Honda khawatir tak bisa yakinkan McLaren

Honda khawatir tidak bisa melakukan hal cukup guna meyakinkan McLaren mempertahankan hubungan. Namun akan terus berusaha.

McLaren diperkirakan akan membuat keputusan final akan masa depannya bersama Honda pada minggu ini. Saat ini hubungan mereka sedang ada pada titik terendah akibat sejumlah isu daya tahan dan performa buruk.

Jika McLaren memutuskan untuk pisah dan Toro Rosso memilih tetap setia dengan Renault, maka Honda akan terpaksa meninggalkan F1.

Terlepas ketidakpastian ini, Honda terus mendorong pengembangan agresif berupa pembaruan di Spa dan Monza.

“Saya masih berusaha menyajikan performa baik untuk meyakinkan McLaren. Tetapi saya tidak yakin semua ini akan cukup,” jelas Yusuke Hasegawa, chief Honda. “Kami di Honda tidak pernah menyerah pada kerjasama ini.”

Meski situasi ini dapat menyebabkan distraksi pada staf di Sakura dan Milton Keynes, Hasegawa justru yakin sebaliknya.

“Ini mengakselerasi pengembangan kami,” ucapnya. “Menjadi motivasi kuat dalam pabrik.”

Honda merasa percaya diri atas performa diberikan pada balap-balap belakangan ini.

“Sejak Austria, perkenalan mesin spek 3, pengemabngan kami telah meroket dengan laju sangat baik,” tambah Hasegawa.

“Kami melihat sejumlah peningkatan performa pada setiap pembaruan. Sungguh memberikan semangat.”

McLaren-Honda memilih terkena penalti di Spa dan Monza agar lolos di Singapura. Trek yang dirasa cocok bagi mobil.

“Kami merasa yakin akan performa di Singapura,” imbuh Hasegawa. “Kami telah memutuskan bahwa mesin saat ini akan dibawa ke sana.”

“Kami akan memperbarui sejumlah setelan, tetapi tidak bisa merombak banyak di Singapura.”

Ketika ditanya akan performa spek 3.7, Eric Boullier, direktur balap McLaren mengatakan: “Menghadirkan sejumlah daya ekstra.”

“Seperti Hasegawa bilang, data menunjukkan bahwa ada sejumlah perbaikan. Jadi saya cukup puas.”

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim McLaren
Tipe artikel Breaking news