecelakaan dialaminya lagi saat pindah ke Barni Ducati pada 2020, berujung dengan dinyatakan tidak fit untuk seri pembuka WSBK Australia di Phillip Island. Kedua pihak akhirnya sepakat berpisah tanpa menuntaskan satu putaran pun bersama.

Berbicara di sela-sela tes pramusim Jerez pekan ini, Camier menuturkan, bahwa dia sebenarnya punya opsi kembali ke British Superbike Championship (BSB). Namun, rentetan cedera telah membuat balapan kehilangan makna bagi dirinya.

“Di kepala saya, ini adalah waktu yang sulit. Banyak cedera. Dan saya tidak balapan motor hanya untuk mencari nafkah, hanya untuk terus balapan. Saya tidak tertarik dengan ini,” ucap Camier.

“Saya ingin melakukan ini jika saya bisa melihat kemungkinan untuk maju, mencoba dan berada dalam situasi kompetitif, mencoba dan memenangi balapan, mencoba dan naik podium. Inilah mengapa saya melakukannya. Dan saya melihat itu tidak mungkin lagi.

“Dengan (cedera) bahu, saya merasa mudah bagi banyak hal untuk kehilangan kepercayaan diri dan (apakah) saya bisa tampil secara fisik. Bagi saya itu tidak terlihat positif. Saya bisa kembali balapan di Inggris, cukup yakin saya bisa mendapatkan paket bagus di sana.

“Tapi di saat yang sama saya merasa kehilangan sedikit keinginan, motivasi untuk memberikan segalanya. Sisi balapan kehilangan sedikit maknanya bagi saya. Dan saya merasa dalam posisi ini (Team Manager), dengan kesempatan ini saya dapat memberikan semua pengalaman saya, serta coba membantu dengan cara yang berbeda untuk mencapai hasil yang sama. Menjadi bagian dari tim pemenang. Di sinilah saya berada.”

Baca Juga:

Keputusan menerima tawaran Honda untuk menggantikan Jaume Colom sekaligus mengakhiri karier balap Camier, yang telah menorehkan titel BSB 2009, sembilan podium, serta 223 start di World Superbike.

Camier pun mengakui, tidak mudah memutuskan pensiun pada usia 34 tahun. Namun, dia merasa, peluang untuk melanjutkan kiprah di kejuaraan bersama Honda membuat keputusan berhenti balapan lebih mudah baginya.

“Sejujurnya itu mungkin keputusan tersulit dalam hidup saya untuk benar-benar memutuskan berhenti balapan. Jelas beberapa tahun terakhir tidak mudah dengan cedera, dan itu berjalan tidak seperti yang saya inginkan,” tuturnya.

“Benar-benar memutuskan berhenti balapan adalah hal besar. Seluruh hidup telah sayadedikasikan untuk satu hal, balapan, latihan untuk itu. Segala sesuatu yang Anda lakukan dalam hidup adalah meningkatkan diri sendiri dan mencoba tampil sebagai pembalap dan benar-benar berhenti (balapan) adalah masalah yang sangat besar, lebih besar dari yang pernah saya duga.

“Tetapi memiliki kesempatan ini telah membantu, saya kira. Saya bisa fokus pada ini. Saya dapat menggunakan pengalaman saya untuk mencoba dan meningkatkan. Sesuatu yang bisa saya lakukan dengan cukup mudah. Ini perkembangan yang cukup alami. Saya sangat menantikan untuk mengambil tantangan ini.

“Ini akan jadi tahun yang sangat menarik bagi saya. Banyak yang harus dipelajari, tapi pada saat yang sama saya sangat bersemangat untuk memulai.”

Leon Camier, Manajer Tim HRC WSBK

Leon Camier, Manajer Tim HRC WSBK

Foto oleh: WSBK

dibagikan
komentar
Rea Kritisi Aturan Baru Tes WSBK

Artikel sebelumnya

Rea Kritisi Aturan Baru Tes WSBK

Artikel berikutnya

Loris Baz di Tengah Ketidakpastian

Loris Baz di Tengah Ketidakpastian
Muat komentar