11 Mobil Peraih Gelar Juara Dunia Pembalap F1 Karya Adrian Newey

Keberhasilan Max Verstappen merebut gelar juara dunia Formula 1 2021 tidak lepas dari performa mobil yang mumpuni.

11 Mobil Peraih Gelar Juara Dunia Pembalap F1 Karya Adrian Newey

Rasanya tidak salah jika menyebut nama Adrian Newey, Chief Technical Officer Red Bull Racing, sebagai salah satu sosok penting di balik kesuksesan Verstappen menguasai Formula 1 musim 2021 lalu.

Ahli aerodinamika asal Inggris itulah yang mendesain Red Bull Racing RB16B yang mampu meruntuhkan dominasi sasis Mercedes F1 seri W yang sejak era mesin turbo hybrid dimulai pada 2014, sangat sulit ditundukan.

Reputasi Newey sebagai perancang mobil F1 hebat mungkin bisa disejajarkan dengan John Barnard, Rory Byrne, Aldo Costa, Patrick Head, hingga Gordon Murray. Namun, melihat kariernya, Newey mungkin lebih baik daripada nama-nama di atas.

Bagaimana tidak? Newey berhasil membawa tiga tim berbeda – Williams, McLaren, dan Red Bull Racing – merebut gelar juara dunia pembalap dan konstruktor di Formula 1.

Baca Juga:

Total, mobil-mobil rancangan desainer 63 tahun itu mampu merebut 11 gelar juara dunia pembalap dan 10 konstruktor.

Memulai karier dengan bergabung ke Tim March pada akhir 1980-an, reputasi Newey sebagai desainer yang sangat ahli merancang peranti aerodiamika pada mobil F1, terus melesat.

Ia kemudian bergabung ke Williams pada 1991 untuk kemudian pindah ke McLaren pada 1997. Pada Februari 2006, Newey mencari tantangan baru dengan pindah ke tim yang saat itu tengah dibangun, Red Bull Racing.

Motorsport.com Indonesia mencoba mengulas 11 mobil Formula 1 rancangan Adrian Newey yang membawa pembalap menjadi juara dunia.

Williams FW14B – Nigel Mansell 1992

Nigel Mansell, Williams FW14B Renault

Nigel Mansell, Williams FW14B Renault

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch / Motorsport Images

Mengusung mesin Renault RS3C dan RS4 3,5 liter (3.500cc) V10, Williams FW14B geberan Nigel Mansell memberinya 9 kemenangan dan 3 finis podium kedua dari total 16 balapan.

Total, Williams FW14B yang pada F1 1992 digeber Mansell dan Riccardo Patrese mampu merebut 10 kemenangan, 21 podium, 15 pole, dan 11 fastest lap dalam 16 balapan. Tidak hanya gelar pembalap, gelar konstruktor juga berhasil direbut Williams dengan mobil ini pada 1992.

Dibanding versi sebelumnya, FW14, Williams FW14B saat itu sudah dilengkapi gearbox dan sejumlah peranti aerodinamika terbaru, serta sistem elektronik terdepan saat itu seperti kontrol traksi dan suspensi aktif.

Williams FW15C – Alain Prost 1993

Alain Prost, Williams FW15C Renault

Alain Prost, Williams FW15C Renault

Foto oleh: Motorsport Images

Masih memakai mesin dari Renault, tepatnya Renault RS5, 3.493cc 67° V10, Naturally Aspirated (NA), mid-engine, longitudinally-mounted, dengan transmisi dari Williams 6-percepatan sekuensial semiotomatis, Williams FW15C merajai F1 1993.

Digeber Damon Hill dan Alain Prost, Williams FW15C mampu memenangi 10 race, 15 pole, dan 10 fastest lap. Alain Prost merebut gelar juara dunia keempatnya sedangkan Williams merengkuh gelar konstruktor keenam (dari total sembilan).  

Williams FW18 – Damon Hill 1996

Damon Hill, Williams FW18 Renault

Damon Hill, Williams FW18 Renault

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch / Motorsport Images

Damon Hill berhasil merebut gelar juara dunia sekaligus membawa Williams menguasai gelar konstruktor pada F1 1996 dengan Williams FW18.

