10 Fakta Menarik Kimi Raikkonen

Rabu (1/9/2021) petang, Kimi Matias Raikkonen mengumumkan pengunduran dirinya dari Formula 1 pada akhir musim 2021. Banyak sekali fakta unik tentang Iceman di F1.

10 Fakta Menarik Kimi Raikkonen

Mundurnya Kimi Raikkonen dari Formula 1 jelas menjadi kehilangan besar bagi komunitas balap jet darat dan penggemarnya. Maklum, selain statusnya sebagai juara dunia 2007, pembalap asal Finlandia, 41 tahun, tersebut juga memiliki beberapa torehan menarik.

Seusai GP Belgia akhir pekan lalu, Raikkonen sudah menyelesaikan 341 balapan F1, rekor jumlah turun terbanyak. Dengan sisa 10 balapan musim ini, jika pembalap Alfa Romeo itu bisa turun semua, rekornya akan sulit dipecahkan.

Namun, tidak banyak yang tahu bila pemenang 21 Grand Prix, 103 finis podium (#5 all-time), 46 lap tercepat (#3 all-time), dan 18 pole position di Formula 1 (sejak 2001-2009, 2012-GP Belgia 2021) tersebut memiliki sisi lain yang menarik. Berikut 10 di antaranya.

Baca Juga:

Pilih Motorsport daripada Hoki Es karena Tak Bisa Bangun Pagi

Seperti orang Finandia pada umumnya, Raikkonen tumbuh dan berkembang dengan menyukai olahraga hoki es. Saat menjelang remaja, ia bingung apakah harus memilih hoki es atau olahraga balap (motorsport) sebagai karier.

Semua tahu, ia akhirnya memilih balap dan membuktikan pilihannya tidak salah karena kariernya sangat cemerlang. “Karena saya tidak bisa bangun pagi,” demikian alasan Raikkonen saat ditanya mengapa tidak jadi memilih hoki es sebagai kariernya.

Julukan Iceman dari Ron Dennis

Kimi Raikkonen bersama Ron Dennis pada di sebuah acara.

Kimi Raikkonen bersama Ron Dennis pada di sebuah acara.

Foto oleh: Motorsport Images

Sepanjang kariernya di F1, Kimi Raikkonen sudah memperkuat lima tim, yakni Sauber (2001), McLaren (2002-2006), Ferrari (2007-2009, 2014-2018), Lotus (2012, 2013), dan Alfa Romeo (2019-sekarang).

Pada awal musim pertamanya di McLaren, bos tim Ron Dennis langsung memberinya julukan Iceman karena sikap tenang dan cenderung dingin yang ditunjukan Raikkonen.

Iceman sebenarnya bukan julukan pertama buat Raikkonen. Pendiri dan pemilik Tim Sauber, Peter Sauber, pernah menjuluki Raikkonen dengan Eskimo karena terus menyembunyikan identitasnya pada tes perdana dan tak mau menarik perhatian para rivalnya.

Baru Turun 23 Balapan Sebelum Debut F1

Sebelum debut F1 bersama Sauber pada 2001, Raikkonen hanya turun dalam 23 balapan formula, di antaranya Formula Renault Inggris.

Pada 2000, Raikkonen memenangi tujuh dari 10 balapan Formula Renault Inggris. Total, dalam dua seri Formula Renault, Raikknen mapu memenangi 13 dari 23 balapan. Dengan begitu, persentase kemenangannya mencapai 57%.

Statistik tersebut mengantarnya untuk tes bersama Sauber. Pada hari kedua tes, Raikkonen mampu 0,5 detik lebih cepat daripada pembalap reguler Sauber, Pedro Diniz.

Sauber pun menutup rapat hasil tes ini agar tidak diketahui para rival. Itulah sebabnya Peter Sauber saat itu menjulukinya Eskimo.

Menjelang debut di GP Australia 2001, Presiden FIA saat itu, Max Mosley, ragu untuk memberikan Super Licence F1 kepada pembalap minim pengalaman seperti Raikkonen.

Raikkonen akhirnya bisa mendapatkan Super Licence menyusul performa impresifnya di GP Australia 2001 dengan merebut 1 poin setelah finis P6. Kabarnya, saat itu ia tertidur sekitar 30 menit sebelum balapan berlangsung.

Penggemar Fanatik James Hunt      

 

Raikkonen memang lahir tiga tahun setelah James Hunt memenangi satu-satunya gelar juara dunia F1 pada 1976. Tapi, ia adalah penggemar berat pembalap Inggris yang hanya tujuh musim berkarier di F1 tersebut (1973-1979).

Dalam beberapa kesempatan, Raikkonen menunjukkan kekagumannya terhadap Hunt, misalnya turun dengan nama James Hunt dalam balap snowmobile dan powerboat, hingga memakai helm dengan livery hitam dengan nama Hunt pada GP Monako 2012.

Karena menggemari Hunt itulah Raikkonen selalu bergaya rock and roll seperti sang idola, saat berada di luar lintasan.

Berpesta 16 Hari Beruntun di Sela-sela Balapan

Kimi Raikkonen bersama seorang teknisi Lotus F1 menjelang GP Spanyol 2012.

Kimi Raikkonen bersama seorang teknisi Lotus F1 menjelang GP Spanyol 2012.

Semua tahu Raikkonen sangat menyukai minuman beralkohol. Namun, tidak ada yang menduga bila ia melakukannya sepanjang hari antara balapan di Bahrain dan Spanyol, balapan keempat dan kelima pada F1 musim 2012.

Setelah finis P2 di Bahrain, Raikkonen dan sahabatnya yang juga pemain hoki es Finlandia, Kimmo Pikkarainen, merayakannya dengan mendatangi pesta yang digelar Pangeran Bahrain.

