Preview Moto2 dan Moto3: Siapa dapat hentikan Johann Zarco?

Kedua kelas pendukung MotoGP dipenuhi talenta tahun ini. Tapi siapa yang akan menduduki posisi teratas? Jamie Klein dan Oriol Puigdemont memandu Anda dengan semua pembalap di Moto2 dan Moto3.

Moto2: Zarco vs Rins?

Tahun lalu, Johann Zarco paling mendominasi dalam sejarah Moto2 di atas motor Ajo Motorsport Kalex. Pembalap Prancis itu kini kembali untuk mempertahankan gelar juara di kelas menengah, setelah menolak kesempatan untuk balapan di MotoGP. Ia berharap tahun ini di Moto2 akan memberikan opsi lebih baik untuk rencana naik kelas pada 2017.

Kesuksesan Zarco menjadi juara dunia dengan selisih 118 poin tak pelak karena Tito Rabat yang mengalami cedera pada akhir musim, satu-satunya pembalap yang naik kelas ke MotoGP tahun lalu, dan absennya pembalap Marc VDS itu mengantarkan Alex Rins merebut posisi runner-up.

Membalap untuk Pons, tim yang telah membuat Pol Espargaro dan Maverick Vinales jadi bintang dalam beberapa tahun terakhir, Rins berhasil menang di Indianapolis dan Phillip Island tahun lalu. Kemenangan itu membawa Rins jadi kandidat favorit juara dengan Zarco, yang telah menarik perhatian dari pabrikan di MotoGP. Sebuah kursi di Tech 3 Yamaha pada 2017 tampaknya bisa jadi hadiah atas gelar juaranya.

Pembalap lain dengan masa depan MotoGP adalah Sam Lowes, yang telah terikat kontrak untuk bergabung ke skuad Aprilia tahun depan. Untuk sekarang ini, pembalap Inggris itu berkompetisi di tim Gresini yang menurunkan motor Kalex, dan ia berpeluang juara setelah menyelesaikan tes pramusim Qatar di posisi teratas.

Lainnya, pembalap tes KTM, Thomas Luthi ­– meski memasuki musim ke-10 dalam pada level ini – pasti akan menjadi faktor untuk kemenangan balapan jika kecepatan saat tes pramusim bisa membantunya. Rekan setimnya di skuad Interwetten, Dominique Aegerter, akan merebut kembali performa kemenangan 2014 setelah mengalami cedera tahun lalu.

Pembalap yang juga menarik perhatian dalam tes pramusim adalah Jonas Folge, yang kencang dan tidak konsisten ketika tahun lalu balapan untuk AGR, Tapi sekarang dia menjadi rekan setim Sandro Cortesedi tim Intact GP. Tim Marc VDS menurunkan duet pembalap kuat, Franco Morbidelli menggantikan Rabat, dan dipasangkan dengan Alex Marquez, adik laki-laki dua kali juara dunia MotoGP, Marc Marquez.

Alex perlu untuk kembali bangkit dari debut tahun lalu untuk menjaga momentum kariernya. Tapi dia akan bekerja keras untuk mengalahkan Morbidelli, yang berhasil mempermalukan Mika Kallio tahun lalu – masuk ke posisi 10 besar meski absen dalam empat balapan. 

Pembalap lain yang ada di posisi 10 besar adalah Xavier Simeon [QMMF Speed Up], Takaaki Nakagami [Team Asia Kalex] dan Lorenzo Baldassarri, semuanya kembali musim ini. Nama yang terakhir ini berduet dengan adik tiri Valentino Rossi, Luca Marini di Forward Racing.

Dua rookie yang juga patut diperhatikan adalah pembalap dari Leopard Racing, Danny Kent dan Miguel Oliveira. Keduanya menjadi rekan setim setelah bertarung memperebutkan gelar juara Moto3 tahun lalu. Jika melihat performa saat tes pramusim, Kent seharusnya dapat sering menembus 10 besar. Sedangkan, Oliveira tampak sedikit kesulitan untuk beradaptasi sejauh ini.

Selain Simeon, semua pembalap yang disebutkan di atas akan mengendarai motor Kalex tahun ini. Pabrikan asal Jerman itu menyuplai 24 dari 30 motor. Simone Corsi dan Julian Simon balapan dengan motor Speed Up bersama dengan Simeon; rookie Isaac Vinales dan Xavi Vierge berduet di Tech 3; dan Efren Vazquez jadi pembalap tunggal untuk Suter. 

Oriol Puigdemont mengatakan: Menimbang bahwa juara Moto2 terakhir tidak naik kelas ke MotoGP, kita harus menunjuk kepada Zarco sebagai sosok untuk dikalahkan. Pembalap Prancis itu akan dikejar oleh Rins, Marquez dan Luthi, yang telah super cepat dalam musim dingin ini.

