Quartararo Tak Kaget Vinales Dapat Sanksi dari Yamaha

Fabio Quartararo menambah panas suasana internal skuad Yamaha. Pemuncak klasemen MotoGP itu menekankan tidak heran dengan apa yang terjadi pada rekan setimnya, Maverick Vinales.

Quartararo Tak Kaget Vinales Dapat Sanksi dari Yamaha

Ketegangan hubungan rider 26 tahun itu dan Yamaha makin menjadi. Setelah memutus kontraknya di MotoGP dengan pabrikan garpu tala tersebut, dilanjutkan memotong ikatan antara tim Vinales yang berlaga di WorldSSP, kemarin giliran ia mendapat pukulan telak.

Ya, Vinales dilarang tampil oleh Yamaha dalam MotoGP Austria akhir pekan ini, akibat dugaan aksi sabotase yang membuat mesin YZR-M1 rusak. Ini artinya, beban dipikul Quartararo sendirian karena motor rekannya dibiarkan menganggur.

Keputusan tersebut membuat awak tim lainnya terkejut. Namun, hal itu tak dirasakan oleh Quartararo.

“Terus terang, saya tidak bisa berkata apa-apa. Saya tidak kaget karena banyak orang sudah tahu apa yang terjadi. Tidak masalah bagi saya sendirian dalam tim, lebih baik Anda bertanya kepada Yamaha tentang isu ini. Dari pihak saya, tidak ada yang berubah,” ujarnya saat konferensi pers GP Austria.

Pembalap Prancis tersebut tampaknya tak setuju dengan keluhan Vinales soal performa M1. Pasalnya, ia tak merasa kendala besar dan tetap mampu melaju paling kencang. Ini terbukti dari diraihnya empat kemenangan dan tiga podium lain musim 2021.

“Sejujurnya ya (Yamaha paling kencang). Boleh dibilang motor itu fantastis, setiap orang bisa berkembang, tapi dia memenangi balapan perdana musim ini, dia punya balapan yang bagus. Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang terjadi,” Quartararo melanjutkan.

“Motor sangat bagus, memang ada yang hilang tapi tidak terlalu dramatis. Kami punya potensi bertarung untuk podium atau setidaknya lima besar. Di semua sirkuit, motor bekerja dengan baik.”

Quartararo tampaknya harus bekerja sendirian mengumpulkan data untuk Yamaha, dengan absennya Vinales dan Franco Morbidelli yang cedera serta Valentino Rossi melambat dan berancang-ancang mundur. Situasi tersebut tak mengganggunya.

“Tidak frustrasi ketika tak ada pembalap kencang Yamaha lain di trek. Mengumpulkan informasi sangat penting, tapi tidak terlalu penting bagi saya. Ketika mereka mengatakan saya finis seperti pembalap Yamaha tunggal, saya tidak tertarik dengan itu.

Baca Juga:

“Saya punya target sendiri dan jelas itu tentang apa. Saya tidak terganggu dengan lebih banyak atau lebih sedikit pembalap brand itu di trek,” ujarnya.

Pemuda 22 tahun tersebut meraih posisi ketiga MotoGP Styria dengan susah payah. Peringkat itu jadi patokan hasil minimal pekan ini di Red Bull Ring yang sulit ditaklukkan. Tentu saja, ia dan timnya tetap akan berusaha agar menulis rapor lebih bagus.

“Jika mereka menawarkan saya finis ketiga, saya teken itu, tapi kami melihat ada beberapa hal yang bisa membantu kami, meski saya bayangkan setiap orang akan mengambil langkah maju. Kami akan mengubah sesuatu dari gaya balap dan motor,” Quartararo menjelaskan.

“Tentu saja, itu tidak akan jadi kemajuan yang hebat, tapi kami dapat berkembang pada satu lap dan level pace. Dalam balapan, ban belakang membuat saya menderita dan kami kalah dibandingkan dua pembalap terdepan. Kami harus memperbaiki itu.

“Kejuaraan adalah hal paling penting, tapi saya harus memikirkan balapan demi balapan. Kami sudah lulus yang pertama di Red Bull Ring dan kami berhasil podium. Yang kedua, tidak krusial tapi saya ingin finis di podium dan saya pikir kami punya kesempatan meraihnya.”

dibagikan
komentar
Rossi Sebut Konflik Vinales-Yamaha Coreng MotoGP
Artikel sebelumnya

Rossi Sebut Konflik Vinales-Yamaha Coreng MotoGP

Artikel berikutnya

Petronas Dikabarkan Mundur dari Sponsor Utama SRT MotoGP

Petronas Dikabarkan Mundur dari Sponsor Utama SRT MotoGP
Muat komentar