Mengandalkan mesin Renault RS8/RS8B 3.000cc NA V10, Williams FW18 dikenal memiliki daya tahan bagus, mudah di-set-up, dan kompetitif di semua jenis sirkuit. Itu terbukti dengan keberhasilan pembalap Williams selalu naik podium hampir di semua sirkuit F1 1996, kecuali Monako dan Monza (GP Italia).

Williams FW19 – Jacques Villeneuve 1997

Jacques Villeneuve, Williams FW19

Jacques Villeneuve, Williams FW19

Foto oleh: Sutton Images

Adrian Newey memberikan sejumlah masukan penting dalam perancangan Williams FW18 karena ia pindah ke McLaren. Tugas Newey dituntaskan oleh Geoff Willis. Ini juga sasis terakhir Williams memakai mesin Renault sebelum pabrikan asal Prancis itu mundur untuk sementara.

Digeber oleh Jacques Villeneuve dan Heinz-Harald Frentzen, Williams FW19 mampu merebut 8 kemenangan, 15 podium, 11 pole, dan 9 fastest lap dalam 17 balapan untuk mengantar Williams merebut gelar juara dunia konstruktor dan pembalap atas nama Villeneuve pada F1 1997.

McLaren MP4/13 – Mika Hakkinen 1998

Mika Hakkinen, Mclaren MP4/13

Mika Hakkinen, Mclaren MP4/13

Foto oleh: Sutton Images

Sasis McLaren MP4/13 didesain bersama oleh Adrian Newey, Steve Nichols, Neil Oatley, dan Henri Durand. Sementara, Mario Illien merancang sekaigus menjadi penanggung jawab mesin Ilmor dari Mercedes-Benz FO-110G V10 (72º).

Dikemudikan oleh Mika Hakkinen dan David Coulthard, MP4/13 sangat mendominasi F1 1998 dengan 9 kemenangan, 20 podium, 12 pole, dan 9 fastest lap dari 16 balapan.

Delapan kemenangan Hakkinen mengantarnya menjadi juara dunia pada 1998 dan McLaren memenangi gelar konstruktor pertamanya sejak 1991 sekaligus yang terakhir hingga saat ini.

McLaren MP4/14 – Mika Hakkinen 1999

Mika Hakkinen, McLaren MP4/14

Mika Hakkinen, McLaren MP4/14

Foto oleh: Sutton Images

Masih mengandalkan mesin dari Mercedes, sasis McLaren MP4/14 tidak sedominan geerasi sebelumnya. Dari 16 balapan, sasis rancangan Newey ini hanya menang 7 kali, 11 pole, dan 9 fastest lap.

Lima kemenangan yang dikantongi Hakkinen membawanya merebut gelar pembalap kedua sekaligus yang terakhir. Adapun gelar konstruktor direbut Scuderia Ferrari.

Red Bull Racing RB6 – Sebastian Vettel 2010

Sebastian Vettel, Red Bull Racing RB6

Sebastian Vettel, Red Bull Racing RB6

Foto oleh: Sutton Images

Digeber oleh Sebastian Vettel dan Mark Webber, sasis Red Bull Racing RB6 berhasil merebut 9 kemenangan, 20 podium, 15 pole, dan 6 fastest lap dalam 19 balapan. Vettel – yang mulai memberikan nama untuk setiap mobilnya – merebut 5 kemenangan untuk merengkuh juara dunia pertamanya.

Mobil yang dinamai Luscious Liz dan kemudian diganti menjadi Randy Mandy setelah GP Monako oleh Vettel tersebut diklaim Newey sebagai sasis dengan downforce paling bagus dalam sejarah F1.

Itulah sebabnya Red Bull RB6 mampu merebut 15 pole dari 19 balapan pada F1 musim 2010. Dengan sasis ini pula Red Bull berhasil memenangi gelar konstruktor pertamanya dari empat kali beruntun (2010-2013).