Berpesta lebih dari sepekan disertai minum minuman keras, membuat Raikkonen terluka sehingga tidak bisa mengikuti tes bersama Lotus yang digelar sebelum GP Spanyol.

Kabarnya, Raikkonen baru berhenti berpesta karena akan pulang ke Helsinki merayakan May Day. Hebatnya, kendati sempat dirawat, Raikkonen mampu naik podium ketiga di Barcelona dan kembali meminum beberapa botol sampanye.

Tidak Pernah Memenangi Atlet Terbaik Finlandia

Setiap negara hampir pasti memiliki penghargaan Atlet Terbaik semisal Sports Personality of the Year (SPOTY) Award atau sejenisnya. Namun, Raikkonen tidak pernah memenanginya.

Ia hampir merebut penghargaan itu setelah menjadi juara dunia pada 2007 bersama Ferrari. Tetapi, torehan itu tidak cukup bagi Raikkonen untuk mengalahkan atlet lempar lembing Tero Pitkamaki.

Hasil ini mengejutkan karena dua juara dunia F1 asal Finlandia lainnya, Keijo “Keke” Rosberg (1982) dan Mika Hakkinen (1998, 1999) berhasil merebut penghargaan Atlet Terbaik Finlandia masing-masing pada 1982 dan 1998.

Sangat Menyukai Kapal Pesiarnya

 

Salah satu momen ikonik Raikkonen terjadi di GP Monako 2006. Setelah tidak bisa melanjutkan balapan, ia memilih pulang ke yacht-nya, yang dinamai One More Toy, ketimbang ke paddock.

Sejak saat itu, One More Toy beberapa kali terlihat bersandar di Pelabuhan Monako. Selain One More Toy, Raikkonen juga memiliki yacht yang sedikit lebih kecil yang dinamainya Iceman.

Dalam beberapa tahun terakhir, karena terlalu sibuk, Raikkonen kabarnya menyewakan yacht-nya tersebut untuk mereka yang ingin menyaksikan GP Monako sekaligus bertemu dengannya.

Satu-satunya Pembalap F1 yang Bisa Menang di Era Mesin V10, V8, dan Hybrid

Mungkin, tidak banyak yang tahu bila Raikkonen memiliki rekor lain yang cukup sulit dilakukan pembalap lain, satu-satunya pembalap yang mampu memenangi GP saat F1 memakai mesin V10, V8, dan turbo-hybrid.

Saat kali pertama turun di F1 pada 2001, mobil-mobil jet darat saat itu memakai mesin V10, sampai akhir 2005. Raikkonen mampu memenangi sembilan GP saat itu.

Ketika mesin V8 dipakai di F1 antara 2006 sampai 2013, Raikkonen berhasil 11 kali naik podium utama. Sejak 2014, F1 memakai mesin turbo-hybrid dan merebut satu kemenangan di GP Amerika Serikat 2018 bersama Ferrari.

Sangat Membenci Panggilan Telepon

Melihat caranya menjawab radio tim saat lomba, sesi wawancara, dan sikap dinginnya, tidak mengejutkan bila Raikkonen bukanlah penggemar panggilan lewat telepon.

Ia mengaku sangat membenci orang yang menelepon tanpa maksud yang jelas. “Saya tidak mau diganggu untuk menjawab ketika suara di ujung sana mengatakan 'tidak apa-apa, saya hanya menelepon untuk bertanya bagaimana kabarmu’,” kata Raikkonen dalam biografinya.

Bahkan, Raikkonen juga tidak tahan kendati sang penelepon memberi tahu kabar gembira di ujung pembicaraan. Saat diberi tahu bakal bersama Ferrari mulai 2014, Raikkonen langsung membuang telepon selulernya ke laut.

Juara Terakhir Ferrari

Kimi Raikkonen (depan, kedua dari kiri) merayakan gelar juara dunia F1 2007 bersama Prinsipal Ferrari Jean Todt, rekan setim Raikkonen, Felipe Massa, dan seluruh kru serta teknisi Ferrari.

Kimi Raikkonen (depan, kedua dari kiri) merayakan gelar juara dunia F1 2007 bersama Prinsipal Ferrari Jean Todt, rekan setim Raikkonen, Felipe Massa, dan seluruh kru serta teknisi Ferrari.

Setelah Kimi Raikkonen berhasil merebut gelar juara dunia pembalap bersama Ferrari pada F1 2007, belum ada lagi pembalap tim kuda jingkrak yang berhasl menjadi kampiun.

Pada 2007 itu, Raikkonen pun merebutnya dengan dramatis. Usai GP Cina, seri ke-16 dari 17 musim tersebut, ia berada di P3 dengan 100 poin dan tertinggal masing-masing tujuh dan empat poin dari duet McLaren, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso.   

Kimi Raikkonen berhasil menjadi juara usai memenangi seri terakhir di Brasil (10 poin) sedangkan Alonso finis P3 (6 poin) dan Hamilton P7 (2 poin). Raikkonen pun unggul hanya 1 poin atas Hamilton dan Alonso yang mengoleksi poin sama 109.

 

dibagikan
komentar
Jadwal Balapan Pekan Ini: F1 Gelar GP Belanda, WSBK Sambangi Prancis

Artikel sebelumnya

Jadwal Balapan Pekan Ini: F1 Gelar GP Belanda, WSBK Sambangi Prancis

Artikel berikutnya

Garasi Mercedes Bisa Makin Panas Jika George Russell Bergabung

Garasi Mercedes Bisa Makin Panas Jika George Russell Bergabung
Muat komentar