Pol Espargaro: Kami Belum Temukan Solusi untuk Ban Belakang

Honda Racing menemukan ban belakang Michelin jadi salah satu penghambat mereka meraih prestasi bagus di MotoGP. Hingga sekarang, belum ada solusi untuk masalah itu.

Pol Espargaro: Kami Belum Temukan Solusi untuk Ban Belakang

Pabrikan berlogo sayap tunggal itu terus mengevaluasi berbagai masalah yang menyebabkan kemunduran. Cedera Marquez jelas menjadi satu pukulan karena suplai data teknik berkurang.

Ban belakang baru Michelin buatan musim lalu, juga menambah penderitaan mereka. Keluhan soal ban pernah dilontarkan Ducati sejak musim 2020.

“Jelas kami punya beberapa masalah. Kami berada di belakang yang lain, itu sangat jelas. Apa masalahnya? Saya kira masalah utama kami adalah mendapatkan hasil maksimal dari ban belakang yang diperkenalkan Michelin tahun lalu,” manajer teknik HRC, Takeo Yokoyama, menjelaskan.

“Ini sedang berlangsung, saya kira kami sudah maju meski belum mencapai level tim yang lain. Dari luar, Anda bisa melihat bahwa kami sedang menguji komponen baru, ide baru. Mereka semua sudah mendapat yang maksimal dari ban belakang.

“Kami lanjut bekerja. Kami akan mendapatkan sesuatu yang baru di setiap balapan, komponen, hal yang berhubungan dengan elektronik atau dalam uji coba. Kami akan lihat apakah bisa mencapai level pembalap lain atau lebih baik.”

Sebelum cedera, Marquez menjadi salah satu elemen penting dalam pengembangan motor. Setelah comeback, pembalap Spanyol itu seperti kembali ke titik nol. Ia mesti beradaptasi dengan RC213V edisi terbaru dan ban Michelin.

Jadi sekarang, masukan Marquez belum memberi pengaruh signifikan terhadap upaya peningkatan kinerja motor Honda.

Baca Juga:

“Umpan baliknya cukup bagus, tapi saya bilang kalau dia masih dalam proses pemahaman terhadap ban baru, terutama karena kondisinya masih kurang sempurna,” tutur Yokoyama.

Pol Espargaro merupakan satu dari segelintir pembalap yang bisa menguji performa ban tersebut di atas dua motor berbeda. Musim lalu, ia naik KTM RC16, sekarang, pembalap tersebut menunggangi Honda RC213V.

Pria 30 tahun tersebut mengakui faktor ban sangat berpengaruh dalam era modern. Tugas pembalap adalah beradaptasi dengan berbagai kondisi.

“Honda menang sebagian besar balapan dengan carcass (bahan utama yang lapisan paling dasar dari ban) lama. Karena kami dapat yang baru, semua pembalap menderita. Takaaki Nakagami menderita, pastinya Alex Marquez juga dan Marc menderita,” katanya.

“Cal (Crutchlow) kesulitan (pada 2020). Pada akhirnya, carcass yang sama untuk semua sehingga tak ada alasan. Ketika Anda punya ban baru, dapat berfungsi baik atau buruk, Anda bisa kurang lebih beruntung tapi Anda harus bekerja keras untuk adaptasi.

“Di era baru MotoGP, ban sangat penting terhadap motor ketika Anda tidak perlu motor kencang. Anda perlu mempersiapkan motor terbaik untuk kompon ini, untuk carcass dibuat Michelin. Sayangnya, kami tak punya kontrol terhadap ban karena kami akan memahami mereka sama seperti komponen yang dibuat Honda.”

Espargaro mengintip kemajuan yang dicapai rival-rivalnya. Ia membeberkan Honda belum punya solusi sejauh ini.

“Saya tidak tahu kalau tim lain bekerja lebih keras, tentu saja mereka bekerja dengan lebih baik. Mereka lebih baik menyesuaikan motor dengan carcass dan berbeda dengan Honda. Kami menderita sedikit tapi bukan berarti Honda tidak bekerja,” katanya.

“Saat ini, kami tidak punya solusi atau potensi untuk memperbaiki masalah itu. Saya harap dengan upaya serius, kami akan menyelesaikan masalah ini dan kami punya motor lebih baik.”

Pol Espargaro, Repsol Honda Team

Pol Espargaro, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Marc Marquez Ungkap Mengapa Tak Lagi Bisa Nikmati Balapan

Artikel sebelumnya

Marc Marquez Ungkap Mengapa Tak Lagi Bisa Nikmati Balapan

Artikel berikutnya

Kontroversi Valentino Rossi dalam 21 Tahun di Kelas Premier

Kontroversi Valentino Rossi dalam 21 Tahun di Kelas Premier
Muat komentar