Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Mercedes Harus Ulang Tes Tabrakan Samping

Mercedes-AMG Petronas F1 dikabarkan harus melakukan tes lagi pada sasis W13 untuk homologasi FIA agar bisa turun di Kejuaraan Dunia Formula 1 2022.

Mercedes W12 detail

Tim Formula 1 tersukses di era mesin turbo hybrid, Mercedes, tengah berusaha keras menyelesaikan rincian mobil mereka untuk musim balap 2022, sasis pertama dengan aturan baru.

Tim yang berbasis di Brackley, Inggris, tersebut harus mampu menghadirkan mobil yang sangat berbeda dibanding musim-musim sebelumnya pada tes pramusim pertama di Barcelona, Spanyol, 23 sampai 25 Februari mendatang.

Namun, untuk memenangi gelar konstruktor kesembilan kali berturut-turut, Mercedes harus mengulangi apa yang disebut uji tabrak samping (lateral), tes untuk mendapatkan homologasi FIA dan menunjukkan bahwa mobil telah memenuhi persyaratan keselamatan.

Mercedes telah mengumumkan tanggal perkenalan sasis W13 bakal dilakukan pada 18 Februari. Namun, hingga berita ini diturunkan mereka belum mendapatkan segel dari FIA terkait uji tabrak lateral.

Tim yang hanya kehilangan satu gelar sepanjang era mesin turbo hybrid – dari kemungkinan total 16, 8 pembalap dan 8 konstruktor – karena tahun lalu trofi pembalap direbut Max Verstappen (Red Bull Racing), itu tidak terlalu khawatir.

ilustrasi perkiraan bentuk sasis Mercedes W13 untuk Formula 1 2022.

ilustrasi perkiraan bentuk sasis Mercedes W13 untuk Formula 1 2022.

Foto oleh: Mercedes AMG

Selama ini, Mercedes mencoba melewati uji benturan samping ini dengan solusi ekstrem. Dan karena telah melampaui batas, mereka harus memperbaikinya untuk mematuhi semua syarat dan aturan keamanan.

Untuk tahun ini, FIA tidak lagi mengizinkan penggunaan kun anti-intrusi karbon yang selama ini memberi para teknisi sedikit keleluasaan terkait posisi inlet radiator agar lebih tinggi, seperti mobil-mobil generasi terakhir.

Itulah mengapa James Allison dan Mike Elliott, dua teknisi terpenting di Tim Mercedes, sudah memiliki rencana untuk mengantisipasi bila mobil mereka nanti tidak lolos tes tabrakan samping.

Inovasi itu juga tidak terlalu berdampak besar pada W13 sehingga bisa tetap diuji pada tes pramusim pertama di Montmelo.

Menurut informasi terakhir, sasis Mercedes F1 W13 nanti akan kembali mengambil desain warna dan grafis (livery) dengan dominasi warna silver (perak), setelah dua musim terakhir memakai warna hitam.

Baca Juga:

Panjang wheelbase (jarak sumbu roda) juga akan dekat dengan batas maksimum, yakni 3.600 mm. Meskipun, kekuatan utama Mercedes W13 tentu saja masih pada power unit (PU).

Mesin Mercedes nanti akan mengandalkan turbin baru yang diyakini mampu memberikan tenaga tambahan. Inovasi ini juga akan mencegah pergantian komponen yang kerap terjadi menjelang akhir musim lalu, karena usia pakai yang tidak bertahan lama.

Tim-tim saat ini tengah disibukan pada pemecahan problem pada mobil yang dibuat dengan regulasi baru F1. Red Bull Racing misalnya. Mereka juga masih harus melewati tes yang sama dengan Mercedes untuk sasis RB18.

Scuderia Ferrari diyakini menjadi tim yang paling menjanjikan dengan aturan 2022. Sasis mereka sudah dihomologasi jauh-jauh hari tanpa masalah berarti.

Meskipun begitu, belum bisa diprediksi siapa yang akan mendominasi F1 2022 karena dengan regulasi baru, semua tim akan memulai musim dari nol.

 

         

 

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Carmelo Ezpeleta Tak Ingin Akhir Musim MotoGP seperti F1 2021
Artikel berikutnya Mengenal Angela Cullen, Wanita di Balik Sukses Lewis Hamilton

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia