Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP MotoGP Catalunya

Rossi, Dupasquier, dan tentang Menggantungkan Harapan

Sebuah pesan penuh makna perihal kepergian pembalap Moto3, Jason Dupasquier, dituangkan oleh Valentino Rossi.

A minutes silence to remember Jason Dupasquier

Grand Prix Italia pada Minggu (30/5/2021) lalu, yang seharusnya berlangsung semarak, mendadak berubah menjadi hari kelabu bagi paddock MotoGP. Dupasquier meninggal dunia.

Rider muda Swiss itu menyerah dari cedera parah yang dideritanya saat mengalami kecelakaan mengerikan dalam sesi kualifikasi kedua (Q2) kelas Moto3, Sabtu (29/5/2021).

Kabar duka ini jelas mengejutkan semua orang. Mulai dari rekan setim Ryusei Yamanaka; sang mentor, Thomas Luthi; Ayumu Sasaki yang ikut terlibat dalam insiden kecelakaan; hingga tak terkecuali Rossi.

Melalui tulisan yang diunggah pada akun media sosial di Instagram, The Doctor mengaku tidak begitu mengenal sosok Dupasquier.

Namun, menonton tayangan kecelakaan Dupasquier membuat Rossi jadi dilingkupi rasa kekhawatiran yang teramat sangat.

Baca Juga:

Berikut adalah penuturannya:

“Saya tidak mengenal Jason Dupasquier secara pribadi, saya tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya di paddock, tetapi saya mengikutinya di trek.

“Tahun ini dia menjadi kuat, dia telah pulih dari cedera parah dan terus-menerus berada di grup yang cepat.

“Dia memiliki gaya agresif di atas motor, yang bersama dengan singkatan yang bisa Anda lihat di TV di sebelah nomornya (JDU) mengingatkan saya pada Joey Dunlop yang legendaris.

“Gambar (tayangan TV) pada Sabtu terlihat sangat mengkhawatirkan dan di malam hari terlihat jelas bahwa kondisinya sangat serius, tetapi dalam situasi ini Anda tidak pernah tahu segalanya dan Anda berpegang pada harapan sekecil apa pun.

Jason Dupasquier, PruestelGP

Jason Dupasquier, PruestelGP

Foto oleh: Dorna

“Minggu, satu jam sebelum perlombaan, datang berita yang tidak ingin didengar oleh siapa pun.

“Sangat sulit untuk memakai helm dan naik motor karena pada saat ini semuanya menjadi tidak masuk akal, dan Anda bertanya-tanya apa yang masih Anda lakukan di sana.

“Mungkin cara terbaik untuk menghormati dan mengenang pembalap lain adalah dengan balapan dan berusaha memberikan yang terbaik, meskipun sayangnya hal ini tidak dapat mengubah apa yang terjadi.

“Halo Jason, istirahatlah dengan damai.”

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Klausul Tak Diaktifkan, Tech3 Mungkin Tanpa Petrucci di MotoGP 2022
Artikel berikutnya KTM Resmi Pertahankan Binder hingga 2024

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia