MotoGP 2017

Data dan fakta jelang MotoGP Austria

Musim 2016 menandai pertama kalinya Austria menjadi tuan rumah balap motor Grand Prix sejak 1997 silam.

Austria mulai menggelar balapan di Sirkuit Salzburgring, yang total telah menghelat balap motor sebanyak 22 kali.

Pertama, fakta tentang GP Austria:

  • Grand Prix Austria 1971 dimenangi Giacomo Agostini [MV Agusta] di kelas 500cc. Ia finis satu lap di depan Keith Turner. Agostini juga memenangi kategori 350cc, dan kelas lainnya dijuarai: 250cc – Silvio Grassetti [MZ], 125cc – Angel Nieto [Derbi], 50cc – Jan de Vries [Kreidler].
  • Grand Prix terakhir di Salzburgring adalah pada 1994, ketika Mick Doohan memenangi kelas 500cc, dengan kecepatan rata-rata melebihi 194 km/jam.
  • Karena sifat kecepatan tinggi di Salzburgring, dan terbatasnya run-off area yang disediakan, maka sirkuit ini dianggap terlalu berbahaya untuk digunakan terus-menerus.
  • Balapan lalu dipindah – pada 1996 dan 1997 – ke sirkuit yang saat ini menggelar MotoGP, yaitu Red Bull Ring. Akan tetapi, kala itu masih bernama A1-Ring.
  • Sebelum tahun lalu, Valentino Rossi satu-satunya pembalap di grid yang sebelumnya pernah balapan di Red Bull Ring.
  • Rossi finis ketiga pada kelas 125cc di Austria 1996, podium perdananya. Dia naik podium lagi pada 1997, usai mengalahkan Noboru Ueda dengan selisih hanya 0,004 detik.
  • Musim lalu, Andrea Iannone meraih kemenangan perdana sepanjang karier MotoGP. Dan itu juga merupakan kemenangan pertama bagi Ducati, sejak Casey Stoner menjuarai MotoGP Australia 2010.
  • Ducati juga mencatatkan finis podium 1-2 musim lalu, pertama kalinya sejak MotoGP Australia 2007 lewat keberhasilan Casey Stoner dan Loris Capirossi.
  • MotoGP Austria 2016 merupakan kali pertama pembalap Italia mendominasi podium 1-2, sejak GP Finlandia 500cc di Imatra 1972, ketika Agostini mengalahkan rekan setim Alberto Pagani.
  • Kecepatan rata-rata balap MotoGP di Austria tahun lalu adalah 182,4 km/jam. Ini kecepatan rata-rata tertinggi untuk balap Grand Prix, sejak Mick Doohan memenangi GP Jerman 500cc pada 1994 di Hockenheim, dan dengan kecepatan rata-rata 203,8 km/jam.
  • Tiga pembalap – dari tiga kelas – yang start pole musim lalu di Austria, berhasil keluar sebagai pemenang.
Marc Marquez, Repsol Honda Team, wins
Marc Marquez datang ke Austria sebagai pemuncak klasemen

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Kedua, fakta jelang MotoGP Austria:

  • Marc Marquez telah memenangi dua balapan terakhir- Kemenangan back-to-back sejak Aragon dan Motegi 2016. Dia belum pernah memenangi tiga atau lebih balapan sejak 10 seri pembuka pada 2014.
  • Marquez juga telah naik podium di empat balapan terakhir. Catatan terpanjang sejak ia podium pada seri pamungkas 2015 dan empat balapan pembuka 2016.
  • Pole position di Brno adalah ke-41 kalinya Marquez start terdepan dari 82 start Grand Prix, atau 50% persentase pole. Sebagai perbandingan, persentase pole pembalap lain: Jorge Lorenzo 23,5%, Valentino Rossi 18,1% dan Dani Pedrosa 15,7%.
  • Menyusul raihan MotoGP Rep. Ceko, Maverick Vinales menjaga rekor peringkat pertama atau kedua di klasemen setelah 10 seri pertama 2017. Vinales terpaut 14 poin di belakang Marquez, selisih terbesar pada musim sejauh ini. 
  • Finis ketiga Vinales di Brno adalah podium ke-49 dalam tiga kelas Grand Prix. Jika finis tiga besar lagi sebelum akhir musim, dia akan menjadi pembalap termuda kelima sepanjang masa untuk merebut podium ke-50, setelah Marquez, Pedrosa, Lorenzo dan Rossi.
  • Menyusul finis keenam di Brno, Andrea Dovizioso telah mencetak 133 poin dari 10 seri musim ini. Ini merupakan poin tertinggi yang dicetak pembalap Ducati setelah 10 balapan, sejak Casey Stoner mengoleksi 150 poin pada 2009.
  • Red Bull Ring adalah satu-satunya sirkuit di mana Rossi belum podium di kelas premier. The Doctor sendiri telah naik podium di 26 sirkuit berbeda, termasuk di antaranya Donington Park, Estoril, Indianapolis, Istanbul, Laguna Seca, Rio, Shanghai, Suzuka dan Welkom. Jika podium akhir pekan ini, ia akan menyamai rekor Mick Doohan, yang finis podium pada paling banyak sirkuit berbeda di kelas premier.
  • Pedrosa juga belum pernah podium di Austria. Jika finis tiga besar, maka Red Bull Ring akan menjadi sirkuit berbeda ke-23, di mana ia naik podium di kelas premier.
  • Finis ke-12 Johann Zarco di Brno merupakan balapan kesembilan beruntun ia mencetak poin. Dengan hasil ini, pembalap Yamaha Tech 3 memimpin klasemen rookie. Tapi ia hanya terpaut 11 poin atas rekan setim Jonas Folger.
  • Finis kesembilan Pol Espargaro di Brno menjadi hasil terbaik KTM dalam debutnya di MotoGP. Ia finis dengan terpaut 30,754 detik dari Marquez – selisih terkecil bagi pembalap KTM sejauh ini.
  • Tiga pembalap dari tiga kelas yang podium di Brno semuanya dari Spanyol. Terakhir kali pembalap Spanyol mendominasi podium saat Grand Prix Jerman 2014, ketika Marquez mengalahkan Pedrosa dan Lorenzo.
  • Di Brno, Cal Crutchlow adalah pembalap satelit pertama yang finis lebih dulu sebanyak tiga kali musim ini. Zarco juga tiga kali, Danilo Petrucci dua kali, serta Aleix Espargaro dan Folger masing-masing satu kali.
  • Walaupun Marquez memperpanjang keunggulan di klasemen, perebutan gelar juara MotoGP masih ketat antara lima pembalap, sejak sistem poin diperkenalkan pada 1993. Lima pembalap teratas hanya terpaut 31 poin setelah 10 seri. Ini selisih terdekat dibandingkan jarak 51 poin pada 2006.
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Austria
Trek Red Bull Ring
Tipe artikel Preview
Topik MotoGP 2017