WRC Portugal: Rating pembalap - Motorsport.com

dibagikan
komentar
WRC Portugal: Rating pembalap - Motorsport.com
David Gruz
Oleh: David Gruz
Diterjemahkan oleh: Cep Goldia
24 Mei 2016 08.20

Setelah melahirkan pemenang keempat dalam empat reli terakhir di Reli Portugal, David Gruz menilai kinerja pembalap wildcard yang hebat, Kris Meeke, beserta pembalap-pembalap reguler yang dikalahkan olehnya.

Sebastien Ogier, P3 – 8Sébastien Ogier, Julien Ingrassia, Volkswagen Polo WRC, Volkswagen Motorsport

Sébastien Ogier, Julien Ingrassia, Volkswagen Polo WRC, Volkswagen Motorsport

Foto: Red Bull Content Pool

Kembali Gagal menang, tapi untuk kesekian kalinya Ogier sukses mengamankan poin-poin yang berharga. Meskipun urutan start, yang merupakan alasan yang menjadi biang kerok kekalahannya dari Meeeke dapat diperdebatkan, ia mengalami ketidakberuntungan di reli ini, di mana ia mengalami bocor ban sebanyak dua kali pada hari Sabtu. Pada akhirnya Ogier finish ketiga – hasil terburuk yang dicapainya pada musim ini – tetapi ia mampu membawa pulang tiga poin dari Power Stage.

Jari-Matti Latvala, P6 – 6Jari-Matti Latvala, Miikka Anttila, Volkswagen Polo WRC, Volkswagen Motorsport

Jari-Matti Latvala, Miikka Anttila, Volkswagen Polo WRC, Volkswagen Motorsport

Foto: Volkswagen Motorsport

Meskipun kehilangan tiga setengah menit pada hari Jumat, finish keenam di Portugal merupakan pencapaian terbaik kedua bagi Latvala di musim 2016. Pembalap asal Finlandia tersebut menderita dengan power steering yang rusak setelah menghantam lubang, dan meskipun ia [secara impresif] mampu membawa mobil tersebut sampai akhir tanpa kecelakaan, kansnya untuk meraih podium telah hilang. Latvala kini tertinggal 77 poin dari Ogier, sehingga peluangnya untuk merebut gelar dapat dikatakan telah usai, tetapi ia masih dapat menantang Mikkelsen untuk posisi runner-up.

Andreas Mikkelsen, P2 – 9Andreas Mikkelsen, Anders Jäger, Volkswagen Polo WRC, Volkswagen Motorsport

Andreas Mikkelsen, Anders Jäger, Volkswagen Polo WRC, Volkswagen Motorsport

Foto: Volkswagen Motorsport

Mikkelsen sukses meraih podium keduanya secara berturut-turut di Portugal – dan lebih menjanjikan ketimbang dengan yang ia raih di Argentina. Mikkelsen mampu menguntit Ogier di sepanjang reli tersebut dan kemudian mengalahkannya pada hari MInggu, meskipun urutan start bukanlah faktor penentu. Pertanyaannya adalah, apakah Mikkelsen mampu terus mengimbangi kecepatan yang dimiliki oleh Ogier?

Kris Meeke, P1 – 10Kris Meeke, Paul Nagle, Citroën DS3 WRC, Citroën World Rally Team

Kris Meeke, Paul Nagle, Citroën DS3 WRC, Citroën World Rally Team

Foto: Citroën Communication

Meeke mendeskripsikan kemenangannya dengan kata “terbaik”, dan sulit untuk membantahnya. Setelah bertarung untuk posisi terdepan di Monte Carlo dan Swedia, Meeke start ke-13 di Portugal dan pembalap asal Irlandia Utara tersebut selalu diperhitungkan di reli ini – hanya performa tanpa cacat yang dapat membangun defisit yang besar di pertengahan reli ini. Setelah itu, ia mempunyai sedikit alasan untuk melaju lebih cepat. Dengan Citroen akan kembali secara full-time pada musim 2017mendatang, tidak banyak yang meragukan dialah pembalap yang dapat meraih gelar juara pada tahun tersebut.

Stephane Lefebvre, P35 – 7Stéphane Lefebvre, Gabin Moreau, Citroën DS3 WRC, Citroën World Rally Team

Stéphane Lefebvre, Gabin Moreau, Citroën DS3 WRC, Citroën World Rally Team

Foto: Red Bull Content Pool

Setelah menjalani debutnya di Monte Carlo dengan positif, Lefebvre mendapatkan kesempatan kedua di Portugal – dan tampil dengan baik di beberapa stage awal, dan berada di posisi keenam. Sayang, ia kemudian menghantam sebuah baru di stage pertama pada hari Sabtu, dan pada keesokan harinya ia kembali, mengambil alih tugas yang dilakukan oleh Ogier sebagai penyapu jalan. Kesalahan yang dilakukannya membuat dirinya kehilangan kesempatan untuk finish di lima besar, tetapi performanya telah terlihat.

Dani Sordo, P4 – 8Daniel Sordo, Marc Marti, Hyundai i20 WRC, Hyundai Motorsport

Daniel Sordo, Marc Marti, Hyundai i20 WRC, Hyundai Motorsport

Foto: XPB Images

Konsistensi yang ditunjukkan oleh pembalap asal Spanyol tersebut terus berlanjut, di mana ia finish keempat untuk ketiga kalinya berturut-turut dan ia belum pernah finis dibawah posisi keenam. Portugal merupakan salah satu reli terkuatnya di musim ini, di mana ia mampu mengimbangi Ogier di sepanjang hari pertama, meskipun mengalami pecah ban. Ia kehilangan sedikit waktu pada hari kedua dan kemudian finish keempat, tanpa mengambil banyak resiko.

