“Gelar juara dunia 2016 jauh lebih penting”

Andrea Dovizioso dan Maverick Vinales melontarkan pujian kepada Marc Marquez, atas kesuksesan merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2016 di Motegi, Minggu (16/10) kemarin.

Dengan masih tersisa tiga balapan, Marquez telah mengunci gelar juara lewat kemenangan di sirkuit Jepang tersebut – di mana duo Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, terjatuh.

Ini merupakan gelar juara ketiga di kelas premier bagi Marquez, setelah ia memenanginya pada 2013 dan 2014.

“Saya harus mengucapkan selamat yang sebesarnya. Saya pikir semua orang tahu di awal musim Honda bukanlah motor terbaik. Dan dia menghadapi kejuaraan dengan cara sempurna. Selain itu, kecepatannya dengan limit motor, adalah hal luar biasa,” papar Dovizioso.

“Menurut saya kejuaraan ini jauh lebih penting dari yang pertama ia menangi. Selamat.”

Pujian juga dilontarkan oleh Vinales, yang naik podium bersama Marquez dan Dovizioso. “Saya pikir dia sangat cerdas menjalani kejuaraan ini. Dia menekan ketika dia harus menekan. Dan dia tetap tenang di beberapa balapan mungkin untuk (finis) di podium. Tapi akhirnya, seperti di Misano, dia memilih finis keempat.

“Mereka layak (menjadi juara dunia). Mereka sedikit kesulitan mengawali kejuaraan, tapi mampu mengatasinya. Saya pikir tim Honda telah melakukan pekerjaan yang sangat baik.

“Dan juga, memenangi balapan ketika Anda mencoba untuk memenangi kejuaraan tidak begitu mudah. Tapi dia melakukannya dengan baik.”

Marquez: Kadang-kadang saya lupa untuk menikmatinya

Menanggapi komentar Dovizioso, Marquez tampaknya setuju bahwa gelar juara dunia ketiga di MotoGP 2016 ini paling penting, musim yang membuatnya paling tertekan untuk mempersembahkan kemenangan.

“Kejuaraan ini sangat penting. Pada 2013, saya tidak meyangkanya dan saya berkata ‘Oke, saya menang’,” ucap Marquez.

“Saya tidak merasa tertekan, tapi kejuaraan ini, saya tidak dapat menjelaskan seperti apa tekanannya.

“Bahkan tim saya kadang-kadang berkata,’Hei, Marc, senyum. Kamu tidak seperti Marc yang biasanya, kamu harus menikmatinya’. Dan kadang-kadang saya lupa untuk menikmatinya karena tekanan begitu tinggi. Tapi ketika kemenangan pertama dan kedua datang, tekanan ini menurun. Tim sangat membantu tahun ini.

“Dan satu hal penting adalah saya melupakan para pembalap lainnya.  Sangat mudah untuk menjadi bingung dan tidak melakukan pekerjaan Anda.”

Marquez lalu menegaskan bahwa belajar untuk sabar merupakan kunci kesuksesannya.

“Tentu saja, Anda harus mengambil risiko, tapi tahun ini sangat tenang di beberapa balapan dan ini mungkin jadi kunci utama. Saya terjatuh beberapa kali dalam sesi latihan, di mana saya selalu mencoba untuk mencari limit. Dan dalam balapan, saya menemukan limit itu dan menjaga posisi saya.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Andrea Dovizioso , Marc Marquez , Maverick Viñales
Tim Repsol Honda Team , Ducati Team , Team Suzuki MotoGP
Tipe artikel Breaking news