Dua Pole Position Tidak Mencerminkan Kecepatan Ferrari

Prinsipal Ferrari, Mattia Binotto, mengatakan bahwa dengan meraih dua pole position secara beruntun, tidak membuat timnya menjadi tim yang cepat.

Dua Pole Position Tidak Mencerminkan Kecepatan Ferrari

Charles Leclerc secara mengejutkan meraih pole position pada gelaran GP Monako, bulan lalu. Keunggulan Ferrari di sirkuit dengan tipikal kecepatan rendah bahkan mengalahkan Mercedes dan Red Bull Racing, dua tim terkuat di Formula 1 saat ini.

Ferrari kemudian kembali meraih pole position di GP Azerbaijan. Leclerc lagi-lagi memperlihatkan laju yang impresif di sesi kualifikasi.

Sayangnya, pada saat balapan, Leclerc mengalami kesulitan untuk mempertahankan posisinya. Ia pun disalip oleh Max Verstappen (Red Bull Racing), Lewis Hamilton (Mercedes), Sergio Perez (Red Bull Racing), Pierre Gasly (AlphaTauri) dan bahkan mantan rekan setimnya, Sebastian Vettel (Aston Martin).

Baca Juga:

Melihat hal tersebut, Binotto selaku Prinsipal Tim Ferrari pun mengakui bahwa timnya memang belum bisa memperlihatkan kecepatan balapan yang sesungguhnya.

Ia pun mengatakan bahwa pole position tidak merepresentasikan kekuatan Tim Kuda Jingkrak yang sesungguhnya, karena performa mereka masih tertinggal dari Mercedes dan Red Bull Racing.

"Saya pikir kedua tim itu masih lebih kuat dari kami, itu tidak diragukan lagi," ujar prinsipal berusia 51 tahun tersebut.

"Senang rasanya meraih pole position di Monako dan Baku, tapi itu tidak mencerminkan kekuatan kami secara keseluruhan. Saya pikir masih ada dua mobil lagi yang lebih kuat.

"Tapi kami terus berkembang. Kami terus berkembang ke arah yang seharusnya, kami terus mempelajari mobil kami, memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Kami yakin pengembangan mobil ini akan membuahkan hasil di masa depan," tuturnya.

Charles Leclerc, Ferrari SF21, in the pits

Charles Leclerc, Ferrari SF21, in the pits

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Pun terlihat kalah saing, ada satu nilai positif yang bisa dipetik oleh Ferrari. Menurut Binotto, timnya akan unggul pada saat melaju di tengah-tengah lintasan dengan kondisi udara bersih.

"Kami tahu bahwa jika menggunakan ban lunak (soft), kami akan kesulitan. Bahkan saya pikir, sebagian besar kesulitan kami datang pada saat menggunakan ban soft," Binotto lebih lanjut menjelaskan.

"Akan tetapi, pada saat menggunakan ban hard, kemudian kami mendapatkan udara bersih, laju Carlos (Sainz) memperlihatkan performa kami dengan sangat baik."

dibagikan
komentar
9 Skandal Kecurangan dalam Sejarah Formula 1

Artikel sebelumnya

9 Skandal Kecurangan dalam Sejarah Formula 1

Artikel berikutnya

Sainz Berkembang Cepat dengan Ferrari berkat Kritik Sang Ayah

Sainz Berkembang Cepat dengan Ferrari berkat Kritik Sang Ayah
Muat komentar