Yamaha Harus Siap Menghadapi Perang Melawan Kawasaki

Penalti yang dialami Toprak Razgatlioglu di World Superbike (WSBK) Prancis kian memanaskan persaingan dengan Jonathan Rea.

Yamaha Harus Siap Menghadapi Perang Melawan Kawasaki

Toprak Razgatlioglu (Pata Yamaha with Brixx WorldSBK) dan Jonathan Rea (Kawasaki Racing Team WorldSBK) berduel sengit untuk menjadi yang terbaik pada lomba Superpole Race yang berlangsung 10 lap di Circuit de Nevers Magny-Cours, Prancis, Minggu (5/9/2021).

Bintang WSBK asal Turki yang tengah memimpin klasemen tersebut melintas garis finis pertama tepat di depan Rea, kampiun enam tahun terakhir (2015-2020).

Namun, setelah Race 2 yang kembali dimenangi Razgatlioglu, posisinya di Superpole Race diturunkan satu tingkat karena pelanggaran track limit pada lap terakhir. Keputusan tersebut menggagalkan hat-trick kemenangan Razgatlioglu.

Dengan memenangi Race 1 dan 2 serta P2 di Superpole Race, Razgatlioglu memang tetap kokoh di puncak klasemen dan kini unggul tujuh poin atas Rea di posisi kedua. Tetapi, Paul Denning, selaku Manajer Tim Pata Yamaha with Brixx WorldSBK tetap tidak puas.

Memang, sanksi untuk Razgatlioglu disebabkan karena protes yang dilakukan Kawasaki. Denning bersikukuh, ban belakang Yamaha YZF R1 milik Razgatlioglu yang hanya 5mm menyentuh area hijau saat keluar Tikungan 9 dan 10, sama sekali tidak memberi keuntungan lebih.

Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team, Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK saat berduel di Race 2 WSBK Prancis.

Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team, Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK saat berduel di Race 2 WSBK Prancis.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Selain itu, menurut Denning, dari tayangan ulang maupun rekaman video sejatinya tidak jelas benar apakah Razgatlioglu benar-benar menyentuh area hijau atau tidak.

Tetapi, Kawasaki tidak hanya melakukan protes. Mereka mempertegasnya dengan menunjukkan hasil rekaman video dari motor Rea. Dari situ memang terlihat ban belakang Razgatlioglu menyentuh area hijau, meskipun tidak banyak.

“Jika ini cara bermain yang diinginkan Kawasaki, mungkin atmosfer persaingan akan berubah sedikit pada lomba-lomba berikutnya,” tutur Denning yang kesal karena penalti itu juga menggagalkan hat-trick kemenangan pertama Yamaha di WSBK.

Denning dan Yamaha sah-sah saja jika menginginkan persaingan “berbeda” dengan Kawasaki. Namun, sejarah menunjukkan, Rea dan Kawasaki sudah terbiasa menghadapi itu dan selama ini selalu memenangi berbagai macam “perseteruan” di WSBK.

Dalam beberapa musim, Rea dan Kawasaki sempat menghadapi persaingan baik dari dalam maupun luar tim. Entah itu duel psikologis, melawan rekan setim, hingga konfrontasi langsung.

Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team, Chaz Davies, Aruba.it Racing-Ducati Team, Alvaro Bautista, Aruba.it Racing-Ducati Team saat bertarung di Race 1 WSBK Amerika Serikat 2019 di Laguna Seca.

Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team, Chaz Davies, Aruba.it Racing-Ducati Team, Alvaro Bautista, Aruba.it Racing-Ducati Team saat bertarung di Race 1 WSBK Amerika Serikat 2019 di Laguna Seca.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Dua tahun lalu, Rea mendapatkan ancaman sangat serius – mungkin yang paling berat hingga kini – dari Alvaro Bautista. Debut di WSBK pada 2019 bersama tim pabrikan Aruba.it Racing - Ducati, Bautista langsung memenangi 11 race awal untuk unggul 61 poin atas Rea.      

Hebatnya, dalam tekanan psikologis yang sangat berat, Rea mampu bangkit mulai di Misano, Italia, seri ketujuh dari 13 musim 2019. Setelah finis P5 di Superpole Race Misano, ia tidak pernah finis di luar dua besar!

Dalam 19 race berikutnya, Rea mampu 14 kali menang dan lima kali finis kedua. Sementara, dalam kurun waktu yang sama, Bautista tiga kali retired dan sekali tidak start (DNS).

Musim ini, WSBK masih menyisakan 15 race dari lima seri. Dari sisi teknis, Yamaha YZF R1 saat ini mungkin sedikit di atas Kawasaki ZX-10RR. Jika mampu mempertahankan konsistensi sekaligus mengatasi tekanan dari Rea, Razgatlioglu tentu akan mampu menjegalnya.

Sebelum duel dengan Bautista, Rea juga mengalami rivalitas sengit dengan rekan setimnya sendiri di Kawasaki, Tom Sykes. Rea yang bergabung ke Kawasaki pada 2015 atau lima tahun setelah Sykes, juara dunia 2013, langsung menjadi juara.

Namun, persaingan keduanya berubah pada 2016, saat keduanya bersaing sangat ketat di Buriram, Thailand. Sykes mengalahkan Rea di Race 2, tanpa kehilangan perhatian dari dalam tim.

Pada WSBK 2017, hubungan keduanya terbilang stabil. Tetapi, pada 2018, keduanya bentrok di Brno, Rep. Ceko, yang berlanjut ke perang mulut usai Race 2 (Rea retired, Sykes P16). Sykes akhirnya meninggalkan Kawasaki pada akhir 2018 untuk bergabung ke BMW.

Jonathan Rea, Kawasaki Racing, saat melawan Chaz Davies, Aruba.it Ducati, saat berduel di WSBK Aragon 2019.

Jonathan Rea, Kawasaki Racing, saat melawan Chaz Davies, Aruba.it Ducati, saat berduel di WSBK Aragon 2019.

Rea juga pernah terlibat pertengkaran dan konfrontasi di WSBK dengan Chaz Davies. Sejak 2015, keduanya tidak pernah bertegur sapa.

Puncaknya terjadi pada Race 2 WSBK Malaysia. Keduanya bersenggolan di tikungan terakhir lap penutup. Rea gagal memastikan gelar karena finis P2 sedangkan Daviez memenangi lomba.

Duel panas keduanya berlanjut pada 2016. Tetapi puncaknya terjadi pada 2017. Aksi saling balap pada lap terakhir di Aragon mendahului konfrontasi Parc Ferme yang berapi-api pada balapan berikutnya di Assen, setelah Superpole (kualifikasi).

Jonathan Rea dan Chaz Davies memang tidak bersahabat dan sepertinya tidak akan berubah dalam waktu dekat.     

Dalam konteks melawan Rea dan Kawasaki, kini konsistensi dan mentalitas Toprak Razgatlioglu akan sangat berpengaruh. Ini akan menjadi tantangan berat bagi Razgatlioglu yang baru 24 tahun.

Baca Juga:

 

 

dibagikan
komentar
Alvaro Bautista Terkesan dengan Performa CBR1000RR-R

Artikel sebelumnya

Alvaro Bautista Terkesan dengan Performa CBR1000RR-R

Artikel berikutnya

Galang Hendra Sulit Temukan Ritme di Magny-Cours

Galang Hendra Sulit Temukan Ritme di Magny-Cours
Muat komentar