Brawn Optimistis Sprint Qualifying Bikin F1 Makin Menarik

Managing Director Motorsports, Ross Brawn, mengungkapkan bahwa Sprint Qualifying diciptakan untuk meningkatkan daya tarik Formula 1 sebagai tontonan bagi penggemar dan promotor.

Brawn Optimistis Sprint Qualifying Bikin F1 Makin Menarik

Kejuaraan dunia balap jet darat akhirnya resmi menerapkan format Sprint Qualifying (SQ/Kualifikasi Sprint) di tiga seri F1 pada 2021. Rencananya dua digelar di Eropa, sedangkan satu lainnya di luar Benua Biru.

Sprint Qualifying akan menyuguhkan perlombaan sejauh 100 km pada Sabtu petang akhir pekan sebuah lomba. Hasil SQ ini akan menentukan posisi start pada balapan sesungguhnya pada Minggu.

Grid untuk Sprint Qualifying akan ditentukan pada Jumat sore dengan menggunakan format kualifikasi saat ini, mobil-mobil pembalap masuk parc ferme untuk start kualifikasi. Adapun, latihan bebas selama 60 menit digelar pada Jumat dan Sabtu pagi.

“Hal yang perlu diingat tentang Sprint Qualifying adalah niatnya untuk berkembang sepanjang akhir pekan. Ini tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi acara perlombaan. Grand Prix masih menjadi event penting di akhir pekan,” ucap Brawn melansir situs resmi Formula 1.

“Kami ingin memberikan keterlibatan penggemar sepanjang akhir pekan. Grand Prix hari Minggu luar biasa, dan kami tidak ingin mengurangi nilainya. Tetapi kami ingin meningkatkan keterikatan fans pada (sesi) Jumat dan Sabtu.

“Hari Jumat benar-benar untuk para fan saat ini. Menonton sesi latihan pada Jumat memang menyenangkan, tapi belum terasa keseruannya. Namun pada Jumat sekarang (di seri-seri terpilih), kami akan menikmati format kualifikasi.”

Baca Juga:

Lebih lanjut Brawn mengatakan, tidak mudah bagi F1 mencapai kesepakatan dengan tim-tim. Karena itulah, beberapa di antaranya perlu waktu untuk menyepakati format Sprint Qualifying.

Salah satu tantangannya adalah menemukan format yang memiliki keseimbangan tepat antara memberi sesi Jumat dan Sabtu yang menarik. Termasuk soal solusi ekonomi dan logistik yang tidak terlalu memengaruhi tim.

“Mereka menginginkannya, tapi mereka semua bekerja di bawah tantangan besar dan kami harus menemukan solusi yang sesuai dengan mereka tanpa mengorbankan event (balapan),” kata pria asal Inggris tersebut.

“Pembalap terbuka tentang formatnya - dan hanya itu yang kami minta, agar para pembalap tetap berpikiran terbuka sehingga kami dapat mengevaluasi dan kemudian memutuskan apakah di masa depan ini akan membentuk fitur musim F1. Jika tidak berhasil, kami angkat tangan dan kami akan memikirkannya lagi.”

Ross Brawn, Managing Director of Motorsports, FOM

Ross Brawn, Managing Director of Motorsports, FOM

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Colton Herta Diklaim Punya Kualitas F1

Artikel sebelumnya

Colton Herta Diklaim Punya Kualitas F1

Artikel berikutnya

Respons Bos AGPC soal Double-Header GP Australia

Respons Bos AGPC soal Double-Header GP Australia
Muat komentar