Max Biaggi: Valentino Rossi Pilar Terakhir Generasi Kami

Max Biaggi menyambut keputusan pensiun kompatriot sekaligus rival terbesarnya di MotoGP, Valentino Rossi, yang dilihat The Roman Emperor sebagai wakil terakhir dari seluruh generasi pembalap di eranya.

Max Biaggi: Valentino Rossi Pilar Terakhir Generasi Kami

Dalam pesan dukungan yang diterima The Doctor –julukan Valentino Rossi–  musim panas lalu, ketika ia mengumumkan keputusan untuk pensiun sebagai rider MotoGP akhir 2021, ada satu yang menonjol.

Salah satu lawan terberat Rossi selama berkarier di MotoGP, Max Biaggi memberikan pesan kepada mantan musuh terbaiknya itu dengan beberapa kata ramah, bahkan menyebut kemungkinan suatu hari akan bertemu sambil minum untuk mengenang masa balapan dan rivalitas mereka.

"Saya mengatakan semuanya dalam pernyataan (di Twitter) itu,” ujar Biaggi, ketika ditanyai oleh Cycle World tentang akhir karier dari Rossi yang sudah makin dekat.

"Kami tidak pernah berpura-pura berteman, baik di trek maupun di luar trek, tetapi rivalitas kami adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah balap motor."

Baca Juga:

"Pesan saya tidak dimaksudkan untuk mengubah banyak hal. Selama bertahun-tahun, wajar jika kami tumbuh dewasa dan mengubah sudut pandang. Jika sekarang saya kembali melihat ke belakang, saya tersenyum dan mengulas semua cerita lama kami dengan empati.

Seperti diketahui, Biaggi terlibat dalam persaingan sengit dengan Rossi, yang delapan tahun lebih muda darinya, bahkan sebelum mereka bertemu di kelas utama. Sebuah rivalitas mulai muncul di media yang kemudian berlanjut ke trek.

“Saya kira kami berdua sama-sama ingin menang, yang berarti kami harus saling mengalahkan,” ucap The Roman Emperor soal asal-usul rivalitas mereka terbangun.

Biaggi juga mengungkapkan duel terbaik yang pernah tersaji dengan Rossi di MotoGP. Menurutnya, itu terjadi pada Grand Prix Afrika Selatan 2004, putaran awal musim dan juga race pertama dimenangkan oleh The Doctor bersama Yamaha.

“Saya melakukan kesalahan. Saya tidak menyadari itu adalah lap terakhir. Saya berharap akan ada satu lagi untuk memenangkannya. Sayang sekali saya kalah, tetapi pertempurannya luar biasa,” kenang Biaggi.

“Kami memiliki duel luar biasa lainnya di Assen (GP Belanda) pada musim 2001, dengan (motor) 500cc, hari Minggu itu giliran saya yang menang,” pemilik tim Moto3 Max Racing Team itu menambahkan.

Valentino Rossi, Max Biaggi, Sete Gibernau

Valentino Rossi, Max Biaggi, Sete Gibernau

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Puncak rivalitas kedua pembalap tersebut mulai tersaji ketika sama-sama berada di kelas 500cc. Mereka bersaing sejak Valentino Rossi naik kelas premier pada 2000 dan berakhir saat Biaggi pensiun akhir 2005.

Sekarang, 16 tahun kemudian, waktunya bagi Rossi, sembilan kali juara dunia (satu gelar kelas 125cc dan 250cc, serta tujuh titel kategori MotoGP) untuk bergabung dengan pembalap lainnya yang lebih dulu pensiun, dan disambut oleh Biaggi, mantan rivalnya.

"Rossi adalah pilar terakhir di era kami, orang terakhir yang selamat dari generasi kami. Itu sebabnya saya merasakan urgensi untuk merespons (keputusannya). Saya pikir, bagaimanapun, bahwa persaingan kami, kemenangan atau kekalahan adalah kisah yang akan tetap abadi," tutur Biaggi.

Rossi bisa disebut berhasil mengalahkan Biaggi karena jauh lebih sukses. Rider 42 tahun itu merengkuh lima titel kelas premier dalam rentang 2000 hingga 2005. Sementara The Roman Emperor hanya finis di urutan kedua, ketiga, dan kelima dalam enam musim persaingannya dengan The Doctor.

*Artikel ini dibuat oleh M. Fadhil Pramudya P yang sedang menjalani magang.

dibagikan
komentar
Alex Marquez: Honda Raih Podium Ganda karena Duo Ducati Crash
Artikel sebelumnya

Alex Marquez: Honda Raih Podium Ganda karena Duo Ducati Crash

Artikel berikutnya

Alex Rins Rasakan Dampak Negatif Kepergian Davide Brivio

Alex Rins Rasakan Dampak Negatif Kepergian Davide Brivio
Muat komentar