Podcast: Persaingan di MotoGP Bakal Tambah Sengit

Kejuaraan Dunia MotoGP 2022 menjadi salah satu musim yang paling sulit ditebak. Fabio Quartararo masih di puncak klasemen tetapi ancaman kian mendekat.

Podcast: Persaingan di MotoGP Bakal Tambah Sengit

MotoGP 2022 sedang memasuki jeda musim panas setelah menyelesaikan 11 balapan yang terakhir digelar di Sirkuit Assen, Belanda, Minggu (26/6/2022) pekan lalu.

Juara dunia sekaligus pemimpin klasemen Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) akhirnya untuk kali pertama musim ini melakukan kesalahan dengan terjatuh di Assen.

Akibat tidak mampu merebut poin, keunggulan El Diablo di puncak klasemen pun terkikis menjadi tinggal 21 poin atas rival terdekat, Aleix Espargaro (Aprilia Racing).

Kini, Espargaro pun menjadi satu-satunya pembalap reguler yang selalu mampu merebut poin dari 11 balapan yang sudah digelar. Dari jumlah poin, Espargaro menjadi salah satu dari empat pembalap yang mengalami peningkatan dibanding fase yang sama musim lalu.

Dengan 151 poin yang dikumpulkan dari 11 balapan musim ini, jumlah itu lebih banyak 84 poin dibanding periode yang sama pada 2021 (67 poin).

Selain Aleix Espargaro, Enea Bastianini (Gresini Racing MotoGP), Alex Rins (Suzuki Ecstar), dan Luca Marini (Mooney VR46 Racing) juga mengalami kenaikan poin masing-masing +74, +31, dan +25.

Persaingan di paruh pertama memang menarik karena meskipun Quartararo memimpin sejak GP Portugal, putaran kelima, performa sejumlah pembalap juga cenderung meningkat menjelang jeda musim panas.

Baca Juga:

Melihat statistik, Quartararo dan Espargaro memang yang paling konsisten sejauh ini. Tetapi, pembalap seperti Johann Zarco (Prima Pramac Racing) dan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) juga terlihat makin stabil.

Pun begitu, Quartararo dan Espargaro sudah di atas angin dan memiliki keunggulan dibanding para rivalnya berkat performa konsisten mereka di posisi atas. Bagnaia memang masih berpeluang merebut gelar.

Tetapi, salah satu faktor untuk merebut gelar juara dunia di MotoGP adalah sedikit kecelakaan yang bisa membuang poin. Ini yang harus dilakukan Bagnaia di sembilan balapan tersisa di paruh kedua MotoGP musim ini.

Masalahnya, Quartararo dan Espargaro sudah menemukan ritme, mentalitas, dan tengah dalam puncak performa. Upaya Bagnaia, Zarco, maupun pembalap lain yang ingin merebut gelar, akan ditentukan dari seperti apa performa Quartararo dan Espargaro di paruh kedua.

Selain soal persaingan gelar, performa para rookie juga menarik perhatian dalam podcast Motorsport.com Indonesia. Marco Bezzecchi (Mooney VR46 Racing) di luar dugaan mampu melesat dibanding keempat pembalap debutan lainnya, dengan lebih cepat merebut podium (P2 di Assen) dari perkiraannya.

Sebelumnya, duo rookie Tech3 KTM Factory Racing, Remy Gardner dan Raul Fernandez, digadang-gadang mampu lebih adaptif dengan motor MotoGP. Faktanya, mereka kini berada di posisi dua terbawah klasemen (23 dan 24) di antara pembalap reguler.

Pencinta MotoGP juga diyakini bakal ingin segera melihat Marc Marquez (Repsol Honda) kembali ke lintasan. Juara dunia delapan kali (125cc 2010, Moto2 2012, dan MotoGP 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) itu sudah absen di tiga balapan terakhir karena menjalani operasi keempat pada lengan kanan.

Ironisnya, Marc Marquez masih menjadi pembalap terbaik Honda dengan menempati peringkat ke-13 di klasemen sementara MotoGP hingga paruh musim.

Seperti apa review paruh pertama serta bagaimana persaingan di paruh kedua MotoGP 2022 bisa disimak ulasan lengkapnya dalam episode terbaru podcast 'Motorsport.com Indonesia' melalui player yang berada di bawah naskah pengantar ini ataupun lewat medium Spotify dan Apple Podcasts.

 

 

dibagikan
komentar
Alex Marquez Inginkan Perpisahan Manis bersama Honda
Artikel sebelumnya

Alex Marquez Inginkan Perpisahan Manis bersama Honda

Artikel berikutnya

Meregalli: Titik Tolak Quartararo, Duel lawan Marquez di COTA

Meregalli: Titik Tolak Quartararo, Duel lawan Marquez di COTA