Jonas Folger Segera Berpisah dengan Bonovo BMW WSBK

Jonas Folger takkan melanjutkan kiprahnya bersama Bonovo MGM Racing selepas World Superbike 2021. Kesulitan sang pembalap dalam beradaptasi dengan BMW M 1000 RR jadi penyebab utama.

Jonas Folger Segera Berpisah dengan Bonovo BMW WSBK

Setelah mendapatkan wildcard sebanyak tiga kali pada musim 2020, Folger ditawari kontrak setahun penuh untuk berkompetisi di WSBK bersama Bonovo MGM Racing, satu dari dua tim satelit yang diluncurkan BMW.

Tetapi sayang, pembalap berusia 28 tahun itu harus berjuang keras untuk menemukan kecepatannya. Hingga putaran WSBK Spanyol, Folger baru mengumpulkan 19 poin. Jelas ini perolehan yang tidak memuaskan.

Bos Bonovo MGM Racing, Michael Galinski, bahkan menyimpulkan bahwa Folger lebih baik mengambil langkah mundur dari tim. Pasalnya, motor BMW tak sesuai dengan gaya balapnya.

“Kami akan diwakili di paddock ini tahun depan dengan BMW, tetapi belum jelas dengan pembalap mana. Jika pembalap tidak memiliki kepercayaan diri yang diperlukan, maka lebih baik mundur selangkah,” ucapnya kepada Motorsport-Total.com.

“Balapan tidak selalu menyenangkan. Tapi Anda bisa melihat Jonas menderita dan dia tidak bisa mengendarai motor seperti yang dia inginkan. Anda juga bisa melihatnya pada lap pertama, di mana dia kesulitan dan di mana dia tidak tahu persis bagaimana reaksi motornya.

“(Dia) seperti (Johann) Zarco yang tidak cocok dengan KTM, (Valentino) Rossi tidak cocok dengan Ducati dan (Jorge) Lorenzo tidak cocok dengan Honda. Anda tidak bisa memaksanya.”

Jonas Folger, Bonovo MGM Racing

Jonas Folger, Bonovo MGM Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Galinski turut meyakini, bahwa Folger telah gagal mengatasi keterbatasan M 1000 RR. Berbanding jauh dari Michael van der Mark yang berhasil adaptasi dari Yamaha ke pabrikan BMW.

“Faktanya, BMW tidak memberikan umpan balik yang jelas dari roda depan seperti motor lainnya. Anda juga terkadang harus mengatasi perasaan itu. Itu adalah pernyataan yang keluar dalam percakapan dengan Michael van der Mark,” ucapnya.

"Van der Mark kadang-kadang juga tidak merasakan bagian depan, tetapi dia tetap melakukannya. 95 persen dari waktu berjalan dengan baik. Jika tidak, batasnya tercapai. Jonas mungkin sedikit lebih sensitif dalam hal ini.

“Semua orang di tim tahu apa yang bisa dia lakukan. Talentanya belum hilang. Tapi dia tidak bisa mengendarainya. Dengan demikian, dia gagal menaklukkan BMW Superbike.”

Baca Juga:

Terlepas atas semua kesulitan yang diderita Folger, Galinski rupanya masih membuka pintu kepada sang pembalap untuk kembali bergabung di kategori lain pada tahun depan.

Bonovo MGM Racing sendiri masih mengikuti kejuaraan IDM di Jerman, serta mencatatkan penampilan wildcard di World Supersport Catalunya. Tim menurunkan Yamaha R6 untuk Patrick Hobelsberger.

“Ada ide (mengenai masa depan Folger). Terlalu dini untuk membicarakannya. Bagaimanapun, kami tidak akan menjatuhkan Jonas (sepenuhnya),” tutur Galinski.

“Dia pertama-tama harus mencari tahu apa yang dia inginkan. Ketika saya berbicara dengannya, saya merasa dia belum selesai dengan subjeknya. Dia tidak mengatakan bahwa balapan bukan lagi untuknya. Yang penting adalah dia menemukan kepercayaan diri dan bisa balapan lagi.

“Kami akan membantunya sekali lagi. Tapi kami tidak akan memberinya Yamaha di WSBK, itu tidak mungkin. Namun, ada kelas lain.”

dibagikan
komentar
Dari Sekadar Iseng, Stefano Manzi Buka Peluang ke WSSP
Artikel sebelumnya

Dari Sekadar Iseng, Stefano Manzi Buka Peluang ke WSSP

Artikel berikutnya

Kawasaki Pucetti Panggil Rabat untuk Gantikan Mahias

Kawasaki Pucetti Panggil Rabat untuk Gantikan Mahias
Muat komentar