Dakar 2022: Tabrak Pemotor, Giniel de Villiers Dapat Ancaman Pembunuhan

Hidup Giniel de Villiers menjadi tidak tenang usai menabrak dua pemotor di Reli Dakar 2022. Pereli Toyota itu menuai cercaan bahkan mendapatkan ancaman pembunuhan di media sosial.

Dakar 2022: Tabrak Pemotor, Giniel de Villiers Dapat Ancaman Pembunuhan

De Villiers menabrak Cesar Zumaran pada Etape kedua rally-raid, Senin (3/1/2022). Atas kecerobohannya, ia diganjar penalti lima menit.

Ia kembali memicu insiden dengan Mohammedsaid Aoulad Ali ketika menurununi bukit pasir. Meski motornya rusak parah, pembalap Maroko tidak mengalami cedera serius.

De Villiers segera meminta maaf dan berjanji mengganti biaya perbaikan motor. Ia juga berjanji membayar pendaftaran untuk Dakar 2023 karena Aoulad Ali terpaksa mundur tahun ini akibat motor rusak.

Kendati demikian, penyeleggara memberi penalti lima jam yang menggagalkan misi meraih gelar juara Dakar. Toyota lantas mengajukan banding dan menyalahkan sistem Sentinel yang memberitahu ada obyek dua detik sebelum bertemu motor itu. Jadi ia tak bisa menghindar.

Penyedia sistem keamanan Sentinel, ERTF, turun tangan melakukan investigasi dan menemukan bahwa penerimaan dalam mobil kurang optimal dan berimbas pada sinyal yang ditransmisikan.

Alhasil, pereli Afrika Selatan itu kembali ditempatkan pada peringkat empat klasemen. Di satu sisi, ia lega hukumannya dicabut sehingga dapat bertarung lagi untuk posisi bergengsi.

Namun di sisi lain, de Villiers marah ketika membaca ancaman yang ditujukan untuknya lewat media sosial.

“Hinaan yang Anda dapat di media sosial dan juga ancaman pembunuhan, sungguh luar biasa. Pertama kali, saya mendapat pengalaman seperti itu. Saya harus mengatakan itu tidak menyenangkan,” ujarnya kepada Motorsport.com.

“Biasanya itu datang dari orang-orang yang tidak tahu situasinya, mereka tidak di sini. Mereka duduk di rumah dan sangat mudah mengomentari sesuatu ketika Anda tidak tahu faktanya.Tapi masih sangat menyedihkan, melihat hal-hal seperti ini.

Baca Juga:

“Jadi dari sudut pandang itu, saya gembira kalau ini sudah berlalu. Kami tahu sudah melakukan segalanya secara maksimal agar tidak menabrak motor ini. Sangat sulit di bukit pasir, bahwa orang-orang di belakang bukit pasir. Sebuah kesialan.”

Pria yang berdebut di Dakar 2003 itu memandang investigasi tak dilakukan dengan benar pada awalnya. Sistem Sentinel harus diperbaiki ke depannya.

“Saya kira kami harus mencoba memperbaiki keamanan lagi karena jika Anda menghadapi motor dan mobil balap di trek yang sama pada bukit pasir seperti itu, sangat sulit,” katanya.

“Sistem Sentinel di mobil saya tak berfungsi, yang mana kami keluhkan sejak awal Etape 1. Kami tertunda 12 menit saat awal Stage 1, itu tidak berfungsi baik. Kami tidak mendengar alarm sepanjang waktu.

“Mereka akhirnya memperbaiki dua hari lalu. Mereka sadar bahwa itu tidak bekerja dengan baik, jadi kami tidak dapat peringatan dalam situasi ini.

“Saya sangat beruntung pada saat terakhir, saya melintas dune secara naluriah menghindarinya karena tak mungkin saya melihatnya di balik bukit pasir. Tapi yang terpenting adalah, kedua pembalap itu baik-baik saja.”

#207 Toyota Gazoo Racing Toyota: Giniel De Villiers, Dennis Murphy

#207 Toyota Gazoo Racing Toyota: Giniel De Villiers, Dennis Murphy

Foto oleh: A.S.O.

De Villiers sudah berbicara dengan kedua korbannya. Mereka tak mempermasalahkan lebih jauh dan sadar risiko dalam reli paling berbahaya itu.

“Saya bicara kepada kedua pemotor itu dan mereka sangat baik. Saya minta maaf kepada mereka atas apa yang terjadi. Pemotor pertama (Zumaran), orang yang menyenangkan. Dia memahami kondisinya,” ia mengungkapakn.

“Pemotor kedua, saya sedih karena motornya rusak berat dan tak bisa lanjut. Kami memastikan dia akan punya motor untuk tahun depan, memperbaiki motornya dan kami akan membayar pendaftarannya.

“Ini adalah debutnya di Dakar dan sekarang, dia tak bisa menuntaskan balapan. Meski tampaknya peserta lain juga melajut di atas motornya.

“Kami akan memastikan bakal memperbaiki situasi dan memberi pembalap ini tampil di Dakar tahun depan. Setidaknya itu yang bisa kami lakukan dan itu ada dalam semangat Dakar.

“Apa yang bukan spirit Dakar adalah apa yang terjadi beberapa hari ini dan itu sungguh disayangkan, tapi kami meninggalkan itu dan mencoba fokus.”

dibagikan
komentar

Video terkait

Dakar 2022: Nasser Al-Attiyah Kritik Keras Carlos Sainz
Artikel sebelumnya

Dakar 2022: Nasser Al-Attiyah Kritik Keras Carlos Sainz

Artikel berikutnya

Nasser Al-Attiyah Nilai Regulasi Dakar 2022 Terbaik

Nasser Al-Attiyah Nilai Regulasi Dakar 2022 Terbaik
Muat komentar