E-Prix New York: Buemi menang, petaka bagi Vergne

Sebastian Buemi menang di Formula E untuk kali pertama sejak 2017 pada balapan pembuka E-Prix New York yang diwarnai insiden melibatkan pemimpin klasemen Jean-Eric Vergne.

E-Prix New York: Buemi menang, petaka bagi Vergne

Start dari pole, pembalap Nissan itu menjaga posisi terdepan sepanjang balapan, tetapi harus meladeni tekanan dari beberapa rivalnya. Alex Lynn dari tim Jaguar menjadi pesaing BUemi pada paruh awal balapan setelah melompati Pascal Wehrlein dari grid ketiga saat menuju ke tikungan pertama.

Lynn tampil agresif dan dalam rentang 14 lap pertama dia sudah menggunakan dua Attack Mode pada balapan yang berdurasi 36 lap ini. Tetapi setiap usaha dari pembalap Inggris itu, dibalas oleh Buemi dengan penggunaan Attack Mode pada putaran berikutnya.

Gempuran Lynn akhirnya terhenti setelah mobilnya kehilangan tenaga menjelang hairpin Tikungan 10 dan akhirnya berhenti beberapa tikungan berikutnya. Hal ini memicu keluarnya Safety Car.

Selepas restart, Buemi masih memimpin, kali ini di depan pembalap BMW Andretti, Alexander Sims, dan Daniel Abt (Audi). Sims langsung melancarkan serangan terhadap Buemi di tikungan pertama, tapi justru mendapat tekanan dari Abt.

Namun, saat Abt berusaha menyalip Sims di Tikungan 2, pembalap Jerman itu melebar dan merosot turun posisi. Ini membuka pintu bagi Mitch Evans yang merangsek ke P3 setelah start dari grid ke-13.

Evans kemudian naik satu tempat lagi, melewati Sims dengan manuver agresif di sisi dalam Tikungan 6 pada lap ke-27.

Pembalap Selandia Baru itu kemudian membuntuti Buemi, tetapi kesalahan di tikungan yang sama membuat dia kehilangan momentum dan kini justru sibuk menahan tekanan dari Antonio Felix da Costa yang telah melewati Sims.

Duel yang terjadi di belakangnya menjadi angin segar bagi Buemi yang melenggang finis pertama dengan keunggulan 0,932 detik. Ini merupakan kemenangan pertamanya di FE sejak Juni 2017. Sementara Evans bertahan di posisi kedua di depan da Costa.

Lihat Juga:

Sims finis keempat, satu posisi di atas penantang gelar, Lucas di Grassi, yang harus bekerja keras dari grid ke-14, memanfaatkan insiden yang dialami pemuncak klasemen sementara, Jean-Eric Vergne.

Vergne terperosok ke rombongan belakang karena harus melakukan penggantian hidung depan. Memasuk paruh akhir balapan, Vergne mampu kembali ke posisi pain.

Namun, pada awal lap pamungkas, ketika pembalap Prancis itu berusaha mengambil sisi dalam Felipe Massa, keduanya melakukan kontak.

Vergne terimpit dan menabrak dinding bagian dalam, sementara Massa melintir di Tikungan 2. Andre Lotterer dan Stoffel Vandoorne yang berada di belakang kemudian menghantam Massa dan Vergne. Jerome d'Ambrosio bahkan sempat naik ke bagian depan mobil Massa.

Tertatih-tatih, Vergne akhirnya menuntaskan balapan di urutan ke-15 setelah sempat melaju di posisi ke-10, terpaut lebih dari 90 detik di belakang Buemi.

Keunggulan 32 poin yang sebelumnya dimiliki Vergne pada klasemen sementara kini dipangkas menjadi 22 poin di atas di Grassi, dengan sisa satu balapan terakhir pada pekan ini.

Hasil balapan:

dibagikan
komentar
Honda minati Formula E, tapi fokus F1

Artikel sebelumnya

Honda minati Formula E, tapi fokus F1

Artikel berikutnya

Anies: Jakarta tuan rumah balap Formula E pada 2020

Anies: Jakarta tuan rumah balap Formula E pada 2020
Muat komentar