WSBK Indonesia 2021 di Mandalika Digelar dengan Sistem Bubble

Penyelenggaraan World Superbike Indonesia di Sirkuit Mandalika musim ini akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno.

WSBK Indonesia 2021 di Mandalika Digelar dengan Sistem Bubble

Mandalika International Street Circuit masuk dalam kalender WSBK 2021, yang mana dijadwalkan pada 12-14 November, berbarengan dengan kejuaraan Asia Talent Cup (ATC).

Dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai persiapan WSBK Indonesia yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Rabu (02/06/2021), Sandi menyampaikan sejumlah poin penting.

“Tadi arahan Bapak Presiden bahwa walaupun antusiasme yang tinggi dari masyarakat, namun penyelenggaraan harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan disiplin, baik bagi para atlet maupun official crew dan juga para penonton,” ujarnya.

WSBK 2021 bakal melibatkan 24 pembalap dari berbagai negara. Dengan penerapan sistem bubble (gelembung) maka semua pihak yang terlibat bakal dibatasi kontak dengan pihak luar dan dimonitor secara berkala.

“Para atlet diharapkan hadir lima hari sebelum latihan dengan status sudah divaksin oleh enam vaksin yang disetujui oleh WHO (World Health Organization) dan sebelum keberangkatan melakukan tes PCR,” kata Menparekraf.

“Setelah kedatangan akan terus secara rutin dilakukan testing bagi para atlet. Dengan konsep gelembung, kita harapkan ini menjadi acara internasional yang membuktikan kepada dunia, menyelenggarakan acara besar olahraga internasional dengan mengacu pada protokol kesehatan dan disiplin.”

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno

Foto oleh: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia

Sistem bubble juga bakal diterapkan terhadap para penonton. Dari kapasitas 20 ribu, jumlah keterisiannya akan ditentukan sesuai dengan perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air.

“Tentunya ini nanti disesuaikan dengan data Covid-19 pada saat November. Keputusannya apakah dari kapasitas penonton yang 20 ribu per hari itu adalah 10, 20, atau 30 persen nanti akan ditentukan pada saat terakhir,” tutur Sandi.

“Dan penonton juga akan dilakukan sistem bubble melalui testing berjenjang dan diharapkan juga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.”

Baca Juga:

Lebih lanjut, Menparekraf melontarkan nada optimismenya soal penyelenggaraan ajang internasional World Superbike 2021, yang diharapkan bisa menjadi bukti Indonesia siap menjadi tuan rumah.

Selain itu, event WSBK di Mandalika Internasional Street Circuit, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) juga diharapkan dapat menggeliatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk sektor pariwisata.

“Covid-19 memaksa kita beradaptasi dan ini kita lakukan dengan penuh konsekuensi secara totalitas untuk memastikan pengendalian dari Covid-19,” ucap Sandi.

“Kita harapkan ini bisa menggeliatkan kembali baik perekonomian maupun pariwisata dalam bingkai pengendalian COVID-19.”

Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Foto oleh: Indonesia Tourism Development Corporation / Instagram @itdc_id

dibagikan
komentar
Rea Ungkap Rahasia Hampir Akhiri Karier di Usia Muda
Artikel sebelumnya

Rea Ungkap Rahasia Hampir Akhiri Karier di Usia Muda

Artikel berikutnya

Gerloff Klaim MotoAmerica Jadikannya Lebih Kuat

Gerloff Klaim MotoAmerica Jadikannya Lebih Kuat
Muat komentar