Moto3: Terbuka untuk semua

Dengan dua pembalap top dari Moto3 yang naik kelas untuk 2016, tahun ini pertarungan gelar juara terbuka lebar – dengan setengah lusin pembalap memiliki peluang untuk membawa pulang trofi bergengsi.

Posisi tertinggi ditempati pembalap berusia 18 tahun, Enea Bastianini, yang merebut kemenangan perdana Grand Prix di Misano tahun lalu dan memasuki musim ketiganya pada level ini. Pembalap Italia itu akan membalap untuk Gresini Honda pada 2016, bersama rekan setim Fabio di Giannantonio, runner-up di Red Bull Rookies Cup tahun lalu.

Tapi Bastianini akan menghadapi lawan berat dari Honda, terutama dari tim Estrella Galicia, Jorge Navarro, yang mengakhiri musim rookie tahun lalu sebagai salah satu pembalap kategori top dan harus dianggap ancaman besar dalam perebutan gelar juara kali ini. Rekan setimnya, Aron Canet, peringkat ketiga di CEV Moto3 tahun lalu, juga akan jadi salah satu yang diperhatikan selama musim berjalan.

Pembalap dari Honda lainnya adalah Niccolo Antonelli [Ongetta-Rivacold] jadi sosok yang harus dikalahkan saat tes pramusim, di mana ia hampir mengalahkan Livio Loi [RW Racing]. Kemenangan perdana Loi tahun lalu datang dalam kondisi tidak biasa di Indianapolis. Sedangkan, Antonelli membuktikan kemenangan di Brno bukan kebetulan ketika ia finish kedua di Jepang – dan seharusnya lebih tegas dalam kejuaraan yang akan menjadi musim kelimanya pada level ini.

Menawarkan pengalaman serupa adalah sosok terdepan di KTM, Romano Fenati. Tampaknya cukup lama sejak ia merebut kemenangan kedua Grand Prix pada 2012. Dan setelah naik turun pada 2015, pembalap berusia 20 tahun itu – akan memasuki musim ketiga dengan Sky Racing VR46 Team – Fenati perlu untuk menunjukkan bahwa ia mampu bertarung dalam perebutan gelar juara.

Rekan setim Fenati di Sky Racing adalah Andrea Migno, yang akan membangun penampilan solid setelah tak mengesankan dalam debutnya pada tahun lalu. Dan anak didik terbaru Rossi, Nicolo Bulega, yang telah menunjukkan tampil kuat setelah mengalahkan Canet di CEV Moto3 pada 2015.

Patut diperhatikan pula tiga motor yang diturunkan tim Leopard KTM, sukses mengantarkan Kent juara dunia tahun lalu. Tahun ini, mereka diperkuat superstar asal Prancis, Fabio Quartararo – dianggap sebagai The Next Marc Marquez – yang berpasangan dengan Joan Mir dan Andrea Locatelli.

Sementara Leopard memiliki keuntungan jumlah motor lebih, tim Red Bull Ajo telah kembali ke dua KTM untuk Brad Binder, dapat menjadi ancaman besar di kejuaraan dengan dukungan skuad Finlandia di belakangnya. Serta juara Red Bull Rookies, Bo Bendsneyder, yang sudah jelas kandidat Rookie of the Year.

Mahindra tampaknya masih tertinggal jauh di belakang Honda dan KTM, meski telah memperkenalkan motor yang sepenuhnya baru pada musim dingin lalu. Aspar masih menjadi harapan kesuksesan dari pabrikan India itu, dengan duet pembalap Francesco Bagnaia dan  Jorge Martin. Sedangkan, Racing Team Germany – sekarang berstatus sebagai tim pabrikan Peugeot menyusul kepindahan ke Mahindra – menurunkan daftar pembalap yang tidak berubah, yaitu Alexis Masbou dan John McPhee. Keduanya jadi satu-satunya pembalap Inggris di grid Moto3.

Terakhir, perwakilan tunggal pembalap wanita Maria Herrera juga layak disebut, setelah mengumpulkan dana dan mampu untuk membangun musim rookie yang menjanjikan. Pembalap berusia 19 tahun itu kembali ke tim Laglisse KTM, turun dengan satu motor setelah ditinggalkan sponsor utama selama musim dingin yang penuh gejolak. 

Oriol Puigdemont mengatakan: Kita akan melihat beberapa pertarungan sangat bagus antara Quartararo, Navarro, Bastianini dan Fenati, tapi pada saat yang sama tak rugi memperhatikan Antonelli, Binder dan Bulega. Untuk satu nama favorit, saya akan katakan Quartararo.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Moto2 , Moto3
Pembalap Thomas Luthi , Johann Zarco , Alex Marquez , Jonas Folger , Franco Morbidelli , Alex Rins , Sam Lowes , Jorge Navarro , Fabio Quartararo , Enea Bastianini , Danny Kent , Niccolo Antonelli , Brad Binder , Romano Fenati
Tipe artikel Preview