MotoGP Aragon, Kesempatan Terakhir Kans Gelar Marc Marquez

Secara matematis, Marc Marquez masih berpeluang merebut gelar juara dunia MotoGP 2021. Namun, peluangnya bisa dibilang hampir mustahil.

MotoGP Aragon, Kesempatan Terakhir Kans Gelar Marc Marquez

Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) masih nyaman di posisi teratas klasemen Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 yang tinggal menyisakan enam balapan.

Dari 12 balapan yang sudah digelar, Quartararo mampu memenangi lima di antaranya serta tiga finis podium ketiga lain. Dengan impresif tersebut, pembalap Prancis itu unggul hingga 65 poin dari rival terdekat yang juga juara dunia Joan Mir (Suzuki Ecstar).

Dengan enam balapan tersisa, berarti masih ada maksimal 150 poin yang bisa diperebutkan. Itu berarti, secara matematis, 13 pembalap – termasuk Quartararo – masih berpeluang mengangkat trofi MotoGP 2021.

Di antara 13 pembalap tersebut, salah satunya adalah Marc Marquez (Repsol Honda), yang kini berada di peringkat ke-12 klasemen dengan 59 poin. Namun, pembalap asal Spanyol itu butuh lebih dari keajaiban untuk bisa merebut gelar juara dunia kedelapan.

Pembalap yang Masih Berpeluang Merebut Gelar Juara Dunia MotoGP 2021

Kampiun MotoGP enam kali (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) tersebut harus memenangi semua balapan tersisa sementara Quartararo harus tidak finis. Demikian pula 10 pembalap di atas Marquez lainnya. Tentu saja situasi tersebut hampir mustahil bagi Marquez.

Bagi #93, ini kali kedua – ketiga bila musim 2020, saat dirinya kehilangan gelar karena cedera panjang dihitung – Marquez dalam posisi terjepit. Situasi serupa terjadi pada 2015, satu-satunya Marquez takluk bukan karena cedera.

Saat itu, setelah hanya finis P4 di GP Jepang, secara matematis peluang gelar sudah tertutup baginya. Pasalnya, dengan tiga balapan terisa dan maksimal 75 poin yang bisa direbut, Valentino Rossi memimpin dengan 283 poin sedangkan Marquez 197.

Semua tahu, Marquez berhasil memenangi lomba berikutnya di Phillip Island (Australia) untuk kemudian insiden dengan Rossi di Sepang, Malaysia, yang membuatnya tidak mampu melanjutkan balapan.

Baca Juga:

Rossi Akan Pensiun Tanpa Gelar Ke-10

Legenda asal Italia itu akan meninggalkan MotoGP pada akhir musim 2021 ini atau setelah 26 tahun turun di Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Pembalap 42 tahun tersebut akan pergi dengan sembilan gelar juara dunia – 125cc 1997, 250cc 1999, 500cc 2001, MotoGP 2002-2005, 2008, 2009 – dan 115 kemenangan dari seluruh kelas.

Jika jumlah 199 finis podium di MotoGP masih mungkin ditambahnya musim ini, untuk kemenangan sepertinya juga hampir mustahil direbut The Doctor hingga akhir musim ini. Yang pasti, Rossi sudah pasti tidak bisa menambah gelar juara dunianya.

Dalam 12 tahun setelah merebut gelar terakhirnya di MotoGP, Rossi tercatat finis runner-up tiga kali. Namun, yang paling menyakitkan tentu yang terjadi pada 2015, saat Jorge Lorenzo mengambil darinya pada balapan terakhir, GP Valencia.

Pada 2018, Rossi mengaku tidak mau menargetkan gelar ke-10. Meskipun, tidak lama kemudian ia menyebut masih memimpikan dan merasa pantas untuk mendapatkannya.

Pada musim terakhirnya di Kejuaraan Dunia Balap Motor, Valentino Rossi kemungkinan bakal mendapatkan hasil terburuk sepanjang kariernya. Musim 2021 ini, ia baru merebut 28 poin (jika dirata-rata hanya 2,3 per balapan) dan berada di P21 klasemen.

Kendati gelar juara dunia MotoGP hampir pasti tidak akan mampu diraih kedua legenda ini, reputasi Marc Marquez dan Valentino Rossi sebagai pembalap tersukses dalam sejarah balap motor dunia, akan tetap hidup..

dibagikan
komentar
Raul Fernandez Ingin Turun di Aragon meski Alami Patah Jari Tangan

Artikel sebelumnya

Raul Fernandez Ingin Turun di Aragon meski Alami Patah Jari Tangan

Artikel berikutnya

MotorLand Aragon Sirkuit Terburuk bagi Fabio Quartararo

MotorLand Aragon Sirkuit Terburuk bagi Fabio Quartararo
Muat komentar