Formula E ubah kualifikasi, naikkan penalti grid

dibagikan
komentar
Formula E ubah kualifikasi, naikkan penalti grid
Oleh: Alex Kalinauckas
5 Jul 2018 12.53

Mulai musim kelima, Formula E akan memperkenalkan sistem kualifikasi grup anyar, serta menambah penalti grid bagi pembalap yang melanggar alokasi maksimal powertrain.

Perubahan tersebut termasuk dalam aturan olahraga FIA untuk FE musim 2018/19, yang akan memulai ronde perdana di Riyadh, (15/12).

Sistem kualifikasi grup terdiri dari empat grup, masing-masing diisi oleh maksimal enam pembalap, mengingat HWA akan bergabung sebagai tim ke-11. Urutan keluar tidak lagi ditentukan secara acak.

Babak superpole akan mengambil enam pembalap tercepat saat sesi kualifikasi kelompok.

Pembalap terbagi ke dalam grup berdasarkan urutan klasemen kejuaraan, namun enam teratas akan selalu turun pertama, diikuti pembalap lainnya sesuai posisinya.

Khusus balapan di Riyadh, klasemen terakhir musim 2017/18 akan menentukan pembalap di tiap grup.

Setiap pembalap FE akan diberi jatah dua motor listrik, dua girboks, dua inverter, dan satu baterai sepanjang musim.

Penambahan jatah masing-masing komponen akan dihapus mulai musim kelima. Bila melanggar, pembalap akan dikenai penalti grid sebanyak 20 posisi pada balapan berikutnya.

Sebagai catatan, dengan aturan saat ini, bila pembalap melanggar jumlah maksimal jatah komponen, akan dikenakan hukuman turun 10 posisi.

Sistem regenerasi boleh digunakan sewaktu-waktu saat balapan. Penerima hadiah fanboost hanya boleh menggunakan dalam mode mesin sekunder, atau disebut hyperboost.

Aturan olahraga FE musim kelima menyatakan bahwa jumlah aktivasi dan durasi penggunaan ‘mode menyerang’ akan ditentukan oleh FIA di tiap ronde, tergantung kondisi masing-masing lintasan.

Motorsport.com memprediksi meski regulasi tersebut sepertinya tidak akan berubah, FIA nampak berhati-hati dalam penyusunannya untuk menjaga aturan tersebut tetap fleksibel.

CEO FE, Alejandro Agag, berharap sistem yang mirip video game Mario-Kart tersebut berdurasi delapan menit tiap balapan.

Slider
List

Jean-Eric Vergne, Techeetah

Jean-Eric Vergne, Techeetah
1/10

Foto oleh: Dom Romney / LAT Images

James Rossiter, Techeetah

James Rossiter, Techeetah
2/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Mitch Evans, Jaguar Racing

Mitch Evans, Jaguar Racing
3/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing
4/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
5/10

Foto oleh: Dom Romney / LAT Images

Andre Lotterer, DS Performance Gen2

Andre Lotterer, DS Performance Gen2
6/10

Mahindra Gen2 car

Mahindra Gen2 car
7/10

Nico Rosberg mengemudikan mobil Gen2 di jalanan Berlin

Nico Rosberg mengemudikan mobil Gen2 di jalanan Berlin
8/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Susie Wolff, Team Principal Venturi Formula E Team, Felipe Massa, Venturi Formula E Team, Gildo Pallanca Pastor, pemilik Venturi Formula E Team

Susie Wolff, Team Principal Venturi Formula E Team, Felipe Massa, Venturi Formula E Team, Gildo Pallanca Pastor, pemilik Venturi Formula E Team
9/10

Nissan Formula E

Nissan Formula E
10/10

“Kita lihat akan ada berapa periode, entah satu, dua, tiga, atau dua menit, berapapun itu,” ujarnya kepada Motorsport.com.

“FIA akan menentukan jumlah penggunaannya sebelum balapan berlangsung, jelas tidak ada kepastian. Pastinya akan berdurasi delapan menit dengan mode hyperboost.

“Kami akan mengujicoba pertengahan Oktober [saat tes pramusim], sehingga semua paham cara kerja sistem ini.

“Kami menginginkan sistem yang mumpuni sepanjang musim, karenanya perlu dites terlebih dahulu.”

Aturan tersebut juga menyatakan berat minimal mobil serta pembalap naik, dari 880 kg menjadi 900 kg. Peralihan data dari mobil ke tim saat baterai cadangan ditempelkan di parc ferme akan diizinkan.

Alih-alih menggunakan satu set ban basah ekstrim, tiap pembalap akan diberi jatah dua set ban depan dan belakang untuk tiap event.

Ban bekas balapan sebelumnya tidak lagi wajib digunakan di ronde berikutnya.

Artikel Formula E berikutnya
Bird: Perubahan layout New York persulit raih gelar

Artikel sebelumnya

Bird: Perubahan layout New York persulit raih gelar

Next article

Rossiter jadi pembalap tes Techeetah

Rossiter jadi pembalap tes Techeetah

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Penulis Alex Kalinauckas
Tipe artikel Breaking news