Obituari: Dan Gurney (1931-2018)

dibagikan
komentar
Obituari: Dan Gurney (1931-2018)
David Malsher
Oleh: David Malsher
15 Jan 2018 05.47

Tidak hanya pembalap kelas dunia di era paling berbahaya, Dan Gurney juga adalah salah satu inovator berbakat yang pernah ada di motorsport.

Dan Gurney, Brabham BT7 Climax
Dan Gurney, Brabham BT7 Climax

Mungkin Dan Gurney akan lebih banyak dikenal sebagai pembalap yang memenangi GP Belgia pada Formula 1 1967 dengan mobil buatannya sendiri, Eagle-Weslake. Tapi kehandalannya dalam bidang teknis, ambisinya dalam mengejar solusi inovatif, dan sikap 'pasti bisa' yang ia pegang teguh, tidak seharusnya menutup keahliannya dari balik kemudi.

Gurney tidak hanya salah satu pembalap terbaik yang berasal dari Amerika Serikat, ia adalah salah satu pembalap terbaik yang pernah ada. Jimmy Clark bahkan menyebut Gurney sebagai satu-satunya rival yang ia takuti, sebuah pujian yang bisa dibilang melebihi pencapaian trofinya.

Keberanian Gurney menantang kondisi bahaya mungkin bisa ditelusuri saat ia bertugas di medan Perang Korea. Tapi adalah keputusan keluarganya untuk pindah dari New York ke California yang membuatnya jatuh cinta dengan dunia hotrod dan tentunya otomotif. Meski masih remaja, Gurney sudah mampu menembus kecepatan 222 km/j di Bonneville Salt Flats dengan hotrod buatannya sendiri.

Reputasi Gurney melejit dan bahkan dielu-elukan sebagai pahlawan Amerika Serikat berkat prestasi yang ia capai dalam kurun waktu tiga minggu pada tahun 1967.  Setelah finis runner-up di Indianapolis 500, dan menguasai balapan Formula 1 di Spa-Francorchamps dengan mobil buatannya sendiri, Gurney berhasil menjuarai balapan bergengsi Le Mans 24 Jam bersama AJ Foyt dengan mobil Ford GT50 MkIV. Kemenangannya di Le Mans juga menciptakan sebuah tradisi yang kini identik dengan dunia balap, menyemprotkan sampanye dari atas podium.

Gurney menjadi pembalap pertama yang memakai helm full-face di balap open-wheel pada GP Jerman 1968. Kecerdasannya di bidang teknis juga menghasilkan sebuah kreasi yang kini terkenal dengan nama Gurney Flap, lekukan kecil yang ada di ujung sayap untuk memperbesar downforce.

Sungguh sulit untuk menyebut satu per satu pencapaian yang diraih Gurney karena ia termasuk pembalap yang sibuk. Meski di era di mana pembalap biasa turun di berbagai kompetisi seperti Clark, Parnelli Jones, AJ Foyt, dan John Surtees. Gurney mencetak lima kemenangan di NASCAR yang semuanya ia raih di Riverside. Ia tampil kencang di mobil Plymouth Barracuda saat berkompetisi di Trans-Am.

Gurney juga berhasil memenangi balapan di ajang Can-Am. Satu kemenangan ia raih bersama timnya sendiri dengan mobil Lola T70, dan dua kemenangan ia raih dengan mobil McLaren M8D pada 1970. Kemenangannya bersama McLaren juga menjadi momen penting karena ia memperkuat tim yang  saat itu baru saja kehilangan pendiri mereka, Bruce McLaren. Seperti Gurney, McLaren adalah seorang pembalap yang juga punya keahlian di bidang teknis.

Selama 15 tahun terakhir, penulis merasa terhormat bisa mendapat kesempatan untuk bertemu Daniel Sexton Gurney. Terutama pertemuan kami di markas AAR miliknya yang terletak di Santa Ana, California.

Meski saat itu sudah berusia 80-an tahun, Gurney tidak hanya baik hati, tapi ia juga sangat bersemangat membahas masa depan dunia balap. Mendekati ujung koridor yang dipenuhi dengan tribut untuk dirinya, langkah Gurney semakin cepat saat suara bising dari bengkelnya semakin terdengar.

Di samping mobil GT40 yang sedang direstorasi, salah satu pegawainya ternyata juga memiliki pekerjaan membangun roket SpaceX. Itu adalah bukti bahwa warisan dari AAR masih relevan selama lebih dari 50 tahun.

Kabar kepergian Dan memang membuat kita sedih, Tapi setidaknya kita bisa terhibur dengan kenyataan bahwa peninggalannya akan selalu diingat selama mobil masih melaju di lintasan balap.

Slider
List

Graham Hill and Dan Gurney

Graham Hill and Dan Gurney
1/10

Graham Hill dan Dan Gurney

Dan Gurney, McLaren M7A

Dan Gurney, McLaren M7A
2/10

Foto oleh: LAT Images

Dan Gurney aviates his Eagle-Climax T1G past the remains of a crashed touring-car at Bruennchen

Dan Gurney aviates his Eagle-Climax T1G past the remains of a crashed touring-car at Bruennchen
3/10

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch

Dan Gurney, Eagle-Climax T1G

#1 Ford GT40 Mk4: A.J. Foyt, Dan Gurney

#1 Ford GT40 Mk4: A.J. Foyt, Dan Gurney
4/10

Foto oleh: LAT Images

#1 Ford GT40 Mk4: A.J. Foyt, Dan Gurney

Denny Hulme, McLaren M8D-Chevrolet, leads Dan Gurney, McLaren M8D-Chevrolet

Denny Hulme, McLaren M8D-Chevrolet, leads Dan Gurney, McLaren M8D-Chevrolet
5/10

Foto oleh: LAT Images

Dan Gurney, McLaren M8D-Chevrolet

Dan Gurney

Dan Gurney
6/10

Foto oleh: Nissan Nissan

Dan Gurney

Dan Gurney, Eagle AAR101-Climax

Dan Gurney, Eagle AAR101-Climax
7/10

Foto oleh: LAT Images

Dan Gurney

Podium: winners A.J. Foyt, Dan Gurney, second place Ludovico Scarfiotti, Mike Parks. This was the first time champagne was sprayed in celebration on a podium.

Podium: winners A.J. Foyt, Dan Gurney, second place Ludovico Scarfiotti, Mike Parks. This was the first time champagne was sprayed in celebration on a podium.
8/10

Foto oleh: LAT Images

Juara Le Mans: A.J. Foyt, Dan Gurney

Dan Gurney

Dan Gurney
9/10

Dan Gurney

Swede Savage, Dan Gurney

Swede Savage, Dan Gurney
10/10

Swede Savage, Dan Gurney

Artikel Formula 1 berikutnya
Dan Gurney meninggal dunia di usia 86 tahun

Artikel sebelumnya

Dan Gurney meninggal dunia di usia 86 tahun

Next article

Media sosial F1 "masih belum ada apa-apanya"

Media sosial F1 "masih belum ada apa-apanya"
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Dan Gurney
Penulis David Malsher
Tipe artikel Obituary