Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Cosworth Tak Tertarik Kembali ke Formula 1

Cosworth tak tertarik untuk kembali ke Formula 1 mengikuti langkah Ford yang bermitra dengan Red Bull Racing mulai 2026. Mereka menegaskan bahwa itu bukan fokusnya.

The Cosworth V8 engine

Dalam peluncuran RB19, Red Bull mengumumkan kolaborasi teknis dengan Ford terutama untuk divisi powertrains yang akan meluncurkan produk pada 2026. Mereka berkonsentrasi membuat mesin dengan tenaga listrik dan bahan bakar berkelanjutan.

Ini menandai kembalinya nama Ford ke F1 untuk pertama kalinya sejak 2004, ketika mereka mendukung tim Jaguar - yang kemudian dijual ke Red Bull - dan kemudian mengganti mesin Cosworth V10 menjadi Ford.

Cosworth memiliki sejarah panjang dan sebagian besar sukses di F1. Mereka duduk di urutan ketiga dalam peringkat kemenangan konstruktor sepanjang masa di belakang Ferrari dan Mercedes. Tim ini memiliki 10 troffi juara.

Masa kejayaannya datang dengan mesin DFV yang digunakan antara 1967 dan 1983 yang dikembangkan bekerja sama dengan Ford.

Baca Juga:

Meskipun perubahan peraturan telah memicu gelombang baru minat pabrikan terjun kei F1, dengan enam pihak yang telah mendaftar untuk tahun 2026, Cosworth belum melihat potensi untuk kembali.

"Itu belum menjadi fokus," kata Hal Reisinger, CEO Cosworth, kepada Motorsport.com. "Kami sangat bersyukur bahwa kami dapat memperoleh sejumlah besar bisnis OEM otomotif. Hal ini membutuhkan dedikasi dari semua sumber daya Anda jika ingin melakukannya dengan baik, dan saya tidak percaya untuk melakukan sesuatu yang kurang dari yang terbaik.

"Ini akan mengharuskan kami untuk menciptakan bagian lain dari organisasi kami untuk melayani Formula 1 dengan baik, yang hingga saat ini belum memberikan proposisi bisnis yang cukup menarik untuk saya pertimbangkan."

Cosworth terakhir kali terlibat dalam F1 pada era V8, awalnya dengan Williams pada 2006 sebelum memasok empat tim pada 2010. Namun, ia tidak pernah lagi tampil di F1 sejak 2013, ketika ia hanya bekerja sama dengan Marussia, yang beralih ke tenaga Ferrari untuk memulai era hibrida V6 pada 2014.

Namun, Reisinger menjelaskan bahwa Cosworth melakukan berbagai hal untuk menghasilkan pendapatan yang dapat diinvestasikan kepada orang-orang dan bisnis.

"Saya bersyukur kami memiliki keunikan dalam beberapa hal sehingga kami memiliki situasi tersebut," tuturnya.

"Hal ini tentu saja membuat pekerjaan saya jauh lebih mudah dalam peran saya, tetapi jika hal ini akan menumbuhkan semangat pada karyawan dan dapat menjadi bagian yang layak dari bisnis yang memungkinkan investasi yang berkelanjutan, maka kami akan mempertimbangkannya.”

Prinsipal Red Bull Racing Christian Horner, dan CEO Ford Jim Farley dalam peluncuran RB19

Prinsipal Red Bull Racing Christian Horner, dan CEO Ford Jim Farley dalam peluncuran RB19

Foto oleh: Red Bull Content Pool

Cosworth rupanya sering diajak berkonsultasi mengenai peraturan mesin di masa depan.

"Saya pikir hanya mereka yang terlibat langsung yang benar-benar akan mempertimbangkan masukan mereka sampai pada tingkat yang akan memberikan masukan.

"Dan saya tidak mengatakan ada yang salah dengan hal itu. Itu adalah program motorsport mereka, bukan program kami. Tapi itulah kenyataannya.

"Jadi, kecuali jika Anda, menurut pendapat saya yang sederhana, menjadi peserta langsung dan terlibat langsung, maka mereka akan berkonsultasi dengan kami, mudah-mudahan karena mereka menghormati pendapat kami dan mereka ingin mempertimbangkan pilihan yang lebih luas.

"Namun, biasanya akan bermuara pada keputusan yang dibuat oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan langsung. Dan itu bukan kami,” ia menandaskan.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Demi Kontrak Panjang, Las Vegas Setuju Tutup The Strip
Artikel berikutnya Ben Sulayem Tak Lagi Tangani Operasi Harian Formula 1

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia