Rossi Sebut Regulasi Mesin Bukan Halangan bagi Yamaha Perbaiki Mesin

Valentino Rossi meminta Yamaha agar tidak menjadikan engine freeze sebagai dalih bakal kesulitan mengembangkan mesin untuk MotoGP 2021.

Rossi Sebut Regulasi Mesin Bukan Halangan bagi Yamaha Perbaiki Mesin

Yamaha benar-benar hancur di MotoGP 2020 ini. Gelar juara dunia pembalap hampir pasti lepas. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) terpaut hingga 37 poin dari Joan Mir (Suzuki Ecstar) dengan dua lomba tersisa.

Situasi sama terjadi di klasemen tim dan konstruktor. Semua disebabkan masalah teknis yang diakibatkan katup mesin Yamaha YZR-M1.

Karena menggunakan katup ilegal saat lomba perdana di Jerez, Spanyol, Yamaha pun dipenalti pengurangan 50 poin di klasemen konstruktor – dua kali dari poin kemenangan Quartararo di GP Spanyol dicoret – dan 20 di klasemen tim.

Sementara, SRT kehilangan 37 poin dari hasil kemenangan Quartararo dan posisi kelima Franco Morbidelli di GP Spanyol (juga poin posisi ke-15 Morbidelli di GP Styria karena memakai salah satu mesin dengan katup ilegal).

Yamaha beruntung karena tidak satu pun poin dari empat pembalap kedua tim mereka, Monster Energy Yamaha MotoGP dan SRT, dikurangi.

Masalah teknis pada katup ini tidak hanya membuat Yamaha YZR-M1 menjadi sangat lambat di speed trap tetapi juga ringkih. Bagaimana tidak? Tiga dari empat pembalap mereka, termasuk Valentino Rossi, mengalami kerusakan mesin parah hingga tidak bisa dipakai setelah dua lomba awal musim ini di Jerez (Spanyol dan Andalusia).

Larangan pengembangan mesin (engine freeze) pada 2021 membuat kondisi Yamaha bak pepatah “Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula”. 

Baca Juga:

Seperti diketahui, karena pandemi Covid-19 – yang berdampak pada berkurangnya pemasukan bagi pabrikan – membuat semua pabrikan harus menggunakan mesin dengan spesifikasi musim ini untuk MotoGP 2021 nanti.   

Hanya KTM yang masih diperbolehkan membangun mesin baru pada MotoGP 2021. Itu karena mereka telah kehilangan konsesi musim ini. Karena itulah pabrikan asal Austria itu harus membuat mesin baru yang sesuai spesifikasi pabrikan non-konsesi (Honda, Yamaha, Ducati, dan Suzuki).

“Spesifikasi mesin akan dibekukan (untuk 2021) namun itu bukan alasan (bagi Yamaha) untuk tidak bisa memperbaiki mesin,” ujar Rossi yang hanya mampu melibas lima lap lomba dan harus mundur di GP Eropa karena masalah pada sistem elektronik mesin.  

Menurut juara dunia MotoGP tujuh kali (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009) itu banyak yang harus dilakukan untuk bisa mendongkrak performa mesin.

Sebut saja mengolah sistem elektronik agar mesin tetap sehat, membuat temperatur mesin tetap stabil (rendah), dan knalpot.

“Jadi, jika tidak bisa mengubah bagian dalam mesin (untuk meningkatkan performa), seharusnya Anda mampu melihat bagian lain untuk ditingkatkan. Jadi, saya yakin, jika Yamaha mampu dan arah pengembangannya tepat, kami bisa berlomba lebih baik,” tutur Rossi.

The Doctor, julukan Rossi, juga melihat pabrikan lain tertinggal dari Yamaha dalam pengembangan di pramusim dan itu terlihat saat musim dimulai.

“Kami mampu memenangi dua lomba awal. M1 mampu sangat cepat. Tetapi, kemudian pabrikan lain melakukan evaluasi dan perbaikan sehingga sangat kompetitif dan kuat menjelang akhir musim,” ucap Rossi.

Rossi juga mengungkapkan dirinya juga sudah menjelaskan kepada Yamaha bila masalah utama mereka adalah lambat di trek lurus dan di saat yang sama daya tahan mesin 4-silinder inline mereka yang sangat buruk.

“Praktis, kami memiliki masalah segudang dengan hanya lima mesin yang boleh digunakan. Karakter mesin dulu menjadi poin terkuat Yamaha. Namun, kini pabrikan lain memiliki mesin yang lebih halus saat berakselerasi ketimbang kami,” kata Rossi.

 

dibagikan
komentar
Banyak Kemiripan Antara Tim Suzuki 2000 dengan 2020

Artikel sebelumnya

Banyak Kemiripan Antara Tim Suzuki 2000 dengan 2020

Artikel berikutnya

Suzuki Sangat Mungkin Sabet Tiga Gelar Langsung di Valencia

Suzuki Sangat Mungkin Sabet Tiga Gelar Langsung di Valencia
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Pembalap Valentino Rossi
Tim Yamaha Factory Racing
Penulis Lewis Duncan