Red Bull Racing RB7 – Sebastian Vettel 2011

Sebastian Vettel, Red Bull Racing RB7

Sebastian Vettel, Red Bull Racing RB7

Foto oleh: Motorsport Images

Masih mengusung mesin dari Renault, Red Bull RB7 yang masih diandalkan Sebastian Vettel dan Mark Webber mampu memenangi 12 lomba, 27 podium, 18 pole, dan 10 fastest lap, dari 19 balapan. Vettel yang merebut 11 kemenangan akhirnya menjadi juara dunia.

Dominasi Red Bull dengan sasis RB7 ini terlihat dari tiga kali finis 1-2 yang mereka rebut. Sasis ini juga terkenal karena knalpot diffuser yang tidak hanya inovatif tetapi juga kontroversial.  

Red Bull Racing RB8 – Sebastian Vettel 2012

Sebastian Vettel, Red Bull Racing RB8

Sebastian Vettel, Red Bull Racing RB8

Foto oleh: Sutton Images

Dominasi Red Bull Racing masih berlanjut pada F1 2012 lewat sasis RB8. Dari 20 balapan, Vettel dan Webber mampu merebut 7 kemenangan, 14 podium, 8 pole, dan 7 fastest lap. Lima kemenangan yang direbut Vettel mengantarnya merebut gelar ketiga.

Sasis ini juga mengundang kontroversi akibat aplikasi throttle map yang tidak biasa sehingga memungkinkan tenanan udara yang lebih besar dari knalpot ke diffuser untuk mendapatkan downforce besar. Red Bull pun terpaksa mengubah sebagian desain mobil.

Red Bull Racing RB9 – Sebastian Vettel 2013

Sebastian Vettel, Red Bull Racing RB9

Sebastian Vettel, Red Bull Racing RB9

Foto oleh: Sutton Images

Inilah mobil terakhir yang mampu merebut gelar juara dunia pembalap dan konstruktor di era mesin V8 NA. Red Bull RB9 juga menjadi mobil F1 terakhir bermesin Red Bull yang mampu menjuarai konstruktor F1 hingga saat ini.

Masih digeber Sebastian Vettel dan Mark Webber, sasis ini mampu merebut 13 kemenangan, 24 podium, 11 pole, dan 12 fastest lap dari 19 balapan F1 2013. Seluruh 13 podium utama yang direbut Vettel mengantarnya merebut gelar juara dunia pembalap keempat secara beruntun.

Red Bull Racing RB16B – Max Verstappen 2021

Max Verstappen merebut pole position F1 GP Abu Dhabi 2021 di atas Red Bull Racing RB16B.

Max Verstappen merebut pole position F1 GP Abu Dhabi 2021 di atas Red Bull Racing RB16B.

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Mobil ini berhasil mengantar Red Bull Racing merebut gelar juara dunia pembalap untuk kali pertama di era mesin turbo hybrid.

Mengusung mesin Honda RA621H 1.600cc V6 90° yang mampu menyemburkan tenaga 900 hp, mobil yang digeber Max Verstappen dan Sergio Perez ini mampu memenangi 11 dari 22 balapan F1 2021.

Sepuluh kemenangan dan 18 podium yang direbut Verstappen mengantarkannya menjadi pembalap Belanda pertama atau orang ke-34 yang mampu menjadi juara dunia F1.

Adrian Newey yang memimpin tim desain melakukan beberapa ubahan di antaranya bentuk tempat gearbox sehingga posisi suspensi belakang bisa diatur ulang untuk meningkatkan downforce bagian belakang.  

   

dibagikan
komentar
Sebut Gelar Hamilton Dicuri, Vandoorne Dukung Verstappen
Artikel sebelumnya

Sebut Gelar Hamilton Dicuri, Vandoorne Dukung Verstappen

Artikel berikutnya

Duel lawan Ferrari Bantu McLaren Persiapkan Perebutan Gelar F1

Duel lawan Ferrari Bantu McLaren Persiapkan Perebutan Gelar F1
Muat komentar