Rossi Ungkap Penyebab Pembalap Muda Lebih Cepat di MotoGP

Valentino Rossi menganalisis bila para pembalap muda dari Moto2 mulai semakin cepat di MotoGP. Rossi yakin rookie MotoGP 2021, Luca Marini dan Enea Bastianini, akan cepat beradaptasi.

Rossi Ungkap Penyebab Pembalap Muda Lebih Cepat di MotoGP

Perginya Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow mulai MotoGP musim depan membuat rata-rata usia pembalap terus turun. Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT) pun menjadi satu-satunya pembalap yang paling tua, Februari 2021 akan 42 tahun.

Pembalap tertua kedua di grid MotoGP 2021 nanti adalah Aleix Espargaro. Pembalap Aprilia Racing Team Gresini itu 10 tahun lebih muda ketimbang Rossi.

Sementara, dengan Iker Lecuona (Tech3 KTM Factory Racing), pembalap termuda di MotoGP musim lalu (20 tahun), Rossi lebih tua 20 tahun lebih. Juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir (Suzuki Ecstar), juga baru 23 tahun.

Fakta itu menunjukkan, generasi pembalap MotoGP terbukti berubah dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Dari daftar sementara 22 pembalap MotoGP 2021 lansiran FIM awal pekan lalu, rata-rata usia mereka adalah 25,9 tahun.   

“Semua pembalap yang baru naik dari Moto2 dalam beberapa tahun terakhir, sangatlah kompetitif. Daftarnya sangat panjang,” ucap Rossi.

“Para pembalap muda itu sudah bertarung keras merebut gelar juara dunia di Moto2. Bahkan hanya untuk posisi kedua dan ketiga. Karena itulah saat naik ke MotoGP, mereka biasa langsung cepat sejak awal.”

Baca Juga:

Joan Mir, yang berhasil memenangi gelar MotoGP pada musim keduanya, menjadi contoh paling tepat terkait pesatnya perkembangan para pembalap muda di MotoGP.

Di mata Rossi – juara dunia balap motor sembilan kali: 125 cc (kini Moto3) 1997, 250 cc (Moto2) 1999, dan MotoGP 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009 – Moto2 saat ini menjadi semacam sekolah yang sangat bagus bagi pembalap.

“Tidak diragukan lagi bila akan banyak sekali pembalap muda yang bakal cepat dan kuat di generasi ini,” ucap pembalap berjulukan The Doctor itu.

Pada MotoGP 2021, Luca Marini (23 tahun) dan Enea Bastianini (22 tahun), akan turun bersama dalam satu tim, Esponsorama Racing (Avintia). Selain Marini dan Bastianini, Jorge Martin (22 tahun) juga naik ke kelas MotoGP di Tim Pramac Racing.

Valentino Rossi (kanan) yakin potensi Luca Marini (kiri) membuatnya mampu bersaing pada musim pertamanya di MotoGP pada 2021.

Valentino Rossi (kanan) yakin potensi Luca Marini (kiri) membuatnya mampu bersaing pada musim pertamanya di MotoGP pada 2021.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Musim lalu, Bastianini dan Marini bersaing ketat memperebutkan gelar juara dunia sampai lomba terakhir. Bastianini akhirnya memastikan gelar juara dunia Moto2 2020 kendati hanya finis kelima di Portugal.

Namun, di klasemen akhir, Bastianini hanya unggul sembilan poin dari Marini di posisi kedua. Ketatnya persaingan membuat empat pembalap berpeluang merebut gelar juara dunia sampai lomba terakhir Moto2 2020 lalu.

“Mereka akan berada di tim yang bagus, Avintia. Mereka juga akan menggunakan motor bagus (Ducati Desemosedici). Saya kira, Marini dan Bastianini akan langsung kompetitif pada awal MotoGP 2021,” tutur Rossi, saudara tiri Marini (satu bapak).

Setelah 15 tahun bersama tim pabrikan Yamaha, musim depan Valentino Rossi akan turun bersama tim satelit, Yamaha Petronas SRT. Valentino Rossi akan mendampingi salah satu mantan muridnya di Akademi VR46, Franco Morbidelli.

Pria asal Italia, 25 tahun itu, menjadi pembalap pertama jebolan VR46 yang turun di MotoGP pada 2018. Setahun berikutnya, Francesco Bagnaia (Ducati) mengikuti jejak Morbidelli.

dibagikan
komentar
Kevin Schwantz Blak-blakan soal Joan Mir

Artikel sebelumnya

Kevin Schwantz Blak-blakan soal Joan Mir

Artikel berikutnya

Rahasia Quartararo Gemilang di Awal Musim

Rahasia Quartararo Gemilang di Awal Musim
Muat komentar