Sambut Balapan Kandang, Aegerter Pakai Livery Spesial di Assen

Menandai home race Kate Racing Yamaha pada World Supersport (WSSP) Belanda, Dominique Aegerter bakal tampil dengan corak khusus pada R6 yang didominasi kuning dan hitam.

Sambut Balapan Kandang, Aegerter Pakai Livery Spesial di Assen

Bukan tanpa alasan mengapa dua warna tersebut dipilih sebagai livery spesial oleh Ten Kate Racing Yamaha. Pada 2002, 2003 serta 2004, tim sukses merengkuh titel bersama Fabien Foret, Chris Vermeulen dan Karl Muggeridge.

Keberhasilan luar biasa ini sekaligus menempatkan Ten Kate Racing di peta balap motor dunia. Seiring berjalannya waktu, skuad menjadi tim pabrikan Honda, dan skema khusus motor itu pun menghilang.

Namun, Ten Kate Racing selalu dikaitkan dengan kuning dan hitam. Begitu pula halnya Yamaha. Saat perayaan ulang tahun ke-50 pada 2005, motor pabrikan MotoGP, Valentino Rossi dan Colin Edwards, dicat dengan kelir tersebut.

Dominique Aegerter, Ten Kate Racing

Dominique Aegerter, Ten Kate Racing

Foto oleh: Ten Kate Racing

“Saya sangat gembira dengan livery yang indah ini. Kuning adalah warna favorit saya dan saya tidak sabar untuk berkendara dengan livery ini,” ucap Aegerter mengutip situs resmi tim.

“Ten Kate Racing memiliki sejarah yang kaya dengan warna-warna ini dan telah mencapai banyak kesuksesan dengannya. Ini adalah akhir pekan yang istimewa bagi tim karena sudah lama sekali mereka tidak memiliki balapan kandang di Assen.

“Saya berharap bisa mendapatkan hasil yang kuat dengan livery Yamaha R6 cantik ini di Assen!”

World Superbike (WSBK) Belanda sendiri merupakan seri istimewa untuk Ten Kate Racing. Ini kali pertama skuad akan turun balapan menggunakan Yamaha dalam World Supersport, kelas di mana tim mencetak sembilan gelar juara.

Selain itu, Assen merupakan balapan kandang pertama Ten Kate Racing sejak 2018. Pada 2019, gelaran WSBK Belanda datang terlalu dini untuk mereka, dan tahun lalu, lomba dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Mengusung #ProjectYellow, Ten Kate Racing ingin tampil secara khusus di Assen. Livery kuning dan hitam dianggap merepresentasikan masa lalu serta masa sekarang dan masa depan bersama Yamaha.

Baca Juga:

“Ini balapan kandang pertama kami sebagai Ten Kate Racing Yamaha. Kami ingin melakukan sesuatu yang istimewa di Assen dan kami telah melakukannya dengan #ProjectYellow,” tutur Team Manager, Kervin Bos.

Livery ini sebenarnya memiliki segalanya. Menggabungkan sejarah yang kaya dari Ten Kate Racing, tetapi juga Yamaha, dan melambangkan masa depan kami bersama.

“Karena pemuncak klasemen sementara kami, Dominique Aegerter, akan berkendara sekali dengan livery, kami ingin meninggalkan periode bersejarah dan kemudian secara resmi bakal melanjutkan dengan warna biru Yamaha.

“Kami berharap para penggemar dan mitra kami dapat menghargai proyek spesial ini. Tentu kami tidak akan melupakan Galang (Hendra). Baginya, kami akan menyelenggarakan sesuatu yang istimewa saat balapan kandangnya di Indonesia.”

Dominique Aegerter dan Team Manager Ten Kate Racing, Kervin Bos.

Dominique Aegerter dan Team Manager Ten Kate Racing, Kervin Bos.

Foto oleh: Ten Kate Racing

dibagikan
komentar
Resmi Perpanjang Kontrak, Gerloff Pilih WSBK ketimbang MotoGP

Artikel sebelumnya

Resmi Perpanjang Kontrak, Gerloff Pilih WSBK ketimbang MotoGP

Artikel berikutnya

Panigale V2 Bayliss, Penghargaan Ducati untuk Sang Legenda

Panigale V2 Bayliss, Penghargaan Ducati untuk Sang Legenda
Muat komentar