Toyota hampir pasti bertahan di WEC

Relevansi LMP1 hybrid dengan rencana produk Toyota merupakan alasan utama mengapa sangatlah penting bagi Toyota tetap berkompetisi di WEC meskipun kehilangan rival.

Satu persatu kabar baik seputar nasib masa depan LMP1 mulai bermunculan. Toyota, meski terancam bertarung sendirian tahun depan, diyakini tinggal selangkah lagi mengumumkan partisipasinya untuk bertahan di kategori LMP1 WEC.

Hal ini dikatakan presiden baru TMG, Hisatake Murata usai WEC Meksiko. Menurutnya, hal ini kembali kepada alasan mengapa awalnya Toyota ikut LMP1. 

“Ketika kita berpikir apa alasan Toyota membalap dengan teknologi hybrid, kami tidak punya alasan mengapa sekarang harus berhenti [setelah Porsche keluar],” ucap Murata kepada Motorsport.com.

“Kami akan berjalan dengan cara sendiri. Ingin mematangkan teknologi hybrid dan menampilkannya pada model produksi massal, sportscar hybrid, dan lain-lain. Inilah mengapa kami pada awalnya memutuskan terjun di WEC.”

“Program pengembangan masih berjalan. Jadi sangatlah penting mengapa kami harus meneruskan program balap hybrid walau tidak ada rival.”  

Menurut Murata, tren kategori GT saat ini memang mengundang minat Toyota untuk berpartisipasi. Tetapi, karena hingga detik ini belum ada rencana membuat regulasi hybrid untuk GT, maka tidak ada pilihan lain selain LMP1 untuk mengembangkan hybrid.

“Saya berdiskusi dengan dewan direksi Toyota mengenai pentingnya terus berlaga di WEC, dimana teknologi hybrid dapat dikembangkan. Kami masih memiliki banyak hal harus dilakukan,” tambah Murata. “Dan secara pribadi, saya pikir Toyota akan terus mengikuti WEC.”  

Isu utama tentu, bagaimana menyeimbangkan performa antara hybrid dan mesin biasa. Jika Murata bisa meyakinkan direksi Toyota maka artinya tahun depan setidaknya ada enam prospek peserta LMP1.

“Walau Porsche pergi, rival baru akan datang. Dan tidak ada waktu istirahat dalam pengembangan,” tutup Murata.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan WEC
Tim Toyota Motorsport GmbH
Tipe artikel Breaking news