Tom Sykes: Keputusan BMW Terlalu Dini dan Tak Dikomunikasikan dengan Baik

Tom Sykes merasa dikhianati oleh BMW Motorrad WorldSBK. Apalagi, ia sudah banyak membantu skuad tersebut di World Superbike sejak 2019.

Pembalap Inggris tersebut berperan aktif dalam pengembangan S1000RR dan M1000RR, sehingga jadi motor yang lebih nyaman dikendarai. Ia juga finis podium enam kali dalam tiga musim terakhir.

Tahun ini, Sykes mampu menjejak ranking ketujuh klasemen pembalap. Ia merupakan pembalap BMW yang paling sukses sepanjang 2021. Ia hanya kalah dari enam wakil Yamaha, Ducati serta Kawasaki.

Rupanya, kontribusi tersebut tidak cukup untuk memuaskan BMW yang berambisi naik ke level atas. Mereka bertengger di peringkat keempat klasemen konstruktor dari lima peserta aktif.

Bak disambar petir, pertengahan pekan lalu, juara WSBK 2013 itu mendengar pengumuman bahwa pabrikan dari Munich itu bakal menggantikan dirinya dengan Scott Redding. Padahal, beberapa waktu sebelumnya, wakil BMW mengungkapkan bakal memperpanjang kontrak Sykes.

Wajar saja kalau pilot 35 tahun itu kecewa berat. Ia merasa pengorbanan dan usahanya tak dihargai. Padahal, bekerja di masa pandemi Covid-19 tidak mudah.

Ia pun membuka pintu bagi tim mana pun yang butuh jasanya. BMW menawarkan kursi di tim satelit. Sykes juga dikaitkan dengan Honda yang bakal kehilangan Alvaro Bautista.

“Saya tidak mau terlalu dalam soal itu karena pada akhirnya, saya ingin jadi lebih profesional dan berterima kasih atas setiap kesempatan yang diberikan. Tapi, saya akan mengatakan kecewa (dengan keputusan BMW) karena itu bukan pekerjaan mudah,” tuturnya kepada situs resmi WSBK.

Baca Juga:

“Kami mulai dari nol dan memberikan semua kerja keras terhadap itu. Ketika Anda mencoba mencampur pengembangan dan balapan, khususnya selama pandemi Covid-19, kami tidak ada uji coba dan tidak ada pengembangan di sana. Kami masih punya gap besar untuk menjembatani dengan pembalap-pembalap depan.

“Saya berpikir bahwa keputusan sangat dini dan tidak dikomunikasikan dengan baik, tapi kadang, itu jadi urusan sulit. Sebagian dari balapan dan sebagian dari permainan. Jadi Anda harus mengerti dan menghormati keputusan itu baik Anda suka atau tidak dan berpaling dari itu.”

Pengumuman dia didepak dari tim pabrikan, memang membuatnya terguncang. Tapi, Sykes tak membiarkan mentalnya hancur. Ia malah termotivasi untuk unjuk kemampuan. Ia finis enam besar dalam tiga putaran di WSBK Navarra.

“Seandainya, saya dapat sampai ke peringkat keempat (dalam klasemen) yang mungkin telah membuat hidup saya lebih mudah. Tapi, selisih 20-an poin dari peringkat keempat, sudah sangat dekat. Ada pembalap dan pabrikan berkualitas di sana,” Sykes menekankan.

“Saya tidak berpikir melakukan pekerjaan dengan buruk mempertimbangkan bahwa kami mencoba balapan dengan pembalap dan pabrikan itu. Kami masih mencoba mengembangkan dan kami tak punya kemewahan untuk membuang hari-hari tes untuk itu.

“Jadi kami masih mencoba melakukannya selama akhir pekan balapan dan itu membuat tugas saya dan Michael (van der Mark) lebih sulit.

“Sungguh disayangkan, saya temukan bahwa hasil yang dihitung, jadi berdasarkan itu sulit. Sekarang, saya merasa sudah lebih mengerti dan semoga kami dapat terus mengerjakan itu dan tampil sebaik mungkin untuk diri saya dan BMW.”

Tom Sykes, BMW Motorrad WorldSBK Team, Michael van der Mark, BMW Motorrad WorldSBK Team

Tom Sykes, BMW Motorrad WorldSBK Team, Michael van der Mark, BMW Motorrad WorldSBK Team

Photo by: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar

Video terkait

Yamaha Tidak Bawa YZF-R1 Terbaru untuk WSBK 2022
Artikel sebelumnya

Yamaha Tidak Bawa YZF-R1 Terbaru untuk WSBK 2022

Artikel berikutnya

Jonathan Rea Puji Keputusan Scott Redding Gabung BMW

Jonathan Rea Puji Keputusan Scott Redding Gabung BMW
Muat komentar