Soal Masa Depan, Dominique Aegerter Miliki Beberapa Opsi

Performa impresif di World Supersport 600 (WSSP) membuat Dominique Aegerter dikabarkan diincar banyak tim. Namun, targetnya saat ini hanya dua.

Soal Masa Depan, Dominique Aegerter Miliki Beberapa Opsi

Dominique Aegerter (Ten Kate Racing Yamaha) menunjukkan performa luar biasa sampai putaran keenam WSSP 2021 di Sirkuit Navarra, Spanyol, akhir pekan lalu.

Dari 12 race yang sudah diikuti, ia mampu memenangi delapan, termasuk menyapu bersih dua race di Misano (Italia), Assen (Belanda), dan Navarra. Dengan hasil finis terburuk sejauh ini hanya P5 (Race 2 Aragon), Aegerter kini memimpin klasemen dengan 257 poin.

Rekan setim pembalap Indonesia, Galang Hendra Pratama, tersebut unggul 47 poin atas peringkat kedua yang ditempati Steven Odendaal (Evan Bros. WorldSSP Team) di P2.

Melihat performa impresif tersebut, wajar jika pembalap asal Swiss tersebut mulai berpikir soal masa depannya. Ditambah, usianya tidak lagi muda, 30 tahun.

Aegerter sejatinya salah satu pembalap yang cukup kenyang pengalaman di berbagai ajang balap. Setelah turun di kelas 125cc (kini Moto3) antara 2006 sampai 2009, ia promosi ke Moto2 mulai 2010.

Dominique Aegerter, Ten Kate Racing Yamaha

Dominique Aegerter, Ten Kate Racing Yamaha

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Namun, hasil selama turun di Moto2 antara 2010 sampai 2019, Aegerter hanya mampu sekali menang pada 2014. Hasil akhir terbaiknya hanyalah peringkat kelima klasemen pada 2013 dan 2014.

Pada 2020, ia fokus turun di MotoE bersama Dynavolt Intact GP dan empat kali turun sebagai pembalap pengganti di Moto2 untuk NTS RW Racing GP.

Karena dikontrak Intact, prioritas Aegerter pada musim 2021 ini adalah turun di MotoE. Namun, ia juga diizinkan turun di WSSP. Menariknya, torehan di WSSP (peringkat pertama klasemen) jauh lebih bagus ketimbang MotoE (keempat sementara).

Kini, Dominique Aegerter akan menggunakan hasil di MotoE dan WSSP sebagai lompatan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal itu terlihat saat di Navarra lalu ia terlihat berbicara dengan sejumlah pabrikan seperti Honda, BMW, Ducati, dan tentu saja Yamaha.

“Tujuan saya sudah jelas, ingin bergabung dengan tim pabrikan di World Superbike (WSBK). Target kedua saya adalah kembali ke Kejuaraan Dunia Moto2 jika memungkinkan,” ujar Aegerter.

“Kendati begitu, saya juga akan tetap senang jika masih dipercaya untuk menjadi pembaap Ten Kate Racing.”

Baca Juga:

Selain tim pabrikan, Aegerter juga mempertimbangkan Bonovo MGM Racing-BMW dan GRT Yamaha WorldSBK Team. Kedua tim satelit itu diketahui memiliki motor yang identik dengan tim pabrikan masing-masing.

Untuk WSBK 2022, tim pabrikan Ducati sudah memiliki Alvaro Bautista dan Michael Rinaldi. Skuad pabrikan Yamaha akan mempertahankan Toprak Razgatlioglu dan Andrea Locatelli.

Mungkin peluang Dominique Aegerter lebih besar ke GRT. Saat ini, GRT diperkuat Garrett Gerloff dan Kohta Nozane. Bila Gerloff ditarik ke SRT Yamaha untuk Kejuaraan Dunia MotoGP 2022, atau Nozane tidak diperpanjang, ini tentu menjadi kesempatan bagi Aegerter.

Skuad pabrikan Honda Racing Corporation (HRC) juga tengah mencari pengganti Bautista. Namun, sepertinya Aegerter akan sulit bersaing dengan nama-nama seperti Leon Haslam, Chaz Davies, Tom Sykes, hingga Iker Lecuona, yang kabarnya juga diminati HRC.

Di skuad pabrikan BMW Motorrad WorldSBK Team, Scott Redding dan Michael van der Mark akan berduet mulai WSBK 2022. Namun, Bonovo juga belum menyebut nama Dominique Aegerter sebagai calon pembalap incaran mereka.

dibagikan
komentar
Jonathan Rea Puji Keputusan Scott Redding Gabung BMW
Artikel sebelumnya

Jonathan Rea Puji Keputusan Scott Redding Gabung BMW

Artikel berikutnya

Alasan Kenapa Toprak Razgatlioglu Pimpin Klasemen WSBK 2021

Alasan Kenapa Toprak Razgatlioglu Pimpin Klasemen WSBK 2021
Muat komentar