Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

WSBK: HRC Bantah Pengembangan Melenceng karena Salah Pembalap

Para pembalap Honda Racing makin tertinggal dalam pertarungan papan atas World Superbike (WSBK). Apakah pabrikan Jepang itu salah mengontrak pasangan rookie pada 2022?

Iker Lecuona, Team HRC, Xavi Vierge, Team HRC

Honda berada di posisi kelima dan terakhir di antara para pabrikan. Penyebabnya adalah masalah yang masih belum terselesaikan pada CBR1000RR-R Fireblade. Tetapi perlu juga mempertanyakan apakah mereka membuat keputusan yang tepat saat memilih pembalap.

Untuk kembalinya tim pabrikan di WSBK 2020, Honda merogoh kocek dalam-dalam dan memboyong Alvaro Bautista dari Ducati. Pada musim debutnya di Superbike, rider Spanyol merayakan kemenangan beruntun pada tahun sebelumnya sebelum kehilangan pimpinan klasemen karena kecelakaan.

Bautista seharusnya bisa membawa Honda menuju kesuksesan. Bersama Leon Haslam, rekan setim yang sangat berpengalaman telah direkrut dan membawa banyak pengetahuan ke HRC.

Honda ingin memperjuangkan kemenangan balapan dengan Bautista dan Haslam, namun rencana itu gagal. Setelah dua tahun yang mengecewakan, ia kembali ke Ducati dan memenangi kejuaraan dua kali berturut-turut. Jasa pembalap asal Inggris itu tak lagi dibutuhkan sehingga ia kembali ke British Superbike Championship.

Untuk WSBK 2022, Honda mengambil keputusan berani untuk membawa dua rookie ke dalam tim. Dengan Lecuona dan Vierge, dua mantan pembalap Grand Prix direkrut meski tidak memiliki pengalaman dengan motor balap produksi maupun ban Pirelli.

Baca Juga:

Keluar jalur dalam pengembangan karena para pemula?

Apakah Honda mengambil risiko terlalu besar dan keluar jalur saat mengembangkan Fireblade karena pilihan pembalap? "Saya rasa itu bukan sebuah kesalahan," komentar manajer tim HRC, Jose Escamez, dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport-Total.com.

Jose Escamez bergabung dengan proyek WSBK pada musim dingin lalu dan membela para rider. "Mereka telah menunjukkan potensi mereka dan memiliki hasil yang baik di masa lalu. Saat ini, kami belum dekat, tapi saya rasa itu bukan kesalahan para pembalap. Mereka berdua memiliki banyak talenta. Kami tidak bisa mengeluh,” ujarnya.

Apakah para pembalap sudah kehilangan kepercayaan pada proyek HRC?

Karena kurangnya kesuksesan, para pembalap merasa sulit untuk menjaga motivasi mereka tetap tinggi. Di paddock WSBK, beberapa orang dalam mengatakan bahwa Iker Lecuona khususnya hanya yakin sebagian dengan proyek HRC.

Selain kurangnya hasil, Lecuona juga mengalami beberapa kali kecelakaan serius. Bisa dimaklumi jika mantan pembalap MotoGP ini tak lagi mempertaruhkan segalanya untuk posisi di lini tengah.

"Tentu saja tidak mudah untuk memotivasi para pembalap," imbuhnya. "Wajar jika para pembalap kehilangan motivasi dalam situasi seperti ini, terutama karena ekspektasi yang tinggi terhadap motor baru ini."

Namun, pembaruan Honda CBR1000RR-R Fireblade untuk 2024 sejauh ini masih mengecewakan secara keseluruhan. Xavi Vierge dan rekan setimnya, Iker Lecuona, mengeluhkan kurangnya traksi dan respons mesin yang terlalu agresif.

Saat ditanyakan langsung kepada Vierge apakah mengalami masalah dalam memotivasi dirinya di musim ketiganya bersama Honda, ia menjawab, "Tentu saja sulit untuk memotivasi diri sendiri ketika Anda berjuang untuk P12. Tujuan saya sebagai pembalap dan Honda sebagai pabrikan adalah untuk menang atau setidaknya mendekati.

"Saya berlatih sekeras mungkin seperti sebelumnya. Tim juga termotivasi untuk membalikkan keadaan. Tapi sulit ketika Anda mendorong diri sendiri hingga batas maksimal, merasa sangat cepat dan kemudian melihat P16 di layar. Itu adalah perasaan yang aneh."

Xavi Vierge, Team HRC

Xavi Vierge, Team HRC

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Kekecewaan besar di Barcelona

Performa Honda pada balapan kandang tim di Barcelona sangat mengecewakan. Sirkuit MotoGP di Montmelo telah menjadi favorit Fireblade dalam beberapa tahun terakhir. Iker Lecuona meraih pole position di Barcelona dan menunjukkan balapan yang bagus. Namun tahun ini, para pembalap HRC tertinggal di belakang.

"Beberapa trek bagus untuk kami di masa lalu, seperti Barcelona, misalnya. Di sana, kami biasanya finis di posisi 5 atau 6 besar. Tahun ini, kami berharap bisa memperjuangkan posisi-posisi tersebut lagi. Semua terasa lebih pahit karena ini adalah balapan kandang kami," ujar Vierge, mengenang akhir pekan kedua WSBK musim ini.

Setelah tiga dari 12 balapan, Xavi Vierge berada di urutan ke-14 klasemen dengan 25 poin. Rekan setimnya Iker Lecuona absen dalam beberapa balapan karena cedera dan finis ke-21 karena hanya mengoleksi tiga poin.

Iker Lecuona, Team HRC

Iker Lecuona, Team HRC

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Bautista Sarankan Razgatlioglu Tingkatkan Kepercayaan Diri
Artikel berikutnya Apa yang Terjadi dengan Proyek WSBK jika BMW Merambah MotoGP

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia