Mantan Manajer Johann Zarco Meninggal Dunia karena Kanker

Mantan manajer rider Pramac Racing MotoGP, Johann Zarco, sekaligus ayah dari pembalap Moto3 Lorenzo Fellon, Laurent Fellon, berpulang, awal pekan ini.

Mantan Manajer Johann Zarco Meninggal Dunia karena Kanker

Fellon menghembuskan napas terakhir di usia 61 tahun setelah bertarung dengan kanker. Kabar meninggalnya salah satu sosok yang cukup terkenal di paddock grand prix masa lalu, disampaikan mantan pembalap Sic58 Squadra Corse.

"Dengan kesedihan yang mendalam, saya mengumumkan meninggalnya ayah saya," tulis Lorenzo Fellon di Instagram. "Dia telah berjuang melawan kanker selama beberapa bulan. Saya tidak bisa berkata-kata untuk menyampaikan kesedihan yang saya rasakan saat ini, tetapi saya tahu dia selalu bersama saya dalam damai. Saya mencintaimu Ayah. Saya akan terus berjuang untukmu dan untuk kita."

Baca Juga:

Setelah menjadi pembalap dan kemudian menjadi mekanik, Laurent Fellon menjadi pelatih dan bertemu Johann Zarco yang kala itu berusia 14 tahun. Dia memainkan peran mendasar di dalam kariernya.

Fellon mendorong Zarco untuk beralih ke Italia. Pembalap Prancis itu naik ke jenjang lebih tinggi dan Fellon tetap berada di sisinya sampai menyabet gelar Moto2 2015-2016 dan promosi ke MotoGP.

Jalan kedua pria itu terpisah setelah episode KTM yang menyakitkan, sampai-sampai mengakhiri semua kontak di antara mereka.

 

Ketegangan ini tampak sangat konyol saat ini. Johann Zarco ingin memberikan penghormatan kepada Laurent Fellon.

"Selamat tinggal teman, bapak motor, hasrat Anda di bidang ini tidak terbatas,” ungkap pembalap Pramac di Instagram. "Getaran mesin selalu melampaui Anda, keinginan Anda untuk menularkan hasrat ini juga besar.

“Anda tahu bagaimana menyatukan orang-orang dengan Anda untuk mencapai tujuan yang luar biasa. Jadi di sisimu, kamu membuatku menjadi seorang pejuang dan itu seumur hidup! Terima kasih Nénésan."

Dalam beberapa tahun terakhir, Laurent Fellon telah mengabdikan dirinya untuk karier putranya Lorenzo. Satu-satunya pembalap Prancis yang masuk dalam kelas ringan menuju MotoGP sejak 2021.

Musim depan, ia akan membela tim CIP Green Power milik Alain Bronec.

 
dibagikan
komentar

Bagnaia Terima Kritik Sepanjang MotoGP 2022 dengan Lapang Dada

Alasan MotoGP Harus Melebarkan Sayap ke Luar Eropa