Tak Mau Ambil Risiko, Alfa Romeo Enggan Rekrut Rookie

Alfa Romeo enggan ambil risiko ketika menentukan line-up untuk F1 2022. Jika dihadapkan pada dua opsi, bos tim tersebut, Fred Vasseur, memilih pembalap berpengalaman daripada debutan.

Tak Mau Ambil Risiko, Alfa Romeo Enggan Rekrut Rookie

Kimi Raikkonen memutuskan mengakhiri petualangan di Formula 1 akhir musim nanti. Berdasarkan rumor, Valtteri Bottas yang kini memerperkuat Mercedes punya kans besar jadi pengganti.

Antonio Giovinazzi tidak mendapat garansi karena adanya perubahan dalam kontrak. Seandainya, anggota Akademi Pembalap Ferrari itu kehilangan kursi, maka pintu akan terbuka untuk beberapa pembalap.

Pilot muda Ferrari, Callum Ilott yang berstatus pembalap cadangan Alfa Romeo, atau Robert Shwartzman yang kini berlaga di Formula 2, punya kans promosi.

Alexander Albon dan juara Formula E, Nyck de Vries, juga disebut bisa mengisi slot kosong Alfa Romeo dan Williams. 

Vasseur menegaskan lebih suka mempekerjakan pembalap berpengalaman di F1 karena minimnya pengujian. Apalagi musim depan, ada perubahan teknis untuk kendaraan musim 2022.

Baca Juga:

Berdasarkan pertimbangan itu, kemungkinan tim Swiss memilih didikan Red Bull Racing tersebut daripada de Vries.

“Saya tidak yakin bahwa perubahan regulasi ada hubungannya dengan ini. Saya akan mengatakan bahwa itu mungkin lebih pada jumlah hari tes terbatas,” ujarnya kepada Motorsport.com.

“Kami harus mempertimbangkan poin di antara lainnya dalam pilihan pembalap. Saya lebih khawatir tentang jumlah hari tes ketika bicara tentang rookie. Sebab. Anda punya enam, atau delapan hari jika Anda mempertimbangkan hari tes akhir musim.”

Ia memaparkan berbagai isu yang kemungkinan muncul dan membuat rumit pengembangan.

“Itu artinya bahwa masing-masing pembalap dapat tiga hari dengan mobil baru. Anda bisa membayangkan juga isu keandalan, atau kondisi cuaca buruk seperti yang kami alami dua tahun lalu, atau bahkan di Bahrain. Kami harus memperhatikan semua poin tersebut,” tuturnya.

“Ketika Anda memilih pembalap, saya ingin memiliki kontrak jangka menengah. Anda tidak harus fokus pada dua peristiwa pertama, tetapi Anda harus memiliki kesepakatan jangka menengah.”

Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing C41

Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing C41

Photo by: Zak Mauger / Motorsport Images

Tentang nasib Giovinazzi, peluang untuk mempertahankan pembalap Italia itu tetap ada. Ini lebih pada hubungan bisnis dengan Ferrari.

“Kami punya relasi sangat kuat dengan Ferrari. Kami ingin mengembangkan hubungan dengan mereka dan kami juga sedang melihat lebih seksama dari akademi, pastinya,” Vasseur mengungkapkan.

“Keuntungannya adalah kami tidak harus ambil keputusan sekarang. Antonio masih punya beberapa balapan di hadapannya. Dia punya posisi bagus, dia bagian dari keluarga. Dia bekerja baik dengan kami.”

Vasseur enggan menanggapi rumor soal tercapainya kontrak Bottas untuk musim depan. Pembalap Finlandia tersebut bukan sosok asing baginya. Mereka bekerja sama di F3 dan GP3 musim 2009-2011.

“Itu bukan karena saya punya kenangan indah dengan Valtteri, bahwa saya ingin menempatkannya di mobil!” Vasseur bercanda. “Anda punya jumlah kursi terbatas, pembalap terbatas dan Anda dapat membayangkan semua kombinasi.”

dibagikan
komentar
Hasil FP3 F1 GP Belanda: Verstappen Unggul Signifikan atas Duo Mercedes

Artikel sebelumnya

Hasil FP3 F1 GP Belanda: Verstappen Unggul Signifikan atas Duo Mercedes

Artikel berikutnya

George Russell-Lewis Hamilton Akan Sama Tertekan bila Satu Tim

George Russell-Lewis Hamilton Akan Sama Tertekan bila Satu Tim
Muat komentar