Ingin Bersenang-senang, Alvaro Bautista Tak Pasang Target

Pembalap Aruba.it Ducati, Alvaro Bautista, mengaku tak memasang target muluk-muluk di World Superbike 2022.

Ingin Bersenang-senang, Alvaro Bautista Tak Pasang Target

Setelah dua musim memperkuat Honda, Alvaro Bautista memutuskan untuk kembali ke Ducati. Namun, sang pembalap justru tidak memiliki tujuan tertentu bersama pabrikan Borgo Panigale pada musim ini.

Bautista memulai debut WSBK pada 2019 lalu. Mengendarai motor Ducati, ia berhasil mencatatkan 11 kemenangan beruntun, walau akhirnya kalah saing dari Jonathan Rea dalam perebutan gelar juara.

Setelah sukses mengejutkan banyak pihak dalam musim pertamanya, Bautista pindah ke Honda untuk musim 2020. Sayangnya, ia gagal mengulang performa gemilangnya dengan pabrikan asal Jepang itu.

Akhir tahun lalu, Bautista meninggalkan Honda dan kembali ke Ducati. Setelah menjajal motor Panigale V4 R, pembalap berusia 37 tahun itu dinilai bisa kembali bersaing memperebutkan gelar juara WSBK 2022.

Baca Juga:

Walau dijagokan sebagai kampiun, nyatanya Bautista tak memasang target tinggi-tinggi. Di periode keduanya bersama Ducati, ia mengaku ingin bersenang-senang saja.

"Untuk musim 2022, saya pikir saya sudah memiliki pengalaman yang lebih banyak di kompetisi ini. Saya sudah tahu bannya, balapannya seperti apa, kemudian lintasannya seperti apa," ujarnya.

"Saya sudah belajar banyak dan pengalaman saya berkembang. Tahun ini justru saya tidak memasang target yang besar. Saya hanya ingin bersenang-senang.

"Saya ingin memaksimalkan potensi yang dimiliki motor ini, karena Ducati sudah berkembang. Jadi, saya hanya ingin menikmati musim ini, meski tentu saja saya akan tetap mengerahkan seluruh kemampuan saya di setiap balapan."

Alvaro Bautista, Aruba.it Racing-Ducati Team

Alvaro Bautista, Aruba.it Racing-Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Lebih lanjut, mantan pembalap MotoGP ini menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan besar di Ducati. Ia justru merasa Panigale V4 R lebih seimbang ketimbang tiga tahun lalu.

"Tak ada perbedaan yang besar. Di tahun pertama saya bersama Ducati, saya merasa sangat kuat. Tapi motornya kurang seimbang," tutur Bautista.

"Terkadang saya melaju sangat cepat. Tapi di beberapa balapan, ada banyak masalah yang menghampiri. Perbedaan yang saya rasakan hanya keseimbangan motor saja.

"Karena pada saat saya kembali November lalu, saya merasa motor lebih seimbang. Kekuatan motor hampir sama dengan tiga tahun lalu, tapi kelemahan yang yang dimiliki motor ini sepertinya sudah diperbaiki."

dibagikan
komentar

Leon Haslam Kembali Berlabuh ke British Superbike

Iker Lecuona Bantah Honda CBR1000RR-R Sulit Ditaklukkan