Hayden Paddon, DNF – 6The burnt remains of the car of Hayden Paddon, John Kennard, Hyundai i20 WRC, Hyundai Motorsport

Sisa mobil Hayden Paddon, John Kennard, Hyundai i20 WRC, Hyundai Motorsport

Foto: Red Bull Content Pool

Tentu saja, ini bukanlah reli yang berjalan sesuai dengan harapan Paddon setelah meraih kemenangannya di WRC. Kehilangan sedikit waktu setelah mengalami masalah teknis pada hari Jumat pagi, ia terus mendekati pembalap-pembalap di barisan terdepan, tetapi usahanya berakhir dengan kecelakaan yang spektakuler – dan kemudian menghanguskan mobilnya, dan semua yang berada di dalamnya.

Thierry Neuville, P29 – 7Thierry Neuville, Nicolas Gilsoul, Hyundai i20 WRC, Hyundai Motorsport

Thierry Neuville, Nicolas Gilsoul, Hyundai i20 WRC, Hyundai Motorsport

Foto: Red Bull Content Pool

Neuville mengalami serangkaian masalah teknis, dan Rally Portugal tidak berjalan dengan lancar bagi pembalap asal Belgia tersebut. Ia mengawali reli tersebut dengan hati-hati, dan ia tepat berada di belakang Dani Sordo. Tetapi, sebuah kejadian yang ganjil terjadi ketika mobilnya kehabisan bahan bakar di SS11. Sulit untuk menilai performanya, tetapi sepertinya ia kurang lebih imbang dengan Sordo.

Kevin Abbring, DNF – 4Kevin Abbring, Sebastian Marshall, Hyundai i20 WRC, Hyundai Motorsport

Kevin Abbring, Sebastian Marshall, Hyundai i20 WRC, Hyundai Motorsport

Foto: Hyundai Motorsport

Reli pertamanya di musim 2016 sebagai pembalap keempat Hyundai tidak berjalan dengan baik. Membalap dengan mobil spesifikasi 2015, pembalap asal Belanda tersebut mengalami kerusakan di kemudinya pada stage ketiga dan harus berhenti. Ia kembali pada hari Sabtu melalui regulasi Rally 2, tetapi ia menghantam batu dan harus berhenti, kali ini secara permanen. Dengan line-up pembalap yang dapat diubah oleh Hyundai, Abbring harus tampil lebih baik – jauh lebih baik – untuk mendapatkan kursi full time.

Mads Ostberg, P7 – 7Mads Ostberg, Ola Floene, M-Sport Ford Fiesta WRC

Mads Ostberg, Ola Floene, M-Sport Ford Fiesta WRC

Foto: Red Bull Content Pool

Rentetan finis lima besar yang dicatat olehnya musim ini harus terhenti di Portugal. Masalah di downshifting yang membuatnya kehilangan satu menit bukanlah diakibatkan kesalahan yang ia lakukan, dan ia kehilangan empat menit pada hari Sabtu setelah mengalami kerusakan di driveline. Ia mampu finish ketujuh, tetapi performanya menunjukkan bahwa ia sulit untuk mencapai empat besar.

Eric Camilli, P5 – 8Eric Camilli, Benjamin Veillas, M-Sport Ford Fiesta WRC

Eric Camilli, Benjamin Veillas, M-Sport Ford Fiesta WRC

Foto: Red Bull Content Pool

Setelah mendulang poin pertamanya di Argentina, kembalinya Camilli ke reli-reli Eropa yang familiar membuatnya finish di lima besar untuk pertama kalinya. Tentu saja masalah-masalah yang dihadapi oleh para kompetitor membantunya, tetapi ia sendiri juga mampu tampil hebat di sepanjang reli ini – di mana sebelumnya ia kesulitan untuk melakukan hal tersebut. Camilli telah menunjukkan kedewasaannya dan mampu mengatasi beberapa kesulitan, seperti rem tangan yang tidak bekerja pada hari Minggu, dan mengalahkan rekan setimnya untuk pertama kali di musim ini.

Ott Tanak, DNF – 6Ott Tanak, Raigo Molder, DMACK World Rally Team

Ott Tanak, Raigo Molder, DMACK World Rally Team

Foto: XPB Images

Seharusnya Reli Portugal dimanfaatkan oleh Ott Tanak dan tim DMACK untuk menguji ban baru, tetapi hal tersebut harus berakhir jauh lebih cepat. Ia mengawali reli ini dengan baik, di mana ia berada di posisi ketiga dan keempat di SS3 dan SS4, tetapi ia harus mengakhiri reli ini setelah mengalami kecelakaan di tempat yang sama dengan Paddon. Meski demikian, ia tetap lebih cepat dari duo M-Sport, dan hal tersebut membuat masa depannya mulai cerah.

Artikel WRC berikutnya
Meeke: Kemenangan Reli Portugal luar biasa

Artikel sebelumnya

Meeke: Kemenangan Reli Portugal luar biasa

Next article

Hyundai Motorsport siap bangkit di Reli Italia Sardegna

Hyundai Motorsport siap bangkit di Reli Italia Sardegna
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan WRC
Event Reli Portugal
Penulis David Gruz
Tipe artikel Special feature