James Key resmi bergabung dengan tim F1 McLaren

dibagikan
komentar
James Key resmi bergabung dengan tim F1 McLaren
Adam Cooper
Oleh: Adam Cooper
26 Jul 2018 09.04

Sebagai bagian dari restrukturisasi McLaren, skuat Woking tersebut telah resmi menggaet eks direktur teknis tim Formula 1 Toro Rosso, James Key.

McLaren resmi merekrut Key, meski belum ada informasi jelas tentang kapan pria berumur 46 tahun itu akan bekerja dengan tim barunya tersebut.

Sementara Chief Engineering Officer, Matt Morris, yang terakhir kali bertugas pada GP Jerman pekan lalu akan meninggalkan McLaren.

Kabar ini datang menyusul kepergian dua figur McLaren lainnya, yakni Chief Technical Officer, Tim Goss, pada April lalu, dan direktur balap, Eric Boullier, awal bulan ini. McLaren mencari nama besar untuk menggantikan Goss, sembari melakukan "peninjauan ulang terhadap operasi teknis untuk mengembalikan kejayaan tim".

Key sudah sejak lama dianggap sebagai salah satu teknisi paling berbakat di paddock. Ia memulai kariernya bersama Jordan pada 1998, dan bertahan di tim yang sama meski berganti nama mulai dari Midland, Spyker, dan Force India.

Key meniti kariernya hingga akhirnya mendapat posisi direktur teknis. Pada 2009, musim terakhirnya bersama Force India, ia turut berperan dalam raihan pole position dan podium yang dicetak Giancarlo Fisichella di Spa-Francorchamps.

Ia kemudian bergabung dengan Sauber pada 2010, membantu membangkitkan tim yang sempat terpuruk setelah ditinggal BMW. Key bertahan bersama skuat Swiss tersebut selama dua tahun sebelum kemudian hijrah ke Toro Rosso.

Key terkenal mampu mendesain mobil dengan performa yang di atas ekspektasi, meski dengan dukungan dana yang relatif terbatas.

Kepergian Key, yang dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjelma sebagai aset penting di Toro Rosso, akan menjadi sebuah pukulan berat bagi skuat Faenza tersebut.

Selain itu kepindahan Key juga bisa berdampak pada Red Bull Racing yang telah menunjuknya sebagai konsultan untuk mengawasi proses transisi dari mesin Renault ke Honda.

Ikuti Motorsport.com di:

Slider
List

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13, Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13, Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33
1/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

James Key, Scuderia Toro Rosso Technical Director

James Key, Scuderia Toro Rosso Technical Director
2/10

Foto oleh: Sutton Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13, Pierre Gasly, Toro Rosso STR13, Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB14, Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13, Pierre Gasly, Toro Rosso STR13, Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB14, Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33
3/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13, Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33

Pierre Gasly, Toro Rosso STR13, Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33
4/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

James Key, Technical Director, Scuderia Toro Rosso, Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso

James Key, Technical Director, Scuderia Toro Rosso, Pierre Gasly, Scuderia Toro Rosso
5/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

James Key, Technical Director, Scuderia Toro Rosso STR13

James Key, Technical Director, Scuderia Toro Rosso STR13
6/10

Foto oleh: Sutton Images

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33, Pierre Gasly, Toro Rosso STR13

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33, Pierre Gasly, Toro Rosso STR13
7/10

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13, pit stop

Brendon Hartley, Toro Rosso STR13, pit stop
8/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB14, Fernando Alonso, McLaren MCL33

Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB14, Fernando Alonso, McLaren MCL33
9/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Fernando Alonso, McLaren MCL33

Fernando Alonso, McLaren MCL33
10/10

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

Artikel Formula 1 berikutnya
Rival curigai peningkatan performa mesin Ferrari

Artikel sebelumnya

Rival curigai peningkatan performa mesin Ferrari

Next article

Dampak kecelakaan Hockenheim "bisa seperti Singapura 2017"

Dampak kecelakaan Hockenheim "bisa seperti Singapura 2017"
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Adam Cooper
Tipe artikel Breaking news