Valentino Rossi Bisa Tenang Pensiun Setelah Wariskan Dua Pembalap Bagus

Meski finis di urutan ke-19 dalam MotoGP Aragon, Valentino Rossi tak sepenuhnya sedih. Pasalnya, anak didiknya, Francesco Bagnaia, jadi pemenang. Kini ia bisa pensiun dengan tenang karena mewariskan dua pembalap top untuk ajang tersebut.

Valentino Rossi Bisa Tenang Pensiun Setelah Wariskan Dua Pembalap Bagus

Selepas Pecco melintas garis finis, Rossi menghampirinya lalu memberi ucapan selamat serta tepukan di punggung. Keduanya berbincang akrab sambil melaju berdampingan.

Hanya pembalap 24 tahun itu jadi satu-satunya alasan The Doctor tersenyum, setelah melewati satu lagi episode pahit di Aragon. Memulai dari urutan ke-21, ia hanya bisa naik dua tingkat.

Problem klasik sehubungan dengan ban belakang kembali mengadangnya. Ia menggunakan ban lunak yang menimbulkan kesulitan sejak awal.

“Hari yang sulit mengakhiri akhir pekan rumit. Kami tahu bahwa sirkuit ini lebih buruk bagi saya maupun Yamaha. Tadinya kami berharap setidaknya bisa berada di zona poin karena selama uji coba, saya bisa masuk 15 besar,” katanya.

“Saya melaju dengan ban belakang lunak tapi saya harus berhati-hati sejak awal balapan agar tidak merusaknya. Saya mampu menjaga pace konstan selama balapan tapi kurang cepat untuk meraih poin, yang jadi target kami.

“Saya harus berjalan menggunakan ban lunak karena lebih kencang daripada ban medium dank eras. Semua melakukan pilihan yang sama karena itu hal yang mungkin hari ini. Saya mencoba menjaganya sebaik mungkin, terutama pada awal, tapi waktu yang hilang pada tahap awal balapa sangat sulit dipulihkan.”

Ketika menyinggung soal Bagnaia, Rossi tampak bangga. Jebolan Akademi Pembalap VR46 itu naik podium tertinggi dalam kariernya untuk pertama kali.

Baca Juga:

Satu lagi muridnya unjuk gigi di level atas, setelah Franco Morbidelli melakukannya musim lalu, di mana rider anyar Petronas SRT tersebut memborong tiga kemenangan. Meroketnya pamor mereka, membuat pria 42 tahun itu puas.

“Pecco dapat nilai 10 sempurna untuk balapan hari ini. Dia pole position dan terus memimpin, kemudian menang setelah bertarung sampai tetes darah terakhir pada lap terakhir. Saya sangat senang dengan akademi kami, yang selalu bekerja sepanjang hari untuk para pembalap ini,” Rossi menjelaskan.

“Mereka pantas mendapatkan itu karena nasib mereka di tangan masing-masing. Di trek mereka sendirian, tapi kami bangga telah membantunya dan tiba di level ini.

“Pada akhir musim, saya akan berhenti, tapi untuk sekarang, Bagnaia dan Morbidelli adalah dua pembalap top MotoGP. Mereka salah satu yang paling kuat di grid. Sungguh indah karena tahun depan, yang satu dengan tim pabrikan Ducati dan satu lagi Yamaha, yang mungkin tim terbaik. Saya gembira dan akan memuaskan bisa mengikuti mereka dan memberi dukungan.”

Meski bukan muridnya, Rossi juga memberi perhatian kepada Maverick Vinales, eks tandemnya di Yamaha Factory Racing. Pembalap Spanyol itu mengakhiri lomba di depannya dengan motor Aprilia RS-GP.

“Saya lihat Maverick jauh membaik selama putaran. Pada bagian kedua, ia memiliki pace bagus, tidak terlalu jauh dari para pembalap di depan. Saya belum bicara dengannya, tapi saya tahu di sini, mereka mengalami problem pengereman dan masuk ke tikungan,” ujarnya.

“Saya pikir Aprilia punya potensi bagus dan Maverick adalah pembalap top, jadi saya berharap melihatnya kencang dalam balapan berikutnya.”

dibagikan
komentar
Duel Sengit di MotoGP Aragon, Marquez Samakan Bagnaia dengan Dovizioso

Artikel sebelumnya

Duel Sengit di MotoGP Aragon, Marquez Samakan Bagnaia dengan Dovizioso

Artikel berikutnya

Maverick Vinales Mulai Temukan Perbedaan Yamaha dan Aprilia

Maverick Vinales Mulai Temukan Perbedaan Yamaha dan Aprilia
Muat komentar