Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Ralf Schumacher: Ferrari Hancurkan Peluang Sendiri

Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, ikut gemas melihat banyaknya kesalahan yang dilakukan Ferrari. Menurutnya, tim tersebut menghancurkan sendiri peluangnya.

Carlos Sainz, Ferrari F1-75, Charles Leclerc, Ferrari F1-75

Di awal musim, skuad asuhan Mattia Binotto tampak jadi penantang kuat titel F1 2022. Namun, seiring berjalannya waktu, kelemahan F1-75 kian terekspos.

Bukan hanya problem keandalan mobil, Binotto dan tim kerap menerapkan strategi yang salah sehingga harus dibayar mahal para pembalapnya.

Terbaru dalam Grand Prix Hungaria, Ferrari salah menilai situasi yang berimbas pada pemilihan ban kurang tepat.

Charles Leclerc yang mestinya bisa berdiri di puncak podium, perlahan disingkirkan oleh lawan-lawannya. Pembalap Monako itu pun harus puas finis P6.

Menanggapi situasi tersebut, Schumacher mengungkapkan, “Akhir pekan di Hungaria berat untuk Ferrari.

“Pada Jumat, mereka menggunakan ban usang dan membuat kesalahan dengan memilih ban keras. Balapan dilakukan dalam udara dingin dan ban keras tidak berfungsi. Saya juga tidak mengerti kenapa Leclerc melakukan pit stop terakhir. Mereka kehilangan dua posisi karena itu.

“Anda bisa melihat betapa Charles reaksi sangat marah. Tidak mudah untuk pembalap melewati hal seperti di Paul Ricard dan Hungaroring. Dia punya empat pekan sebelum bisa mengubah apa pun.

“Media, khususnya di Italia, sangat aktif mengkritik. Itu berlebihan untuknya, sangat berat. Tapi, dia harus mengatasinya.”

Pria yang kini menjadi komentator tersebut mengungkapkan kalau Leclerc bisa balapan dan memenanginya, ceritanya akan berbeda.

Ia menegaskan kalau tidak ada perubahan maka gap 80 poin antara Max Verstappen dan Leclerc bisa melebar. Red Bull tidak akan santai dalam jeda balapan.

Pilot Belanda itu sudah menunjukkan skill di Hungaroring. Start dari P10, ia mampu menyegel kemenangan.

“Ini tidak akan mudah untuk Binott karena berbagai hal seolah berjalan ke arah yang salah. Ada banyak problem teknik,” ucapnya.

“Jika Anda punya kesempatan untuk memperjuangkan kejuaraan dan kehilangan itu karena kesalahan sendiri, itu menyakitkan. Di Ferrari, mereka menghancurkan segalanya dengan pit stop dan strategi gagal.

“Ada gap 80 poin dengan sembilan balapan sisa. Setelah jeda musim panas, akan ada banyak lagi. Tentu, Red Bull menunggu paruh kedua musim untuk mengganti power unit dan penalti. Max akan harus start dari baris terakhir, tapi dia akan memperbaiki situasi.”

Schumacher yakin kebangkitan Mercedes tidak berarti apa pun untuk Verstappen kalau terus konsisten di depan Ferrari.

“Meski para pembalap Mercedes mendapat poin dari Verstappen, tidak aka nada yang terjadi dengannya asalkan dia selalu berada di depan Ferrari. Leclerc sepertinya sulit mengambil kepemimpinan, sebab Ferrari terus merusak semua dengan pit stop dan ban.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Toto Wolff: Lebih Baik Fokus Juara pada 2023 daripada P2 Musim Ini
Artikel berikutnya Wolff Khawatirkan Kerusakan Otak Pembalap F1 Akibat Porpoising

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia