Tonggak Bersejarah Guanyu Zhou di Formula 1

Menjadi pembalap Cina kedua yang melakoni debut F1 dalam sesi latihan bebas, tak pelak menjadikan pengalaman Guanyu Zhou itu sebagai catatan sejarah dalam kariernya.

Tonggak Bersejarah Guanyu Zhou di Formula 1

Zhou mengikuti jejak kompatriotnya, Ma Qing Hua, yang berpartipasi dalam akhir pekan Grand Prix ketika mengemudikan mobil balap HRT di Sirkuit Monza, Italia pada 2012 silam.

Kendati sebelumnya pernah menjajal Alpine, termasuk di jalanan Shanghai jelang GP Cina 2019, penampilan Zhou saat menjalani FP1 GP Austria terbilang begitu mengesankan.

Berkesempatan memacu A521 milik Fernando Alonso, dua kali juara dunia Formula 1, Zhou berhasil tembus 15 besar atau tepatnya menduduki posisi ke-14 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 06,414 detik.

Zhou menggunakan set pertama ban untuk mendapatkan ritme. Dan dari set ban kedua, dia bisa mengeksplorasi diri sebanyak yang dimaunya.

“Itu bukan lap yang sempurna – saya terkunci di beberapa bagian – tetapi pada akhirnya, saya senang dengan waktu lap,” tuturnya melansir situs resmi Formula 2.

“Saya melewati semua waktu putaran dengan Esteban (Ocon) dan berpikir kami sebenarnya sangat mirip. (Terpaut) kurang dari 0,2 detik pada ban kompon yang sama.

“Saya senang dengan bagaimana hasilnya dan saya benar-benar membuktikan diri saya di sini. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan saya akan terus meningkatkan diri lebih banyak di masa depan.”

Guanyu Zhou, Alpine A521

Guanyu Zhou, Alpine A521

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Musim 2021 menandai tahun ketiga kiprah Zhou di kejuaraan Formula 2. Berstatus pembalap UNI-Virtuosi Racing, dia kini bertengger pada puncak klasemen sementara, unggul lima poin atas Oscar Piastri (Prema Powerteam).

Selain disibukkan dengan balapan F2, Zhou adalah bagian dari Akademi Alpine, juga menjabat sebagai test driver untuk tim yang berbasis di Enstone, Inggris tersebut.

Baca Juga:

“Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Tim mempercayai saya mengemudikan mobil Fernando. Saya harus menjaganya, tetapi saya juga menekan sebanyak yang saya bisa untuk menunjukkan potensi penuh saya,” ucapnya.

“Ketika saya melompat keluar dari mobil, Davide (Brivio, Racing Director Alpine) ada di sana sambil menjabat tangan saya. Dalam sesi tanya jawab, kami membahas semua hal yang perlu kami lalui dan pada akhirnya Alan (Permane, Direktur Olahraga) berkata, ‘Sangat bagus' kepada saya.

“Jadi, saya sangat senang bagaimana semua orang memberi selamat kepada saya dan saya akan terus bekerja seperti sekarang, serta mencoba untuk membuat orang terkesan.”

dibagikan
komentar
Ferrari Siap Gunakan Simulator Supercanggih September

Artikel sebelumnya

Ferrari Siap Gunakan Simulator Supercanggih September

Artikel berikutnya

Red Bull Harus Pastikan Mobilnya Tak Hanya Dominan di Austria

Red Bull Harus Pastikan Mobilnya Tak Hanya Dominan di Austria
Muat komentar