MotoGP 2017

Rossi terkejut mampu tempati baris depan

Tak hanya fans MotoGP yang dibuat terkejut atas keberhasilan Valentino Rossi start ketiga. The Doctor juga tak menyangka akan mampu melengkapi baris depan.

Rossi tampil sensasional pada kualifikasi MotoGP Aragon, Sabtu (23/9). Hanya 23 hari usai cedera patah tulang tibia dan fibula pada kaki kanannya, ia menunjukkan performa impresif kala menggeber Yamaha YZR-M1.

Pembalap Italia itu bahkan sempat merebut posisi teratas jelang menit-menit akhir kualifikasi, walau kemudian ia digusur rekan setim Maverick Vinales dan pembalap Ducati, Jorge Lorenzo.

“Ya, Anda tahu, ini juga kejutan bagi saya dan tim, karena saya tidak tahu harus berharap apa. Seminggu lalu, saya mulai berpikir mungkin saja (bisa) berkendara Aragon. Jadi, saya tes beberapa lap dengan R1 (di Misano). Saya memahami bisa berkendara, tapi merasa kesakitan,” ucap Rossi.

“Saya beruntung kondisi kaki membaik setiap hari. Pada Jumat, ketika pertama kali mengendarai M1, saya sudah merasa nyaman dibandingkan hari sebelumnya. Juga posisi di atas motor lebih nyaman dan lebih baik untuk ukuran tubuh saya.

“Berkendara di lintasan basah tidak terlalu buruk. Saya tidak merasa kesakitan pada kaki, tapi saya tahu bagaimana di lintasan kering. Tapi pagi ini, saya merasa cukup baik. Saya bisa mengendarai motor, masih merasa kesakitan, tapi tidak terlalu banyak, dan saya bisa berkonsentrasi.

“Posisi saya di atas motor tidak sempurna, tapi cukup mendekati normal. Kami bekerja sangat baik dengan tim. Untuk kualifikasi, saya merasa sangat baik dengan motor, dan dengan ban kedua, saya bisa melakukan putaran yang sangat bagus. 

“Start dari baris depan selalu penting. Bagi saya lebih penting karena biasanya lebih mudah untuk ke posisi teratas. Tapi kami (masih) perlu memahami dan sedikit bekerja, karena kecepatan saya tidak fantastis dengan ban balapan. Kami akan mencoba memperbaikinya,” tandasnya.

Ditanya apakah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit (painkiller), sembilan kali juara dunia itu menjawab: “Ya, saya mengonsumsinya, karena tanpa painkiller sulit untuk memakai sepatu balap dan saya sangat menderita. Saya hanya minum satu pil.”

Rahasia penampilan cemerlang

Melihat Rossi melibas Sirkuit Aragon di atas YZR-M1 tentu mengundang rasa penasaran, terutama mengingat ia baru saja pulih dari cedera kaki. Ditambah motor MotoGP begitu menuntut kekuatan fisik prima. 

Lalu, apa yang menjadi rahasia kehebatan The Doctor, ketika akhirnya berhasil merebut start ketiga saat kualifikasi. Pembalap berusia 38 tahun itu mengatakan, kuncinya adalah berusaha memperbaiki diri tahap demi tahap, serta lap demi lap. Tak ketinggalan latihan menjadi kunci penting.

“Juga set-up motor. Tentunya, mencoba mengambil sedikit margin lagi agar tidak membuat kesalahan. Tapi saya sudah merasa nyaman di atas motor sejak Jumat. Dan ketika saya berkendara, saya tidak maksimal dan tidak merasa kesakitan,” tutur Rossi.

“Sudah pasti hari paling sulit adalah besok (Minggu), karena balapan selalu keras dalam kondisi normal. Tapi Anda (pasti akan) berusaha.”

Bagaimana dengan target balapan? Finis dan mencetak poin, atau membidik podium? Rossi pun menjawab: “Eh, Anda tahu, bagi saya, kami perlu memahami kondisi kaki dan masalah dengan motor.

“Saat kualifikasi, saya memakai ban soft. Segalanya sedikit lebih mudah, tapi itu sangat tergantung pada ban belakang besok. Yang pertama, membuat pilihan tepat (kompon ban). Setelah itu, saya berharap kami bisa bekerja baik dan meningkatkan kecepatan.

“Target? Saya tidak tahu. Start dari baris depan tentu membantu. (Saya) akan mencoba melakukan start bagus, dan kita lihat saja nanti.”

Laporan tambahan oleh Valentin Khorounzhiy

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Aragon
Trek Motorland Aragon
Pembalap Valentino Rossi
Tim Yamaha Factory Racing
Tipe artikel Reactions
Topik MotoGP 2017