Mengenal Angela Cullen, Wanita di Balik Sukses Lewis Hamilton

Lewis Hamilton sudah enam tahun bekerja sama dengan Angela Cullen, yang berperan lebih dari sekadar pelatih fisik. Berikut penuturan sang pembalap.

Lewis Hamilton, Mercedes, with Angela Cullen

Lewis Hamilton berhasil memenangi empat gelar dalam enam musim terakhir Kejuaraan Dunia Formula 1. Pada periode yang sama, pembalap asal Inggris tersebut berhasil merebut 60 kemenangan dan 95 podium dalam 121 Grand Prix. Statistik yang impresif!  

Semua sukses tersebut tentu saja berkat bakat dan kemampuan juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) tersebut serta kerja luar biasa timnya, Mercedes-AMG Petronas F1.

Namun begitu, ada juga mereka yang bekerja keras untuk membantu kesuksesan Hamilton, tetapi tidak begitu dilihat publik. Salah satunya tentu saja Angela Cullen.

Kontribusi wanita yang kini menjadi tangan kanan Hamilton itu memang luar biasa. Ia tidak hanya mengatur persiapan fisik Hamilton per harinya, namun juga menjadi orang kepercayaan dan rekan abadi sang pembalap.

Lewis Hamilton, Mercedes, berbicara dengan Toto Wolff, Team Principal dan CEO Mercedes AMG, serta Angela Cullen, fisioterapis Hamilton, setelah memenangi F1 GP Rusia 2021.

Lewis Hamilton, Mercedes, berbicara dengan Toto Wolff, Team Principal dan CEO Mercedes AMG, serta Angela Cullen, fisioterapis Hamilton, setelah memenangi F1 GP Rusia 2021.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Angela Cullen lahir pada 5 Agustus 1974 (kini ia berusia 47 tahun) di Devonport, Auckland, Selandia Baru. Dulunya Cullen adalah pemain hoki profesional di negaranya. Tetapi, sejak 2015 ia bekerja di Mercedes. Dan, sejak 2016, Cullen menempati posisinya saat ini di sisi Hamilton.

Angela Cullen berstatus menikah dengan dua anak. Ia tinggal di Swiss. Setiap bertugas pada akhir pekan, Culen selalu memperhatikan setiap detail barang (mulai dari helm, botol minuman, anjing peliharaan, sampai memberikan skuter) di sekitar Hamilton.

Saking respeknya terhadap kerja dan profesionalitas Cullen, Hamilton menyebutnya sebagai “sesuatu terbaik” yang pernah terjadi dalam hidupnya. Cullen mulai menjadi asisten Hamilton sejak 2016, menggantikan Marc Hynes, mantan tangan kanan Hamilton.

“Orang tidak pernah tahu karena selalu melihatnya dari jauh. Ia salah satu hal terbaik yang pernah terjadi pada saya,” kata Hamilton tahun lalu dalam laman resmi Formula 1.

Angela Cullen, fisioterapis Lewis Hamilton, Mercedes, mengikuti sang pembalap di sela-sela F1 GP Turki 2021.

Angela Cullen, fisioterapis Lewis Hamilton, Mercedes, mengikuti sang pembalap di sela-sela F1 GP Turki 2021.

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

“Saya cukup beruntung bekerja dengan banyak orang dan ia mungkin wanita dengan pekerjaan terberat yang saya temui.

“Ia selalu fokus, tidak pernah mementingkan diri sendiri. Cullen membuat saya tenang di setiap akhir pekan balapan.

“Setiap hari setelah saya bangun tidur, atau kapan pun, Cullen selalu berpikir positif. Tidak sekalipun ia berpikir negatif. Ini sangat penting karena dengan profesi seperti saya, sangat fundamental jika dikelilingi orang-orang yang berpikir positif.

“Anda tidak bisa menyeret beban mati, atau menyeret orang yang tidak mendorong Anda untuk berkembang dan tidak mau menegur saat Anda salah. Anda harus dikelilingi orang yang mampu melakukan itu, dan Angela Cullen tipe orang yang bisa mengerjakan itu.”

Angela Cullen, fisioterapis Lewis Hamilton, Mercedes, membantu sang pembalap menata rambut sebelum memakai helm menjelang F1 GP Rusia 2021.

Angela Cullen, fisioterapis Lewis Hamilton, Mercedes, membantu sang pembalap menata rambut sebelum memakai helm menjelang F1 GP Rusia 2021.

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

Lewis Hamilton menjelaskan bila sebelum bekerja sama dengan Cullen, asisten-asisten sebelumnya tidak pernah memberinya kepuasan seperti yang dilakukan Cullen.

“Ketika masuk ke Formula 1, pelatih fisik pasti menjadi prioritas. Tetapi banyak dari mereka, atau hanya beberapa, yang cuma menjadi pelatih. Mereka memegang gelar sarjana sebagai pelatih fisik. Tetapi pelatih fisik seharusnya juga bisa menjadi terapis fisik,” ucapnya.

Hamilton mengaku, selama bertahun-tahun dirinya pasti selalu memiliki seorang pelatih. Ia pun mengungkapkan selalu memiliki masalah berbeda terkait kondisi fisik.

“Saya pernah bermasalah dengan otot leher, atau punggung bawah, atau bokong, apa saja. Dan saat itu pelatih tidak mengatakan apa pun. Akhirnya, saya pun harus melewati balapan dengan semua problem itu,” kata Hamilton.

Angela Cullen, fisioterapis Lewis Hamilton, duduk di kokpit Mercedes F1 W12 dan berbincang dengan sang pembalap.

Angela Cullen, fisioterapis Lewis Hamilton, duduk di kokpit Mercedes F1 W12 dan berbincang dengan sang pembalap.

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

“Dari situ, saya berpikir harus segera menemukan pelatih kebugaran. Angela sebelumnya sudah bekerja di rumah. Jadi, saat itu saya tanya apakah ia mau bepergian mendampingi saya setiap balapan.

“Saya tidak pernah tahu bila kami kemudian menjadi partner yang sangat bagus. Kami berteman sangat baik dan saya sangat beruntung menemukan Angela karena ia manusia yang spesial,” tutur Lewis Hamilton.

Pemenang 103 Grand Prix, 103 pole position, 59 fastest lap, dan 182 podium dalam 288 start balapan F1 sejak 2007 itu menjelaskan, Angela Cullen biasa bersamanya sampai pukul 10 atau 11 malam, setiap hari.

Untuk pagi hari, Angela Cullen sudah bekerja mulai pukul 6 atau 7 setiap harinya. Jadi, menurut Hamilton, peran Cullen sangatlah penting.

“Kami menyukai pekerjaan ini dan senang melakukannya bersama. Saya sungguh sangat bersyukur memiliki rekan kerja seperti Angela. Saya tidak bisa membayangkan apa yang bisa saya lakukan tanpa bantuannya,” tutur Lewis Hamilton.

Baca Juga:

         

 

 

dibagikan
komentar

Mercedes Harus Ulang Tes Tabrakan Samping

Nomor Mobil 1 Kembali Muncul di F1 Setelah Hilang Tujuh Tahun