Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Special feature

Obrolan Garasi #3: Demas Agil Pembalap Mobil Serba Bisa

Pencinta balap nasional pasti sudah tak asing lagi dengan sosok Demas Agil. Selain drifting, sang pembalap Indonesia turut menggeluti touring dan slalom.

Cover Obrolan Garasi #3: Demas Agil

Episode ketiga Obrolan Garasi yang dipandu M. Wahab menghadirkan Demas Agil, dikenal sebagai driver on road yang memiliki segudang prestasi. Pada usia terbilang masih muda, total 10 gelar juara nasional telah sukses disabetnya.

Namun, awal kariernya berjalan cukup berliku. Memulai dari gokart, Demas pernah mengalami momen tidak menyenangkan ketika tangannya dibekap cedera patah tulang. Insiden itu dideritanya semasa berusia belasan tahun.

“Pertama mencoba gokart kok senang ya. Karena masih kelas 6 SD, jadi gokart dulu, belum bisa balap mobil. Rental gokart, dan kemudian menang. Lalu ke Sentul ikut kelas kadet berhasil juara kedua,” tuturnya.

Penampilan bagus itu kemudian membawa Demas ambil bagian dalam kompetisi balap di Bandung. Mengawali lomba dari baris depan, kiprahnya harus berakhir secara prematur lantaran crash pada lap kedua.

“Kesandung. Ban ketemu ban. (Saya sampai) guling-guling. Baju balap rusak. Tangan kanan patah,” ujar mengisahkan.

Merasa balap gokart terlalu berbahaya, Demas mengalihkan fokus ke slalom. Pria berusia 30 tahun ini bahkan sudah aktif berlomba, jauh sebelum bergabung dengan Toyota Team Indonesia (kini bernama Toyota Gazoo Racing Indonesia).

Demas menekankan, bahwa slalom merupakan dasar segala macam balapan. Apakah nantinya bakal serius dalam touring atau drifting, awal bagi seorang pembalap mobil biasanya dimulai dengan slalom.

Baca Juga:

Beralih ke soal gelar juara nasional. Dari 10 titel yang sudah diklaimnya, Demas meraihnya dari tiga ajang balap yang berbeda, yaitu Gymkhana (slalom), Drift, dan Touring.

Pencapaian tersebut tergolong fantastis, mengingat kala itu sang pembalap Indonesia mencetaknya pada usia 25 tahun. Jelas ini merupakan kebanggaan tersendiri, karena tidak semua driver dapat mencapainya.

Gue itu pokoknya balap segala macam roda empat. Ingin bisa semua, dan Ingin juara semua. Alhamdulillah sudah juara semua,” ucapnya.

“Ada kenangan masing-masing dari semua juara itu. Juara nasional slalom, drifting, touring. Semuanya ada memori yang spesial. Ada cerita masing-masing.”

Penasaran seperti apa cerita Demas dalam mengarungi balap mobil nasional? Simak secara lengkap perbincangan M. Wahab bersama pembalap Toyota Gazoo Racing Indonesia tersebut di kanal YouTube di bawah ini.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Dani Pedrosa Temukan Banyak Kelemahan Saat Balap Mobil
Artikel berikutnya Motorsport Games Bawa Dua Permainan ke NVIDIA GeForce NOW

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia