Loeb Tak Terima Dapat Penalti Lima Menit

Sebastien Loeb tak terima dengan keputusan stewards (pengawas lomba) yang memberinya penalti lima menit karena melaju cepat di area 'controlled zone' pada Etape 4 Reli Dakar 2021.

Loeb harus puas finis di posisi ketujuh setelah mendapat penalti lima menit dalam Etape 4, Wadi Ad-Dawasis-Riyadh, karena melewati batas kecepatan di 'controlled zone'.

Saat ini, Sebastien Loeb berada di urutan ketujuh dalam hasil keseluruhan kategori mobil dengan jarak 7 menit 36 detik dari Nasser Al-Attiyah sebagai pemenang Etape 4.

Pria asal Prancis itu mengungkap kekesalannya lewat unggahan di Instagram. Loeb merasa dirugikan dengan keputusan stewards. Ia mengaku tak sadar sedang berada di 'controlled zone' karena ada masalah dengan GPS miliknya.

“Anda mungkin sedikit mengenal saya selama bertahun-tahun dan saya sangat jarang mengajukan protes. Tapi, kali ini saya ini membagikan kisah tentang ketidakmampuan Stewards dalam mengurus kompetisi seperti Reli Dakar,” tulis Loeb.

“Kami baru saja mendapat penalti lima menit karena melewati batas kecepatan di controlled zone. Selama saya berpartisipas di dakar, sepanjang etape dan di semua controlled zone, saya selalu melakukan yang terbaik untuk menghargai semua aturan.

“Satu-satunya pemberitahuan melalui sistem GPS, dengan bunyi alarm, kami diinformasikan sedang berada di zona 'tak terlihat' ini. Di zona ini, kami mendapatkan penalti, alarm tidak berbunyi ketika memasuki zona tersebut. Jadi, saya tak melambatkan laju saat itu.”

Baca Juga:

Reli Dakar 2021 memang menerapkan beberapa aturan baru, salah satunya adalah controlled zone. Setiap peserta yang melewati zona tersebut harus melambatkan lajunya dan tak boleh melebihi batas kecepatan 90 km/jam.

Ini dilakukan untuk membuat perlombaan lebih aman usai Paulo Goncalves yang turun dalam kategori motor tewas usai kecelakaan hebat di Etape 7 di Reli Dakar 2020.

“Terlepas dari penjelasan kami, dan juga terlepas dari pengakuan penyedia GPS atas masalah yang kami alami (sesuatu yang dapat terjadi kapan saja), para pengawas tidak ingin tahu apa-apa dan langsung membuat keputusan,” ujar Loeb.

“Mereka hanya duduk santai di belakang meja kerja dengan satu-satunya risiko menumpahkan kopinya, ketika kami mempertaruhkan nyawa setiap harinya di dalam mobil. Menjatuhkan hukuman yang lebih tinggi daripada seharusnya, sangat murah hati.”

Penalti lima menit membuat peluang Sebastien Loeb untuk memenangi atau finis di tiga besar Reli Dakar 2021 semakin sulit. Mengingat, rivalnya saat ini semakin kuat dan lebih baik dalam membaca buku petunjuk jalan.

“Saya seseorang yang bergairah tapi di atas segalanya saya juga seorang pesaing. Jika saya sedang melakoni sebuah balapan seperti Dakar, pertama-tama yang ingin dicapai adalah mendapatkan hasil yang bagus untuk ambisi tim dan ambisi saya,” kata Loeb.

"Untuk itu, tidak ada ruang untuk ketidakmampuan atau tidak kompeten.”

 

dibagikan
komentar
Rival Beri Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Santosh

Artikel sebelumnya

Rival Beri Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Santosh

Artikel berikutnya

Peterhansel Jelaskan Mengapa Dakar 2021 Lebih Berbahaya

Peterhansel Jelaskan Mengapa Dakar 2021 Lebih Berbahaya
Muat komentar