Formula 1
R
F1 GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
24 hari
R
F1 GP Arab Saudi
03 Des
Event berikutnya
235 hari
Selengkapnya:

Tsunoda dan Ambisinya Melangkahi Para Pencetak Poin Negeri Matahari Terbit

Jepang harus menunggu tujuh tahun agar bisa kembali melihat pembalapnya tampil di ajang Formula 1.

Tsunoda dan Ambisinya Melangkahi Para Pencetak Poin Negeri Matahari Terbit

Terakhir kali ada pembalap Jepang berada di atas grid Formula 1 adalah pada musim 2014. Saat itu, Kamui Kobayashi membalap untuk Caterham.

Sayangnya, di kesempatan keduanya balapan Formula 1, Kobayashi hanya bertahan semusim. Selepas 2014, pembalap-pembalap Jepang kesulitan masuk ke Formula 1.

Sampai pada akhirnya di musim 2021, Yuki Tsunoda promosi ke F1 bersama AlphaTauri. Penampilannya yang mengesankan di Formula 2 2020 menjadi faktor promosinya sang pembalap.

Baca Juga:

Tsunoda bahkan terlibat dalam persaingan gelar juara F2 2020, bersama Mick Schumacher, Callum Ilott, Robert Shwartzman dan Nikita Mazepin.

Pembalap 20 tahun itu pun disebut-sebut memiliki masa depan cerah di Formula 1. Tak sedikit yang mengatakan bahwa Tsunoda bisa menjadi juara duni F1.

Dari banyaknya pembalap-pembalap F1 asal Jepang, tujuh di antaranya merupakan langganan pencetak poin. Tsunoda pun berambisi untuk mengikuti langkah, atau bahkan melampaui raihan yang pernah dicatat oleh seniornya itu.

Berikut Tujuh Pembalap Jepang yang Mencetak Poin di Formula 1:

Shinji Nakano
33 penampilan / 2 poin

Shinji Nakano, Minardi M198

Shinji Nakano, Minardi M198

Foto oleh: Motorsport Images

Shinji Nakano membalap di dua musim Formula 1, yakni musim 1997 (Prost) dan 1998 (Minardi). Pun begitu, kariernya di ajang balap jet darat tak begitu mentereng.

Pasalnya, banyak insiden yang menimpanya. Catatan retire miliknya bahkan lebih banyak ketimbang catatan finisnya pada musim 1997 (9 kali retire, 6 kali finis dari 17 seri F1 1997).

Walaupun dilanda banyak masalah, Nakano tetap berhasil mecetak poin bersama Prost. Ia finis di posisi keenam sebanyak dua kali (GP Kanada dan GP Hungaria) dan mengoleksi 2 poin.

Ukyo Katayama
94 penampilan / 5 poin

Ukyo Katayama, Tyrrell

Ukyo Katayama, Tyrrell

Foto oleh: Sutton Images

Ukyo Katayama menghabiskan enam musim balapan di Formula 1. Akan tetapi, hanya di musim 1994 Katayama berhasil mencetak poin.

Saat itu Katayama balapan untuk tim Tyrell. Pun berhasil mencetak poin, statistik pembalap yang saat itu berusia 31 tahun tersebut hanya berhasil finis empat kali.

Dari empat kali berhasil menyelesaikan balapan, Katayama finis di zona poin sebanyak tiga kali, yakni di posisi kelima (GP Brasil dan GP San Marino) dan posisi keenam (GP Britania Raya).

Kabar mengejutkan datang dari Katayama pada saat mengumumkan pensiun dari F1 di akhir musim 1997. Ia mengaku mengidap kanker sejak 1995. Pun begitu, koleksi poinnya tetap menjadi pencapaian yang berharga.

Aguri Suzuki
63 penampilan / 8 poin

Aguri Suzuki, si pencetak podium pertama asal Jepang

Aguri Suzuki, si pencetak podium pertama asal Jepang

Foto oleh: Sutton Images

Aguri Suzuki menjadi pembalap pertama asal Jepang yang berhasil naik podium Formula 1. Podium perdana Suzuki dan Jepang itu pun terasa sangat spesial.

Itu karena Suzuki meraih podium perdana untuknya dan Jepang, tepat di balapan GP Jepang. Membalap untuk Larrousse di musim 1990, Suzuki finis di peringkat ketiga, di belakang duo Benetton, Nelson Piquet dan Roberto Moreno.

Selain podium, Aguri Suzuki juga kerap mencetak poin untuk negeri matahari terbit di Formula 1. Total ada tambahan empat kali finis di peringkat keenam pada GP Britania Raya dan Spanyol musim 1990, GP Amerika Serikat 1991, serta GP Jerman musim 1995.

Kazuki Nakajima
36 penampilan / 9 poin

Kazuki Nakajima (kanan) saat bersaing dengan kompatriot senegaranya, Kamui Kobayashi (kiri)

Kazuki Nakajima (kanan) saat bersaing dengan kompatriot senegaranya, Kamui Kobayashi (kiri)

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Kazuki Nakajima menikmati balapan penuh Formula 1 selama dua musim, yakni di musim 2008 dan 2009. Akan tetapi, ia mencatatkan debutnya di F1 pada musim 2007.

