Bottas Petik Hal Positif dari Nasib Sialnya

Pembalap Mercedes, Valtteri Bottas, tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis dalam menyikapi nasib sialnya sepanjang F1 2020.

Bottas Petik Hal Positif dari Nasib Sialnya

Bottas hanya finis kedelapan pada Grand Prix Bahrain setelah mengalami masalah pada mobilnya saat ap pertama, yang membuatnya kehilangan banyak posisi.

Apa yang dialami Valtteri Bottas dalam beberapa balapan terakhir membuktikan, bahwa musim ini tak mudah baginya. Ditambah, dia  kembali kalah dalam perebutan gelar melawan rekan setim Lewis Hamilton.

Beberapa catatan buruk mewarnai kiprah Bottas sepanjang F1 2020. Mulai dari pecah ban di Silverstone, masalah teknis di Monza, hingga kerusakan mesin di Nurburgring.

Lalu, mobil Mercedes yang dikemudikan Bottas pernah tersangkut puing mobil Sebastian Vettel, menyebabkan ia lebih lambat satu detik di setiap lap di Imola. Dan terakhir, kerusakan mobil setelah senggolan pada lap pertama di Turki.

“Saya menjanjikan kepada kalian, bahwa tak ada lagi makanan untuk kucing hitam,” kata Bottas yang sering memberi makan kucing hitam di depan rumahnya.

Musim ini, Valtteri Bottas baru memenangi dua balapan, sedangkan Hamilton sudah 11 kali berada di podium tertinggi. Ia juga tertinggal 131 poin dari rekan setimnya itu di klasemen.

”Jika saya harus membuat daftar semua momen buruk yang terjadi di perlombaan sepanjang tahun ini, makan akan menjadi daftar yang panjang," tutur Bottas.

“Maksudnya, apakah saya harus bersedih atau tertawa? Saya lebih memilih tertawa. Beberapa di antaranya terjadi di luar kendali Anda dan saya bukan seseorang yang percaya takhayul. Jadi, soal kucing hitam itu hanya lelucon.

“Ini terkadang bisa terjadi. Tentu saja Anda bisa mengalami momen yang buruk dan itu bisa terjadi dalam waktu bertahun atau dalam waktu singkat.

“Saya berharap segala hal dapat berjalan berbarengan pada beberapa titik. Maka itu akan menyenangkan.”

Baca Juga:

Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, mengatakan nasib sial yang dialami Bottas disebabkan oleh hal-hal aneh.

“Ada beberapa kejadian yang seharusnya tidak terjadi, seperti bendera merah ketika dia sedang memimpin balapan,” kata Wolff.

“Jika semua hal itu terjadi pada seorang pembalap yang tidak memiliki mental kuat, maka mereka akan mulai bertanya mengapa itu hanya terjadi pada satu orang.

“Tapi tidak dengan Valtteri. Dia seseorang yang kuat, dia benar-benar tangguh dan ulet, dan itu semua semakin menguatkan mentalnya.

“Saya ikut sedih untuknya, mengalami semua masalah itu dalam satu musim, ketika dia bisa memenangi tiga atau empat atau lima balapan, benar-benar sulit.”

dibagikan
komentar
Replika Ferrari SF1000 Edisi Spesial Siap Dilelang

Artikel sebelumnya

Replika Ferrari SF1000 Edisi Spesial Siap Dilelang

Artikel berikutnya

Super Licence Mazepin Berisiko Jadi Masalah

Super Licence Mazepin Berisiko Jadi Masalah
Muat komentar