Aston Martin Targetkan Jadi Tim Elite F1 pada 2022

Pemilik tim, Lawrence Stroll, bicara soal target Tim Aston Martin F1, merebut kemenangan pada 2021 dan siap bersaing di barisan depan pada Kejuaraan Dunia Formula 1 2022.

Aston Martin Targetkan Jadi Tim Elite F1 pada 2022

Salah satu strategi yang sudah diterapkan Aston Martin untuk mengawali langkah tersebut adalah merekrut Sebastian Vettel – juara dunia F1 2010, 2011, 2012, 2013 – dari Ferrari. Pertanyaannya, realistiskah target Lawrence Stroll, utamanya jika melihat sejarah tim?

Cikal bakal Aston Martin adalah saat Eddie Jordan mendirikan Tim Jordan Grand Prix pada 1991. Hingga dibeli dan berubah nama menjadi Midland F1 Racing pada awal 2005, Jordan mampu memenangi empat balapan plus 19 podium dalam 250 lomba F1 antara 1991-2005.

Midland hanya bertarung selama musim 2006 tanpa kemenangan dari 18 balapan untuk kemudian dijual dan berganti nama menjadi Spiker Racing. Hanya turun dalam 17 balapan di F1 2007 tanpa kemenangan, Spyker pun dijual ke miliuner India, Vijay Mallya.

Turun dengan nama Force India, tim ini bertarung di F1 antara 2008-2018. Hasil finis terbaik mereka sepanjang 203 kali balapan di F1 adalah finis kedua di GP Belgia 2009. Total, Force India hanya mampu enam kali naik podium, satu pole position, dan lima fastest lap.

Pada 2018, tim ini dijual ke Racing Point meskipun saat itu nama konstruktor masih menggunakan Force India (Force India Racing Point). Racing Point bertarung pada F1 2019 dan 2020 untuk kemudian berganti nama menjadi Aston Martin mulai 2021.

Ketika pembalap Racing Point, Sergio Perez, memenangi GP Sakhir 2020 pada 6 Desember lalu, itu menjadi kemenangan pertama mereka dalam 17 tahun terakhir. Sebelumnya, Giancarlo Fisichella memenangi GP Brasil 2003 saat Aston Martin masih bernama Jordan.

Baca Juga:

Saat disinggung mengenai target 2021, Stroll dengan optimistis menyebut timnya akan mampu memenangi beberapa balapan. “Kami telah menunjukkan kemampuan,” kata Stroll mengacu kemenangan Perez di Bahrain dan finis tiga podium lainnya di F1 2020 lalu.

Miliuner asal Kanada itu juga menjelaskan mereka ingin mampu konsisten finis di belakang Mercedes pada tahun ini. Stroll mengingatkan pula bila tahun lalu timnya hampir finis di posisi ketiga klasemen akhir konstruktor.

“Kami hanya bernasib buruk, mengalami sejumlah kerusakan mesin di beberapa balapan terakhir,” tutur Stroll.

Racing Point akhirnya finis di posisi keempat setelah tertinggal tujuh poin dari McLaren yang finis di posisi ketiga.

Target Stroll terhadap Tim Aston Martin untuk F1 2021 memang cukup ambisius. Namun, bukan berarti dirinya gila. “Apakah kami bisa mengalahkan Mercedes (pada 2021)? Tentu tidak. Kami realistis,” ucap Stroll.

Meskipun demikian, Lawrence Stroll sangat optismistis timnya mampu bersaing di barisan depan pada 2022. Faktor krusial yang membuatnya begitu yakin adalah sejumlah aturan baru yang akan diterapkan pada F1 2022.

“Tujuan perubahan regulasi itu adalah membuat gap di antara tim-tim semakin dekat,” ucap Stroll yang putranya, Lance Stroll, akan menjadi pendamping Sebastian Vettel musim depan.

“Jika aturan itu berhasil, saya kira kami akan mampu menjadi penantang bukan hanya untuk Mercedes namun juga tim-tim lain seperti Red Bull dan Ferrari. Itu terjadi saat nama kami bukan lagi Racing Point namun Aston Martin.”

Terlepas masih akan menggunakan power unit dari Mercedes musim depan, Lawrence Stroll sepertinya harus ingat bila di F1, mengganti nama tim tidak serta merta mampu mengubah nasib dan peruntungan.  

dibagikan
komentar
McLaren Ungkap Alasan Tak Beri Ricciardo Perlakukan Spesial

Artikel sebelumnya

McLaren Ungkap Alasan Tak Beri Ricciardo Perlakukan Spesial

Artikel berikutnya

Charles Leclerc Positif Covid-19

Charles Leclerc Positif Covid-19
Muat komentar