Perry Martono: Tahun ini Presley akan balapan di Eropa

Ayah pembalap Indonesia, Presley Martono, Perry, mengaku bangga dengan prestasi juara umum F4/SEA yang diraih oleh putranya. Ia juga mengungkapkan rencana karier balap Presley untuk musim tahun ini.

Musim perdana Formula 4 Asia Tenggara (F4/SEA) telah berakhir pekan lalu. Meski berstatus pembalap pendatang baru atau Rookie, pembalap Indonesia, Presley Martono, berhasil tampil impresif sepanjang musim dan berhasil merengkuh gelar juara umum.

Presley tidak hanya berhak meraih trofi - termasuk trofi kemenangan terbanyak, pembalap Indonesia terbaik, dan Rookie terbaik, ia juga mendapatkan dua hadiah berharga berupa kesempatan untuk menguji coba mobil GP2, pendanaan signifikan, dan 12 poin Superlicense.

Untuk dapat menembus ajang Formula 1, setiap pembalap diwajibkan memiliki minimal 40 poin sebelum dianggap layak untuk mengemudikan mobil "jet darat" tersebut. Dan Presley kini hanya kurang 28 poin untuk dapat meraih mimpinya.

Ayah Presley, Perry Martono, mengaku bangga dengan perjuangan yang dilakukan oleh putranya. Memuji Presley yang tampil 'giat', ia juga senang putranya tersebut dapat mengalahkan Faine Kahia, pembalap asal Selandia Baru yang menjadi rival Presley dan lebih berpengalaman di F4/SEA.

Di klasemen akhir, Presley berhasil mengumpulkan total 565 poin, mengungguli Faine dengan jarak keunggulan yang sangat tipis, 2 poin.

“Senang sekali karena betul-betul ini sangat ketat di persaingan poin yang dikumpulkan," ujarnya. "Memang Faine [Kahia] permulaan itu dia jauh lebih bagus dari Presley. Tapi selama musim berjalan, Presley itu terus giat dan mulai bisa mengungguli Faine. Saya sangat senang sekali.

"Karena kalau dilihat, Faine itu juara di Selandia Baru juga, dan di F4 [sebelumnya AsiaCup Series] lebih dari 2 tahun. Dia juga umurnya 20 tahun."

Karena hasil klasemen yang tidak diumumkan hingga acara penyerahaan trofi, Perry sendiri mengaku tidak tahu jika Presley akan menjadi juara atau hanya sebagai runner-up.

“Dan saya juga baru tahu saat acara penyerahan trofi. Hitung-hitungannya sangat ketat sekali, benar-benar membanggakan.”

Pertanyaan besar untuk saat ini pun tentunya menyangkut ke mana perjalanan karier balap Presley selanjutnya. Perry berkata bahwa untuk saat ini Presley membutuhkan banyak jam terbang, dan ia juga menganggap ajang balapan di benua biru Eropa sebagai lokasi yang ideal bagi Presley.

“Rencana tahun ini, Presley harus lebih banyak jam terbang, itu penting sekali. Dan jam terbang itu hanya bisa dilakukan dengan latihan dan jam terbang membalap juga. Balapannya juga harus lebih kompetitif.

“Untuk menambah poin Superlicense, Presley bisa lanjut balapan di F4 Eropa. Banyak negara Eropa yang menyelenggarakan balap F4, tetapi saya melihat F4 Jerman lebih kompetitif."

Presley sendiri juga mengaku tidak menutup kemungkinkan dirinya naik satu tingkat ke ajang Formula 3 tahun ini. Ia menganggap Formula 3 sebagai batu loncatan banyak pembalap Formula 1 saat ini.

“Saya tidak menutup kemungkinan akan membalap di F3 Eropa. Karena banyak pembalap F1 saat ini yang lulusan dari balap F3 seperti Lewis Hamilton, Sebastian Vettel, Max Verstappen dan banyak lagi,” tambah Presley.

 

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 4 SEA
Pembalap Presley Martono
Tipe artikel Breaking news