Kazuki Nakajima membalap hanya untuk satu tim, yakni Williams. Saat itu, Williams didukung oleh pabrikan asal Jepang, Toyota, sebagai pemasok mesin.

Balapan semusim penuh di musim 2008 dan 2009, Kazuki Nakajima sukses mencetak poin di musim 2008. Pembalap yang saat itu berusia 24 tahun tersebut gagal mengantongi poin di musim 2009.

Pencapaian terbaiknya di F1 finis di peringkat keenam balapan GP Australia 2008. Tren mencetak poin di musim itu pun diteruskan oleh Kazuki, dengan finis di posisi ketujuh (GP Spanyol dan GP Monaco) dan peringkat kedelapan (GP Britania Raya dan GP Singapura).

Satoru Nakajima
74 penampilan / 16 poin

Satoru Nakajima pernah menjadi 'mentor' Ayrton Senna

Satoru Nakajima pernah menjadi 'mentor' Ayrton Senna

Foto oleh: Sutton Images

Ayah dari Kazuki Nakajima, Satoru Nakajima, menjalani debutnya di Formula 1 pada musim 1987. Akan tetapi, Satoru menjalani debutnya sebagai pembalap 'veteran'.

Ya, Satoru Nakajima harus menunggu sampai usia 34 tahun untuk mendapatkan kesempatan balapan di Formula 1. Dan bersama Lotus-Honda, pembalap yang akrab disapa Naka-san ini harus berduet dengan pembalap fenomenal, Ayrton Senna.

Satoru Nakajima sendiri menjadi salah satu pembalap asal Jepang yang di setiap musimnya aktif membalap mencetak poin.

Pada musim 1987, ia mencetak tujuh poin. 1988 satu poin, 1989 tiga poin. Bergabung dengan Tyrell pada musim 1990, tiga poin berhasil ia cetak. Dan terakhir di musim 1991, koleksi tiga poin menjadi raihan terakhirnya di ajang balap jet darat.

Takuma Sato
90 penampilan / 44 poin

Takuma Sato saat berada di pit stop

Takuma Sato saat berada di pit stop

Foto oleh: Sutton Images

Takuma Sato dilabeli pembalap 'wrong place at the wrong time'. Ya, ia kerap terlibat dalam banyak insiden.

Insiden terbesar yang pernah dialami Sato terjadi pada balapan GP Austria pada musim 2002. Nick Heidfeld saat itu kehilangan kendali mobilnya, dan kemudian menghantam mobil Jordan milik Sato, sampai keluar lintasan.

Kendati selalu dihampiri nasib sial, Takuma Sato tetap menjadi salah satu pembalap terbaik Jepang. Musim tersuksesnya ada di 2004, yang pada saat itu Sato membalap untuk BAR-Honda.

Ia finis di zona poin sebanyak sembilan kali dari 18 seri, dengan total meraih 34 poin. Pada balapan GP Amerika, ia berhasil naik podium, tepatnya finis di peringkat ketiga.

Kamui Kobayashi
75 penampilan / 125 poin

Kamui Kobayashi naik podium di GP Jepang 2012

Kamui Kobayashi naik podium di GP Jepang 2012

Foto oleh: Sutton Images

Bisa dibilang pembalap Jepang dengan raihan poin terbanyak di Formula 1 saat ini. Kendati cukup sukses di Formula 1, nyatanya Kobayashi malah tampil mengecewakan di ajang GP2 (Formula 2).

Tampil menjanjikan di dua balapan awal musim 2008 bersama DAMS, Kobayashi malah kerap gagal finis dan mengakhiri balapan tanpa poin. Tren negatif tersebut berlanjut sampai ke musim 2009.

Kobayashi muda bahkan sempat hampir menyerah. Ia tidak ingin mengejar mimpinya balapan di Formula 1, dan ingin menjadi koki sushi. Tapi, beruntung pembalap kelahiran Amagasaki ini mencatatkan debutnya bersama Panasonic-Toyota pada musim 2009.

Ia kemudian direkrut oleh Sauber pada 2010. Walaupun kerap gagal finis, saat mengerahkan kemampuan terbaiknya, Kobayashi selalu finis di zona poin.

Hingga akhirnya pencapaian terbaiknya, yakni finis di peringkat ketiga, datang pada musim 2012. Saat itu, masih bersama Sauber, 2012 menjadi musim yang kurang menjanjikan bagi Kobayashi.

Kendati demikian, seperti Aguri Suzuki, ia berhasil naik podium di balapan GP Jepang. Satu-satunya podium yang pernah ia raih pun menjadi pencapaian terbaiknya di F1, sebelum akhirnya meninggalkan ajang balap jet darat pada musim 2014.

dibagikan
komentar
McLaren Fokus Tingkatkan Dua Area Penting di F1 2021

Artikel sebelumnya

McLaren Fokus Tingkatkan Dua Area Penting di F1 2021

Artikel berikutnya

Wolff Yakin Hamilton Akan Teken Kontrak

 Wolff Yakin Hamilton Akan Teken Kontrak
Muat komentar