Scott Ogden Ibaratkan Moto3 seperti Sarang Singa

Usai menuntaskan kejuaraan FIM CEV Moto3, Scott Ogden bersiap menyambut penampilan perdananya di kejuaraan dunia Moto3 2022 bersama VisionTrack Honda Team.

Scott Ogden Ibaratkan Moto3 seperti Sarang Singa

John McPhee tak akan lagi menjadi wakil tunggal Inggris dalam kategori lighweight pada musim depan. Rider veteran itu akan ditemani duo kompatriotnya, Scott Ogden dan Josh Whatley, yang membalap di bawah bendera VisionTrack Honda Team.

Ya, pertengahan September lalu, Michael Laverty resmi mengumumkan pembentukan VisionTrack Honda Team. Skuad beraroma Inggris ini berisikan mekanik dan para staf pendukungnya yang berasal dari negara tersebut.

Struktur manajemen balap bahkan makin kuat dengan bergabungnya mantan pembalap Inggris, Taylor Mackenzie sebagai Team Manager. Pengalaman di ajang British Superbike Championship (BSB) diharapkan dapat berguna bagi tim.

Bicara perihal susunan pembalap, salah satu andalan VisionTrack Honda Team adalah Ogden, yang sepanjang musim 2021 bertarung di CEV Moto3 Junior World Championship bersama GasGas Aspar Junior Team.

Ogden berhasil menduduki peringkat keenam klasemen akhir, mengantongi 96 poin berkat torehan satu kemenangan di Jerez, serta podium ketiga di Catalunya.

“Saya senang dengan kesempatan yang saya dapatkan untuk tahun 2022,” tutur rider berusia 18 tahun itu melansir Bikesportnews.

“Ini adalah batu loncatan berikutnya menuju tujuan utama MotoGP. Intensitas di Moto3 sangat tinggi. Anda memasuki sarang singa!

“Tapi kejuaraan junior telah mengajari saya beberapa hal. Kesadaran bahwa Anda tidak hanya harus mencatat waktu lap tercepat sepanjang waktu!”

Scott Ogden, VisionTrack Honda, Michael Laverty

Scott Ogden, VisionTrack Honda, Michael Laverty

Foto oleh: Scott Ogden

Ogden menyadari, kiprahnya di Moto3 bakal tidak mudah. Kendati demikian, sang pembalap muda yakin dapat menghadapi segala tantangan yang menantinya. Pengalaman di CEV Moto3 telah dianggap sebagai modal berharga.

“Saya menantikan beberapa kritikan, tapi saya merasa bisa berprogres lebih sebagai seorang pembalap di kejuaraan itu (Moto3),” ucapnya.

“Ada banyak taktik yang dipertimbangkan. Namun, ini adalah bagian dari balap motor. Tentu saja, saya ingin melakukan pekerjaan bagus di luar trek, dengan media, tim dan mitra kerja. Tetapi saya tidak ingin terlibat dalam politik.

“Idealnya saya ingin menjalani 2 tahun di setiap kelas (Moto3 lalu Moto2), tapi tidak ada batasan. Saya siap untuk kenyataan bahwa itu mungkin memakan waktu lebih lama.”

Baca Juga:

Kejuaraan dunia telah menjadi tujuan Ogden sejak usia dini. Rider kelahiran Lincolnshire itu pindah ke Spanyol dibandingkan proses tradisional melalui keikutsertaan di BSB.

“Itu sudah pasti menjadi hidupmu. Semua yang Anda lakukan harus Anda pikirkan: 'Apakah ini akan membuat saya lebih baik dengan motor itu?’,” kata dia.

“Para pembalap di Spanyol mendedikasikan hidup mereka untuk itu. Mereka menjalaninya, tidur dengannya, menghirupnya. Anda harus menempatkan hidup dan jiwa Anda ke dalamnya dan memberikan yang terbaik.

“Kadang-kadang itu sulit, karena ayah saya jadi jarang bertemu dengan ibu saya. Tetapi setelah NEC, saya akan menghabiskan waktu bersama mereka di rumah. Kami akan makan kalkun bersama saat Natal.”

dibagikan
komentar
Aki Ajo Beruntung Bisa Rekrut Pedro Acosta
Artikel sebelumnya

Aki Ajo Beruntung Bisa Rekrut Pedro Acosta

Artikel berikutnya

Wakili Indonesia di Moto3 2022, Gubernur Jatim Apresiasi Mario Aji

Wakili Indonesia di Moto3 2022, Gubernur Jatim Apresiasi Mario Aji
Muat komentar